K.H. Abdullah Gymnastiar
Setiap orang
mendambakan ketenangan batin, dan untuk mencapai ketenangan batin bukanlah
sesuatu yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata
mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir "ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah hati akan tentram"
(QS. ar-Ra'd:28). Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tentram. Sebaliknya,
ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang. Sejauhmana
kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam ketentraman hati, maka akan sangat
terlihat dari berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat
Allah ketika shalat saja. Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah
hanya ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu
siapa itu Allah selama hidupnya. Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun
ia, dan sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun
derajatnya dimata manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah.
Sementara orang-orang yang mendalam
pengenalannya terhadap Allah, hatinya selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun
yang ia lihat, ia dengar dan ia rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat
pencipta alam semesta ini. "Milik
Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi." (QS.
al-Baqarah:284) Ketika tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar
makna ayat Al-Qur'an, "Bertasbih
menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan dibumi." (QS.ash-Shaff:1)
Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir disertai sabar
dan syukur. Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat menghindarkan kita
dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan hati. Dan hal ini
memerlukan latihan-latihan.
Latihan pertama adalah latihan mengenal diri sendiri.
Kalau seseorang ingin baik, ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang
ingin ia ubah menjadi baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan dan
jawaban dari orang yang kita tanyai tentang diri kita.
Latihan kedua adalah upaya memperbaiki diri. Setelah
kita tahu kondisi kita, maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan
menghilangkan kekurangan yang kita miliki. Bila perlu, kita tulis daftar semua
keburukan yang kita miliki dan rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.
Upaya yang
kita lakukan ini harus diiringi dengan cara meningkatkan kualitas membaca Al-Qur'an
dan dzikir, sebab itulah yang akan membantu kita untuk berubah menjadi baik
dimata manusia dan yang paling penting baik di hadapan Allah. Setelah itu
carilah lingkungan yang kondusif yang dapat membantu kita untuk selalu
istiqamah dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar