PRESIDEN Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sukses cetak
rekor seusai mengeluarkan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak
(BBM) bersubsidi.
Rekor yang terukir ialah, Indonesia kini menjadi negara dengan harga
BBM bersubsidi maupun non-subsidi termahal se-Asia Tenggara. Seperti
yang dilansir oleh tribunnews.com
Untuk diketahui, pemerintah akhirnya menaikkan harga bahan bakar
minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter. Harga tersebut
berlaku mulai Selasa (18/11/2014).
Dengan kenaikan harga premium menjadi Rp 8.500 per liter, harga BBM bersubsidi kita lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia.
Di Malaysia, harga bensin RON 95 dan solar diesel saat ini
masing-masing sebesar 2,30 ringgit (sekitar Rp 8.400) dan 2,20 ringgit
(Rp 8.100) per liter.
Alhasil bensin premium yang memiliki RON 88 di Indonesia lebih mahal
dari bensin di Malaysia yang memiliki RON 95. Sedangkan solar di
Indonesia relatif lebih murah dari Malaysia.
Sedangkan harga BBM non subsidi, yakni Pertamax Plus yang sama-sama
memiliki RON 95 masih lebih mahal dari Malaysia. Di Indonesia, harga
Pertamax plus per Senin kemarin Rp 11.600 per liter.
Juga harga Pertamax yang beroktan 92, lebih mahal dari bensin
Malaysia karena masih dijual seharga Rp 10.200 per liter. Padahal oktan
bensin ini lebih rendah dari bensin di Malaysia.
Sedangkan bensin di Thailand dan Singapura, masing-masing mengandung
oktan 91, 92 dan 95. Berdasarkan catatan Kontan, di Singapura, harga BBM
RON 95 saat ini sebesar Rp 19.643 per liter, lebih tinggi dari Pertamax
Plus di Indonesia.
Sementara harga minyak paling murah di Asia Tenggara ialah Brunei
Darussalam, dengan RON 98 seharga BND 0,53 atau Rp 4.100 per liter.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menolak mengatakan harga BBM di
Indonesia terlalu mahal. Hitungan Bambang, harga pasar atau harga
keekonomian BBM bersubsidi saat ini sebesar Rp 10.000 per liter, karena
menghitung rata-rata harga minyak selama setahun. Alhasil harga BBM
bersubsidi bagi Bambang adalah harga yang sesuai pasar.
[irma/islampos/bringislam]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar