Senin, 03 Desember 2012

INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN



INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban merupakan salah satu tipr informasi manajemen. Jika dalam membahas informasi penuh, informasi akuntansi dihubungkan dengan obyek informasi yang berupa produk, aktivitas atau unit organisasi, dan dalam pembahasan akuntansi differensial, informasi akuntansi dihubungkan dengan alternatif yang akan dipilih, sedangkan dalam membahas Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban ini, informasi akuntansi dihubungkan dihubungkan dengan wewenang masing-masing manajer.

KONSEP INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN
Dalam sistem informasi akuntansi pertanggungjawaban tradisional, Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu.
Sistem  informasi akuntansi pertanggungjawaban tradisional menghubungkan sistem informasi manajemen dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer . Wewenang didelegasikan dari manajer atas ke manajer di bawahnya, dan pendelegasian wewenang ini menuntut manajer bawah untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan wewenang kepada manajer atasannya. Dengan demikian, tanggungjawab timbul sebagai akibat adanya pendelegisian wewenang dari suatu tingkat manajen yang lebih tinggi ke tingkat manajemn yang lebih tinggi.
Wewenang yang dimiliki oleh seorang manajer menjadikannya dalam posisi dapat mengendalikan sesuatu yang berada di bawah wewenangnya. Oleh karena itu, dalam hubungannya dengan wewenang manajer tertentu, aktiva, pendapatan dan biaya dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu :
1.       Aktiva, pendapatan dan biaya terkendalikan
2.       Aktiva, pendapatan dan biaya tidak terkendalikan oleh manajer tersebut
Dalam organisasi, pada dasarnya tidak ada aktiva, pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan. Aktiva, pendapatan dan biaya yang tidak terkendalikan oleh manajer tertentu, pasti dapat dikendalikan oleh manajer di atasnya atau manajer lain dalam organisasi.

AKTIVA TERKENDALIKAN
Aktiva yang digunakan oleh suatu pusat pertanggungjawaban dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan : (1) Aktiva terkendalikan dan (2) aktiva tidak terkendalikan.
Aktiva terkendalikan bagi seorang manajer pusat pertanggungjawaban adalah :
1.         Aktiva yang perolehan dan penggunaannya berada di bawah wewenang manajer pusat pertanggungjawaban tersebut atau
2.         Aktiva yang penggunaannya berada di bawah wewenang manajer pusat pertanggungjawaban tersebut.

PENDAPATAN TERKENDALIKAN
Pertanggungjawaban pendapatan yang diperoleh suatu pusat pertanggungjawaban tidak begitu sulit pelaksanaannya, karena pendapatan mudah diidentifikasikan dengan manajer yang bertanggungjawab untuk memperolehnya.

BIAYA TERKENDALIKAN
Terjadinya biaya dalam suatu pusat pertanggungjawaban tidak selalu sebagai akibat dari keputusan yang diambil oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan.

Pengubahan Biaya Tidak Terkendalikan Menjadi Biaya Terkendalikan
Biaya tidak terkendalikan dapat diubah menjadi biaya terkendalikan melalui dua cara yang berkaitan : (1) dengan mengubah dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung atau (2) dengan mengubah letak tanggung jawab pengambilan keputusan.

Anggaran Biaya sebagai Tolok Ukur Pengendalian Biaya
Untuk tujuan pengendalian biaya, organisasi harus disusun sedemikian rupa sehingga jelas wewenang dan tanggungjawab tiap-tiap manajer. Anggaran menghendaki adanya organisasi yang baik, yang setiap manajernya mengetahui tabggungjawab dan wewenang masing-masing. Dengan demikian, jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana dalam anggaran, akan mudah ditunjuk siapa yang bertanggungjawab
Untuk pengendalian biaya, anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkat manajemen dalam organisasi . Tiap-tiap manajer harus mengajukan rancangan anggaran biaya yang berada di bawah tanggungjawabnya masing-masing. Rancangan anggaran ini kemudian dikombinasikan dan diselaraskan satu sama lain oleh komite anggaran.Setiap perubahan yang dilakukan terhadap rancangan anggaran tersebut harus dirundingkan dengan dan diberitahukan kepada manajer penyusun anggaran biaya, sehingga menciptakan peran serta dan komitmen mereka dalam mencapai target yang ditetapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar