INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
Informasi Akuntansi
Pertanggungjawaban merupakan salah satu tipr informasi manajemen. Jika dalam membahas
informasi penuh, informasi akuntansi dihubungkan dengan obyek informasi yang berupa
produk, aktivitas atau unit organisasi, dan dalam pembahasan akuntansi differensial,
informasi akuntansi dihubungkan dengan alternatif yang akan dipilih, sedangkan dalam
membahas Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban ini, informasi akuntansi dihubungkan
dihubungkan dengan wewenang masing-masing manajer.
KONSEP INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
Dalam sistem informasi akuntansi
pertanggungjawaban tradisional, Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban merupakan
informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang
bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu.
Sistem informasi akuntansi pertanggungjawaban
tradisional menghubungkan sistem informasi manajemen dengan wewenang yang dimiliki
oleh manajer . Wewenang didelegasikan dari manajer atas ke manajer di bawahnya,
dan pendelegasian wewenang ini menuntut manajer bawah untuk mempertanggungjawabkan
pelaksanaan wewenang kepada manajer atasannya. Dengan demikian, tanggungjawab
timbul sebagai akibat adanya pendelegisian wewenang dari suatu tingkat manajen yang
lebih tinggi ke tingkat manajemn yang lebih tinggi.
Wewenang yang dimiliki oleh seorang manajer menjadikannya dalam posisi
dapat mengendalikan sesuatu yang berada di bawah wewenangnya. Oleh karena itu, dalam
hubungannya dengan wewenang manajer tertentu, aktiva, pendapatan dan biaya
dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu :
1. Aktiva,
pendapatan dan biaya terkendalikan
2. Aktiva,
pendapatan dan biaya tidak terkendalikan oleh manajer tersebut
Dalam organisasi, pada dasarnya tidak
ada aktiva, pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan. Aktiva, pendapatan
dan biaya yang tidak terkendalikan oleh manajer tertentu, pasti dapat
dikendalikan oleh manajer di atasnya atau manajer lain dalam organisasi.
AKTIVA TERKENDALIKAN
Aktiva yang digunakan oleh suatu
pusat pertanggungjawaban dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan : (1) Aktiva
terkendalikan dan (2) aktiva tidak terkendalikan.
Aktiva terkendalikan bagi seorang manajer pusat pertanggungjawaban adalah
:
1.
Aktiva yang perolehan dan penggunaannya berada di
bawah wewenang manajer pusat pertanggungjawaban tersebut atau
2.
Aktiva yang penggunaannya berada di bawah
wewenang manajer pusat pertanggungjawaban tersebut.
PENDAPATAN TERKENDALIKAN
Pertanggungjawaban pendapatan yang
diperoleh suatu pusat pertanggungjawaban tidak begitu sulit pelaksanaannya, karena
pendapatan mudah diidentifikasikan dengan manajer yang bertanggungjawab untuk memperolehnya.
BIAYA TERKENDALIKAN
Terjadinya biaya dalam suatu pusat
pertanggungjawaban tidak selalu sebagai akibat dari keputusan yang diambil oleh
manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan.
Pengubahan Biaya Tidak Terkendalikan Menjadi Biaya Terkendalikan
Biaya tidak terkendalikan dapat diubah
menjadi biaya terkendalikan melalui dua cara yang berkaitan : (1) dengan mengubah
dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung atau (2) dengan mengubah
letak tanggung jawab pengambilan keputusan.
Anggaran Biaya sebagai Tolok Ukur
Pengendalian Biaya
Untuk tujuan pengendalian biaya,
organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga jelas wewenang dan
tanggungjawab tiap-tiap manajer. Anggaran menghendaki adanya organisasi yang baik,
yang setiap manajernya mengetahui tabggungjawab dan wewenang masing-masing. Dengan
demikian, jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana dalam anggaran,
akan mudah ditunjuk siapa yang bertanggungjawab
Untuk pengendalian biaya,
anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkat manajemen dalam organisasi .
Tiap-tiap manajer harus mengajukan rancangan anggaran biaya yang berada di
bawah tanggungjawabnya masing-masing. Rancangan anggaran ini kemudian
dikombinasikan dan diselaraskan satu sama lain oleh komite anggaran.Setiap
perubahan yang dilakukan terhadap rancangan anggaran tersebut harus dirundingkan
dengan dan diberitahukan kepada manajer penyusun anggaran biaya, sehingga menciptakan
peran serta dan komitmen mereka dalam mencapai target yang ditetapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar