Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2022

4 ORANG YANG TIDAK AKAN TERSENTUH API NERAKA



1. SAHI

Orang yang tidak mempersulit sesuatu, selalu ada solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan tidak membuat orang lain susah


2. QORIB

Akrab, ramah diajak bicara, menyenagkan bagi orang yang diajak bicara. Wajahnya selalu berseri-seri dan murah senyum jika bertemu orang serta selalu menebar salam.


3. LAYYIN

Orang yang lembut dan santun baik bertutur kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri, tidak galak, tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat denganya. Tidak suka melakukan pemaksaan. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk orang lain.


4. HAYYIN

Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya.


Nabi Muhammad Bersabda, "Maukah kalian aku tunjukan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?" Para sahabat berkata, "Mau, wahai Rasulullah!" Beliau menjawab, "Yang haram tersentuh api neraka adalah orang yang Hayyin, Layyin, Qorib, Sahl." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)


Semoga kita berada di salah satunya... Aamiin Ya Robbal 'Alaamiin

Jangan Biarkan

 *Jangan biarkan* keterbatasan keadaan menghalangi kita mendulang pahala yang banyak di bulan Ramadhan ini.


• Mungkin ada yang usahanya belum bangkit pasca pukulan pandemi 2 tahun belakangan..

• Mungkin ada yang kehilangan semangat karena tak lagi didampingi oleh orang terkasih yang telah pergi mendahului selamanya..

• Mungkin ada yang tahun ini masih belum dapat pekerjaan setelah dirumahkan..


Dan beragam keadaan yang membuat hidup serasa tidak ideal..

Namun meski begitu.. jangan sampai semua itu jadi sebab kita terlewat untuk meraih pahala terbaik..


Selama masih ada umur. Itu modal yang mahal untuk "membeli" semua pahala yang Alloh sediakan.


Pakai umur untuk ngaji..

Pakai untuk untuk berbuat baik..

Pakai umur untuk istighfar dan bertaubat..

Pakai umur yang ada untuk terus memperbaiki diri..


Selama masih ada umur. Itu adalah modal yang paling mahal untuk bertransaksi dengan Alloh.. beli semua kesempatan ibadah dengan umur yang tersisa.


Sedekah tak harus banyak.. bahkan kadang tak perlu uang.

Andai memang tak bisa.. 

Ada malam hari yang bisa diisi dengan qiyam ramadhan dan tadarus Qur'an.


Ada banyak kegiatan amal sholeh yang kita bisa menawarkan tenaga untuk ikut membantu dan berkhidmat.


Sekali lagi.. jangan menyerah meski keadaan terlihat susah.

Jangan sampai rugi di dunia.. Di akhirat pun kemudian rugi karena hanya pasrah berdiam diri.


Perbanyak doa..

Perbaiki ibadah..

Ikhtiar dengan upaya terbaik..


Ramadhan ini diizinkan menyapamu dan menyapaku.. pasti karena Alloh masih punya rencana istimewa untukku dan untukmu.


Takbir..!!!

Allohu akbar..!!


LAWAN KEADAANMU DEMI AMALMU 💪🏾💥

Rabu, 14 Maret 2018

CARA MENCUCI KEMALUAN DENGAN BENAR...

Cara Cuci Kemaluan yang Betul, Kalau Tidak Mau Disiksa Malaikat Di Alam Kubur Nanti !!

Seringkali kita merasa telah mencuci kemaluan kita dengan bersih dan benar. Bersih belum berarti benar. Hal ini penting agar amal ibadah kita diterima.
Banyak orang merasa ibadah mereka bagus, tetapi sebenarnya masih tidak terlepas dari ancaman azab api neraka hanya karena tidak benar dalam mencuci kemaluannya.
Sayyidina Abu Bakar R.A. pernah hendak menyolatkan mayat seorang lelaki, tetapi tiba2 tersentak dengan suatu benda bergerak-gerak dari dalam kain kafan lelaki itu. Lalu disuruhnya seseorang untuk membukanya. Alangkah terkejutnya ada seekor ular sedang melilit kepala kemaluan mayat lelaki itu.
Khalifah Abu Bakar mencabut pedang lalu menghampiri ular tadi untuk membunuhnya. Tetapi ular itu tiba2 berkata:
”Apakah salahku? Karena aku diutus oleh Allah untuk menjalankan tugas yang diperintahkan”
Setelah diselidiki amalan lelaki itu semasa hayatnya, ternyata dia merupakan orang yang menyepelekan dalam hal menyucikan kemaluannya setelah selesai membuang air kecil.
Jadi sebenarnya bagaimana cara membersihkan kemaluan kita dengan benar?
Lelaki dan wanita berbeda caranya. Bukan dibasuh sekadarnya dengan air dan asalkan bersih.
LELAKI:
Selepas membuang air kecil, disunnahkan berdehem dua atau tiga kali supaya air kencing betul-betul sudah habis keluar.
Kemudian basuhlah dgn air sampai bersih.
Apabila membasuh kemaluannya, hendaklah ia berdehem dan pastikan dicuci bagian dalamnya dengan memasukkan sedikit jari tengah tangan kiri dan diputar-putarkan sewaktu disiram air bersih.
1. Tidak ada kata malu dalam urusan menyampaikan kebenaran Agama.
2. Jangan beranggapan ilmu fiqih itu jorok, karena fiqih itu menjelaskan sedetail2 nya.```
x

Setelah itu urutlah kemaluan dari pangkal ke ujung beberapa kali dengan menggunakan tangan kiri, sehingga tiada lagi air kencing yang tertinggal dalam saluran.
WANITA:
Bukan dengan hanya menyiram air semata-mata, karena hanya dengan menyiram air saja tidak dapat membersihkan bagian dalam kemaluan wanita secara sempurna.
SANGAT PENTING
Begitu juga sewaktu akan membasuh air besar (berak), jari-jari tangan kiri yang akan dipakai membersihkan sebaiknya diolesi dengan sabun, terutama bagian kukunya. Kemudian sangat penting juga untuk memasukkan satu jari ke dalam dubur. Putarkan beberapa kali supaya najis keluar dari dinding dubur, sambil siram dgn air hingga terasa najis benar2 telah hilang dan bersih.
Sudah benar atau tidak kah cara membersihkan kemaluan kita selama ini? Kalau belum benar, mari bersama2 kita betulkan supaya diri kita bersih dengan cara yang benar. Karena telah dijanjikan neraka bagi mereka yg tidak istibro' (menyucikan diri dengan sempurna baik hadas kecil/ hadas besar).
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yg mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala",Amin3x
Catatan:

Sabtu, 27 Februari 2016

SI PENJUAL KORAN

Pagi itu penjaja koran berteduh di emperan toko. Sejak subuh hujan turun cukup deras, yg membuatnya tidak bisa menjajakan korannya.

Terbayang di benakku, tidak ada satu sen pun uang yang akan ia peroleh kalau hari terus hujan. Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikitpun di wajah Penjual Koran Sang Teladan.

Hujan masih terus turun. Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku. Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata... KITAB SUCI AL-QURAN yg dibacanya...

+ "Assalamu 'alaikum" ...

- “Waalaikum salam"

+ “Bagaimana jualan korannya, Mas" ...

- “Alhamdulillah, sudah satu yang terjual.”

+ “Wah susah juga ya kalau hujan begini" ...

- “Insya Allah ada rizkinya.”

+ “Terus, kalau hujannya sampai sore?”

- “Itu artinya rizki saya bukan jualan koran, tapi banyak berdoa.”

+ “Kenapa?”

- “Kata Rasulullah SAW, saat hujan adalah saat mustajab untuk berdoa. Punya kesempatan berdoa, juga rizki namanya.”

+ “Lantas, kalau tidak dapat uang?”

- "Berarti, rizki saya bersabar"

+ "Kalau tidak ada yg dimakan"? .....

- “Berarti rizki saya berpuasa"

+ “Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu?”

- “Allah SWT yang memberi rizki. Apa saja rizki yang diberikan-Nya saya syukuri. Selama jualan koran, meskipun tidak laku, dan harus puasa, tapi saya blm pernah kelaparan" - katanya mantap dan ikhlas menutup pembicaraan

Saudaraku...

Hujan pun reda. Si penjaja koran bersiap-siap untuk berjualan. Ia pamit sambil memasukkan Al-Quran ke dalam tas gendongnya.

Aku termenung ... tanpa kusadari kacamataku menjadi gelap krn kucuran tangisku. Saya terenyuh thdp diri sendiri setelah menyimak kalimat tausiah yang diucapkan srorang loper koran.

Ada penyesalan di dalam hati. Kenapa kalau hujan aku masih resah-gelisah. Khawatir tidak dapat uang, ... khawatir acaranya berantakan... khawatir jemurannya tdk ada yg kering... khawatir rumahnya kebanjiran, ... khawatir tdk dpt hadir di undangan ... khawatir tidak bisa bertemu klien dan kawan seprofesi... dsb..dsb..

Kembali baru kusadari, rizki bukan semata uang. Bisa bersabar, berpuasa, berdoa, beribadah kesalehan sosial lain apa pun itu, adalah juga rizki dari Allah SWT.

Hujan, bukanlah petaka tp anugerah, rahmat & berkah dr Allah.

Dlm kesempatan hujan itu kita bs memanjatkan doa apa sj yg In syaa Allah diijabah oleh Allah..

Saudaraku...

Rizki hidayah dan bisa bersyukur adalah jauh lebih bermakna daripada pekerjaan dan uang. Dari apa pun juga...

Selasa, 23 Februari 2016

Kaos Kaki sobek

Seseorang kaya raya , sedang sakit parah,menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya..
Beliau berwasiat : Anak-anakku, jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian " tolong pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti..

" Singkat cerita, Akhirnya sang Ayah meninggal dunia.. Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak2nya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.. Akan tetapi pak modin menolaknya : maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat..

Terjadi diskusi panas antara anak2 yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustadz yang melarangnya.. Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris..

Beliau menyampaikan : sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka ber-sama2 siapa tahu ada petunjuk..!!
Maka dibukalah surat wasiat alm milyader buat anak2nya yang di titipkan kepada Notaris tersebut..

Ini bunyinya:
Anak-anaku,pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah..
Lihatlah anak2ku, padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah dan sawah di-mana2, rumah mewah banyak.. Tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati..!!

Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati.. Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas.. Anak2ku inilah yg ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara..

Salam sayang dari ayah.

 jadikanlah dunia ini sebagai jalan menuju  Allah.

Aamiin Yaa Robbal

Minggu, 19 Juli 2015

3 KATA SEDERHANA

BAGI pasangan suami istri manapun, komunikasi adalah sesuatu yang sangat penting. Di antara kata-kata itu, ada tiga kata sederhana yang dalam keseharian memberikan dampak yang sangat besar.
Kata-kata itu adalah:
“SINI AKU BANTU”, relakan waktu Anda dan usahakan tanpa berpikir lebih lanjut.
“AKU MENGHORMATI KAMU”, pengaguman terhadap pasangan Anda, meninggikan statusnya di mata Anda.
“AKU RINDU KAMU”, tiga kata ini memberi tahu kepada pasangan Anda bahwa ada ruangan yang senantiasa tersedia untuknya.
“AKU SANGAT MENYESAL”, menunjukan sikap yang manusiawi sekali, bahwa dalam beberapa titik, kita berbuat salah.
“KUMOHON MAAFKAN AKU”, menerima pernyataan maaf sebagaimana kita juga selalu ingin dimaafkan untuk setiap khilaf.
“TERIMA KASIH BANYAK”, ini adalah ucapan syukur atas kebaikan pasangan Anda.
“BAGAIMANA KABARMU, SAYANG?”, kesehatan adalah kekayaan tak ternilai. Tunjukkan bahwa Anda sangat peduli terhadap pasangan Anda, sama pedulinya Anda terhadap diri Anda sendiri.
“AKU CINTA KAMU”, ini kata paling sakti dalam hubungan rumah tangga. Seharusnya, semakin lama bahtera rumah tangga, semakin kita terbiasa mengucapkan hal ini, walau dalam momen-momen tertentu. Tak ada yang bisa mengalahkan anugerah cinta. Tiga kata ini akan meyakinkan pasangan Anda bahwa mereka sangat dibutuhkan dan diinginkan dalam hidup Anda.

KISAH PARA NABI MELAWAN PENGUASA

 Oleh Ust. ANIS MATTA,

Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya yakin Antum semua di bulan Ramadhan kemarin telah mengkhatamkan Alquran. Tinggal masalahnya, berapa kali khatam?Ikhwah fillah. Interaksi kita dengan Alquran baru akan terwujud ketika kita merasa dibimbing Alquran dalam setiap interaksi kita, termasuk pengalaman-pengalaman hidup kita. Pola interaksi kita dengan Alquran itulah yang harus kita tingkatkan, agar Alquran benar-benar memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita.
Ikhwah fillah. Salah satu kandungan Alquran adalah sejarah yang berisi fakta-fakta kemudian ditafsirkan. Tujuan utamanya bukan menguasai fakta-fakta itu, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari fakta-fakta sejarah tersebut.
Kisah Alquran yang erat kaitannya dengan kehidupan bernegara, di antaranya adalah kisah Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, dan Nabi Musa vs Penguasa kala itu.
Nabi Musa mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memposisikan diri sebagai oposisi. Nabi Yusuf mengajarkan kepada kita konsep dan aplikasi tentang “musyarakah” sehingga kisahnya yang berawal di penjara dapat berujung di istana. Berbeda lagi kisah tentang Nabi Sulaiman, yang bercerita tentang bagaimana jika agama telah mampu menguasai negara.
Ketiga cerita tersebut meskipun berbeda, tetapi mempunyai persamaan:
(1) Konflik
Baik ketika beroposisi, bermusyarokah, maupun menguasai negara, konflik itu selalu ada. Bahkan (cikal bakal) konflik antara Nabi Musa dan Fir’aun telah ada jauh sebelum Nabi Musa lahir, yaitu keinginan Fir’aun melenyapkan setiap bayi laki-laki karena dikhawatirkan akan menyingkirkan kekuasaannya.
Konflik adalah salah satu bentuk cobaan Allah kepada manusia. Manusia yang paling keras cobaannya adalah para nabi dan orang-orang yang paling “mirip” dengan para nabi itu (orang-orang shalih).
Konflik itu biasa, bahkan konflik antara Yusuf dan Benyamin (satu ibu-satu bapak) dengan saudara-saudaranya yang juga anak-anak keturunan Nabi (keluarga Yusuf, 4 generasi ke atas adalah Nabi semua) hingga berujung pada skenario pembunuhan. Apalagi hanya dalam sebuah organisasi atau negara. Kata Sayid Qutb: kita tidak bisa memilih untuk tidak berkonflik, yang bisa kita pilih adalah di kubu mana kita berada.
Khusus cerita Yusuf kita dapati konflik terjadi karena kecemburuan akan kadar keikhlasan saudara-saudaranya. Maka, prinsip dakwah kita yang pertama dan utama adalah salamatush-shadr (lapang dada, wujud ukhuwah paling minimal -ed).
(2) Konspirasi
Hal yg patut dicatat: ayat-ayat yang berkaitan dengan konspirasi kepada para nabi itu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan kepada taqdir, supaya kita punya keyakinan bahwa Allah-lah yang mengendalikan semuanya. Dia-lah sebaik-baik pembuat tipu daya.
Kita lihat bagaimana kisah Nabi Musa yang diselamatkan Allah dengan mengantarkan beliau ke istana Fir’aun melalui Sungai Nil kemudian ditemukan oleh isteri Fir’aun. Siapakah yang mengendalikan pikiran isteri Fir’aun sehingga Musa diselamatkan dan diijinkan menikmati hidup di istana? Bukankah sebelumnya Fir’aun ingin agar setiap bayi laki-laki dibunuh? Mengapa dia justeru setuju untuk membesarkan Musa di istananya? Allah telah mengubah persepsi Fir’aun dan isterinya sehingga menyelisihi niatnya sendiri.
Ingat pertempuran Fir’aun dan Musa, ketika Musa terjepit Ia justru lari ke laut. Logika perang modern dimana-mana kalau terjepit larinya ke gunung atau hutan bukan ke laut. Maka tatkala Fir’aun mengetahui hal itu, ia dan pasukannya besorak karena sangat mudah menghancurkan Musa dan pengikutnya. Tapi Allah punya rencana, diperintahkan Musa memukulkan tongkat ke laut dan terbelah-lah lautan. Fir’aun pun tak sempat berpikir panjang, mengejar ke tengah lautan yang terbuka, dan ia pun binasa ditelan lautan.
Demikian pula, siapakah yang mengendalikan pikiran saudara Yusuf sehingga mereka hanya menceburkan Yusuf ke dalam sumur, dan bukan membunuhnya? Ingat, sebab utama konflik antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya adalah KECEMBURUAN, yang berakhir pada konspirasi untuk membunuh Yusuf as.
Jika kita punya kesadaran tentang kekuasaan Allah, tidak boleh ada ancaman yang membuat kita berhenti bergerak dan berjuang. Maka, jangan pernah memandang besar dan kuat terhadap musuh-musuh kita. Allah-lah yang memberikan kita kekuatan dan persepsi itu.
(3) Jarak
Yang dimaksud di sini adalah jarak antara mimpi dan realisasi atas mimpi itu. Kita harus punya optimisme bahwa mimpi kita pasti terwujud. Harus punya nafas perjuangan yang panjang agar mimpi kita terwujud. Berapa lama jarak antara mimpi Nabi Yusuf dan realisasi kekuasaan beliau? Salah satu riwayat menjelaskan, jarak itu adalah 40 tahun. Kesabaran Yusuf itulah yang menjadikannya dimenangkan oleh Allah SWT.
Kesabaran adalah faktor yang sangat penting dalam suatu perjuangan. Kisah nabi Yusuf antara dibuang saudara-saudaranya dengan realitas mimpi ayahnya nabi Yakub, bahwa saudara-saudara akan menyembah/sujud ke nabi Yusuf, adalah sekitar 40 tahun (8x pemilu), riwayat lain 80 tahun (16x pemilu).
Jatuh bangun dalam pilkada, pileg, adalah biasa dalam pendakian menuju kemenangan. Yang pasti, kita harus terus naik, meskipun dlm perjalanan naik itu kadangkala butuh istirahat. Kalaupun kita menang pilkada bahkan memenangkan negara ini masih akan panjang perjuangan (tantangan dan konfliknya). Usai memenangi negara kita harus berjuang dan berkonflik memenangkan tahap berikutnya hingga sampai ustadziyatul ’alam.
Jadi miliki nafas yang panjang, jangan pernah patah arang apalagi hanya karena survey.
Siapa yang akan menang, adalah mereka yang berumur lebih panjang: stamina tetap, teknik semakin baik. Pemimpin Bosnia kala tahun 1994 diwawancarai oleh Fox News ditanya tentang masa depan Bosnia, beliau mengatakan, “Yang memenangi peperangan ini bukanlah yang membunuh lebih banyak jiwa, tetapi siapa yang bisa hidup lebih lama.” Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada
akhirnya Serbia pergi dan Bosnia berdiri merdeka.
Yakinlah kapanpun itu kita akan tetap menang pada akhirnya. Mana lebih lama umur negara atau agama? Imperium Romawi-Yunani sekarang mana? Tapi agama yang dulu pernah mereka kalahkan sampai hari ini masih tetap ada. Maka karena kita berjuang untuk agama ia akan selalu menang! Politisi menciptakan voters, tapi agama menciptakan Followers. Kuat mana voters dan followers?
(4) Mindset
Baik Nabi Yusuf, Musa, maupun Sulaiman, ketiganya punya mindset sebagai PEMENANG, bukan pengabdi. Coba perhatikan, Doa Nabi Sulaiman yang sangat dahsyat: Robbii hablii mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba’dii. Sulaiman minta negara dan ia minta negara itu tidak diberikan kepada selainnya.
Kita doanya apa? kita doa minta istri, anak-anak sholeh, dan semua itu diberikan oleh Allah. Tapi pernahkah kita berdoa minta negara?
*Sulaiman bukan hanya minta negara, tapi negara/kekuasaan yang tak diberikan Allah kepada setelahnya*
Kalau kita tak pernah meminta (berdoa) minta negara akankah Allah berikan kita negara ini? Oleh karena itu mari kita tambah doa-doa kita dengan doa Sulaiman.
*Kalau kita minta negara maka Allah akan sertakan segala isinya, tapi kalau kita hanya minta suami, istri, anak sholeh belum tentu negara akan diberikan pada kita. Sulaiman karena doanya itu menurut riwayat istrinya 99, bahkan Daud istrinya 1000*
Berdoalah kepada Allah agar kita diberikan kekuasaan yang dengannya kita memperbaiki umat dan bangsa ini. Bahkan lebih daripada itu, kita akan tunjukkan peran kita di muka bumi ini.
Apakah Antum siap untuk mengubah MINDSET sebagai PEMENANG ?
Apakah Antum siap MEMENANGKAN DAKWAH ini ?
Yakinkah Antum dengan KEMENANGAN yang akan ALLAH BERIKAN ?
Inspirasi Dari Kisah Nabi Musa, Yusuf dan Sulaiman

Lupa Diri

Td malam aku lupa
Lupa terbangun utk bermunajat kepadaNya
Ah, padahal baru saja dua malam lalu terjaga
Dengan berharap penuh pada ridhaNya
Seharian berkeliling silaturahmi
Makan segala apa yg tersaji
Seakan tak pernah makan berhari-hari
Padahal hari sebelumnya masih bisa menahan diri
Bertemu sanak saudara bercanda haha hihi
Diselingi ghibah sana sini
Atau membuat lelucon tak berarti
Hanya ingin jd pusat perhatian famili
Ah, padahal sebulan sdh latihan
Menahan makan juga lisan
Tak peduli teman memulai pertengkaran
Hati tetap tenang dg segala ucapan
Hari raya ini tilawah tidak kholas
Bahkan selembarpun tak tuntas
Sebulan penuh kmrn 2 kali khatam tak berbekas
Bahkan japrian adminpun malas utk dibalas
Ah..ah..ah ...
Aku kenapa
Sebulan tampak sholih
Sehari liwat sudah beralih
Aku mau berubah
Aku janji tdk lagi bertingkah
Aku ingat suatu tausiyah
Rugi diri jika makin hari taqwa tak bertambah
Ya Allah...
Tetapkan hatiku di atas jalanMu
Istiqomahkan aku
Jadikan aku termasuk bagian orang sholih
Dan berharap mendapat surgaMu
Aamiin...

Minggu, 12 April 2015

Ingatlah, Perbuatan Kita di Dunia Akan Dihisab

PADA hari kiamat manusia akan ditanya tentang seluruh perbuatannya yang telah dilakukan olehnya saat di dunia, sebagaimana firman Allah SWT, “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka lakukan.” Allah juga berfirman, “Maka Sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus Rasul-rasul kepada mereka dan Sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-rasul (Kami).”
Dalam Sunnan At-Tirmidzi diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kedua kaki seorang hamba tidak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, Pertama, umurnya untuk apa dihabiskan. Kedua, Ilmunya, apa yang ia lakukan dengan ilmu itu. Ketiga, Hartanya, dari mana ia peroleh dan dipakai untuk apa. Keempat, badannya, ia pakai untuk apa.”
Dalam Sunan At-Tirmidizi pula dari Abd’Allah ibn Masud bahwa Nabi SAW bersabda, “Keduan kaki anak adam (manusia) tidak akan melangkah dari hadapan Allah pada hari kiamat sebelum ia ditanya lima hal. Umurnya, untuk apa ia habiskan. Masa mudanya, untuk apa ia habiskan. Hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan, serta apa yang ia perbuat dengan ilmunya.
Orang yang merenungkan hadits tersebut akan mengetahui rahasia atau hikmah seruan Rasulullah kepada kaum muslimin untuk tidak bergelimang harta. Makin banyak harta seorang hamba, makin banyak dan panjang hisabnya, makin sedikit harta maka makin sebentar dan ringan hisabnya sehingga makin cepat masuk surga. Rsulullah SAW telah mengabarkan kepada kita bahwa kaum muhajirin yang miskin masuk surga 40 tahun lebih cepat dari pada orang kayanya.
Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu ar-Rahman al-Hubli yang berkata: Tiga orang termasuk saya datang kepada Abd’Allah ibn Umar ibn Ash da berkata, “Wahai Abu Muhammad, kami demi Allah tidak mempunyai apa-apa tidak ada uang, tidak ada hewan, dan tidak ada barang.” Ia lalu berkata, “Apa yang kalian mau? Kalian bisa datang lagi nanti dan akan saya berikan apa yang Allah mudahkan bagi kalian, atau saya akan menceritakan keadaan kalian pada Sultan, atau kalian bersabar. Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya orang-orang fakir miskin dari kaum muhajirin pada hari kiamat masuk surga mendahului orang-orang kayanya dengan jeda empat puluh musim gugur.” (Shahih Muslim)

Renungan

Malaikat Jibril bercerita tentang api neraka.
Bahwa اللَّهُ swt, telah menyalakan api neraka itu selama 1.000 tahun, sehingga apinya menjadi merah padam bernyala-nyala.
Lalu dipanaskan lagi 1.000 tahun, lantaran suhu panasnya, api itu berubah warna menjadi putih.
Lalu اللَّهُ swt memanaskannya selama 1.000 tahun lagi, hingga apinya berubah menjadi hitam pekat dan gelap.
"Jika ada manusia yang dilemparkan ke dalamnya, maka sekejap saja langsung akan musnah," ujar Jibril.
Kemudian malaikat Jibril pun menangis. "Mengapa engkau menangis Ya Jibril," tanya Rasulullah saw. "Aku takut kepada jiwaku," ucap Jibril.
"Bukankah engkau adalah malaikat, yang tidak mungkin berbuat maksiat kepada Allah swt," kata Nabi saw.
"Benar, akan tetapi takdir اللَّهُ bisa berlaku atas siapa saja. Bukankankah Iblis itu asalnya adalah penduduk Surga, lalu berlaku takdir Allah swt atasnya. Hingga Iblis menjadi penghuni Neraka," urai Jibril.
Yaa اللَّهُ Jauhkanlah kami dan Setiap orang Yang mengucapkan 'Aamiin' dari Siksa Kubur dan Siksan Api Neraka .

Kamis, 19 Maret 2015

RENUNGAN

Imam Masjidil Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-
Syuraim dalam sebuah khutbah jum’at beliauberkata :
"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahandalam kehidupannya setelah masuknya Whatsapp,
Facebook, Instagram dan yang lainnya dalamkehidupan ???
Bacalah !
Peringatan penting !!!
Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan, kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah. Kita telah
menjadi penyembah-penyembah Whatsapp, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.
Kenapa hati kita mengeras !!!
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian-kejadian yang di share di Whatshapp. Hati kita kini mempunyai kebiasaan, yang tak lagi takut pada suatu pun.
Oleh karenanya hati mengeras bagai batu.
Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan !!!
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whatsapp saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari, namun bukan begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam kita.

Sangat disayangkan, kita telah menjadi para pecandu..!
Kita makan, handpone ada ditangan kiri kita...
Kita duduk-duduk bersama teman-teman, HP adadi genggaman...
Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handphone ada di tangan pula...
Sedang menyetir, HP juga ada di tangan...
Sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone...
Dan masih banyak lagi...
Aku tidak ingin mendengar seseorang yangmemberi pembelaan pada teknologi ini. 
Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal, betapa kita merasa sangat kehilangan. 
Andai perasaan seperti itu ada juga pada "shalat dan tilawatul Qur'an kita"...
Adakah dari kita yang mengingkari hal ini ?
Dan siapa juga yang tidak mendapatkan perubahan negatif di kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada hidupnya dan setelah ia menjadi pecandu ?
Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kitananti di kubur ? Apakah HP ???
Mari kita sama kembali pada Allah, jangan sampai ada hal yang menyibukkan kita dari dien kita, kita
tak tahu berapakah sisa umur kita..!
Allah berfirman:
( ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﻋْﺮَﺽَ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِﻱ ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻪُ ﻣَﻌِﻴﺸَﺔً ﺿَﻨْﻜًﺎ )
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit” [Qs.Thoha : 124].
Kirim pada teman-teman anda...Percayalah padaku, kalau kebanyakan manusiadalam keadaan lalai tentang hal ini...
Jangan anda sembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu...
Apakah kita salah satu pecandu itu ?
Wal 'iyaadzubillaah...
Astaghfirulloh...
Semoga handphone yang kita miliki adalah wasiilah untuk kebaikan dan bukan wasiilah dalam keburukan...

Rabu, 18 Maret 2015

SEBUAH NILAI

Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya, lalu ia bertanya :
"Siapa yang mau uang ini?"

Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.....
Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya dan kembali bertanya :
"Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangannya.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata :
"Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.
Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya :
"Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tdk akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian dihinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan ataupun bahkan difitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh.
Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh.
Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga dirimu.
Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya.."
Tetap semangat
selamat istirahat. salam sukses selalu.
Semoga Bermanfaat....smile emotikon
Dan semoga menjadikan motifasi kita,
آمِينْ... آمِينْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Sepenggal Firdaus itu Bermula dari Rumah Kita

~Ustadz Anis Matta~
Renungan Keluarga dari Negeri Surga"
Kita berharap merealisasikan Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus bagi Dunia...
Sudahkah kita berupaya menjadikan Rumah kita sebagai Surga Dunia?
Seorang Istri yang shalihah akan menjadikan Rumah tentram dan menyenangkan...
Seorang Suami yang shalih akan menjadikan Rumah aman dan nyaman...
Anak-anak yang shalih-shalihah akan menjadi permata penghias nan menyejukkan...
Bagaimana dengan Rumah Kita?
Bagaimana dengan Suami Kita?
Bagaimana dengan Istri Kita?
Bagaimana dengan Anak-anak kita?
Sudahkah kita hadirkan Surga yang menentramkan di "Rumah" kita?
Ataukah kita lebih nyaman menghiasinya dengan gemerincing harta tanpa makna?
Jadikan momentum malam ini...
...sebagai tonggak baru menghidupkan rumah kita...
...sebagai tonggak baru menyinari rumah kita...
Saling hidupkan Tarbiyah Dzatiyah dan Ruhiyah dalam Usrah Muslimah...
Saling menjaga tilawah dan mengingatkan untuk Shalat berjama'ah...
Saling menguatkan hafalan dan membiasakan shadaqah...
Saling mendukung aktifitas dakwah dan menghidupkan nuansa harakiyyah...
Kita berharap merealisasikan Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus bagi Dunia...
Sadarlah bahwa semua berawal dari Rumah setiap kader dakwah yang ada...
Sudahkah Rumah kita menjadi syurga bagi jiwa-jiwa fana?
Semoga Allah Azza wa Jalla memberkahi ikhtiar kita...
Menjadikan Indonesia sepenggal Firdaus bagi masyarakat dunia...
Diawali dengan menjadikan Rumah kita sebagai Surga bagi penghuninya...
Rumah yang berfungsi sebagai Busur Panah yang kokoh dan perkasa...
Ladang Penyemaian yang kelak menghasilkan anak-anak panah peradaban...
Anak panah yang berjiwa ksatria...
Penghulu Gerak dan Kerja Dakwah...
Yang siap dilepaskan mengoyak sendi-sendi kemungkaran dunia...
Rumah kita...Keluarga kita...Inspirasi Keluarga Penghulu Surga...
Wallahua'lam
Barakallahu fiik...

MUHASABAH

Yang membingungkan di dunia ini adalah "Manusia", karena dia mengorbankan "Kesehatannya" hanya demi "uang" .....
Lalu dia mengorbankan "Uangnya", demi "Kesehatan"....
Lalu ...dia "Khawatir" dengan masa depannya...
Sampai dia tidak menikmati "Masa kini"..
Akhirnya ... dia tidak hidup dimasa depan ataupun dimasa kini...
Lalu ... dia "meninggal"... tanpa benar benar menikmati apa itu "Hidup"...
Bersyukurlah .... apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati, karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok...
Ketika lahir....
Kedua tangan kita kosong...
Ketika kita meninggal pun...
Kedua tangan kita kosong...
Waktu datang...dan waktu pergi...
Kita tidak membawa apa-apa...
Jangan "Sombong" , karena kaya dan berkedudukan....
Jangan minder karena miskin dan hina...
Bukankah kita semua hanyalah tamu...
Dan semua milik kita...hanyalah titipan...
Tetaplah rendah hati ...
Seberapapun tinggi kedudukan kita
Tetaplah percaya diri ....
Seberapapun kekurangan kita
Tetaplah istiqomah pada kebaikan ..
Dengan apapun yang kita lakukan
Selami hati kita....
Tanyakan didalam hati kita....
Alloh itu ada di manapun ...
Dekat ... dekat ... bahkan teramat dekat...
Lebih dekat ....dari urat leher kita
Semoga bermanfaat

Tersedu-sedu…


Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang…
Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya…
Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan... Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…
Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya...
Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya…
Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung…
Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung…
“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…
Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...
“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar:”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…
Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW:”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…
“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…
Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah...
Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru...
Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!
Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Amayat 32:”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...
Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…
Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi…

Ada Pintu Surga Di Rumah Kita


Seorang tabi’in yang mulia Iyas bin Mu’awiyah menangis sejadi-jadinya ketika meninggal salah satu dari orang tuanya,
maka dikatakan pada beliau :
“Mengapa anda menangis sedemikian rupa?”

Maka beliau menjawab:
“Tidaklah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati.
Akan tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke surga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan di buka sampai Hari Kiamat,
aku memohon pada اَللّهُ Ta’ala agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua.”.
Kedua orang tua adalah dua pintu menuju surga,yang kita dapat menikmati bau harumnya setiap pagi dan petang,
Rosululloh saw bersabda:
“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia”
(HR. Tirmidzi).
Iya, pintu surga yang paling tengah, yang paling indah, yang paling elok.
Maka masihkah engkau sia-siakan pintu itu?
Bahkan engkau haramkan dirimu untuk memasukinya?
Dengan mengangkat suaramu dihadapannya?
Dengan membentaknya di kala tulang-tulangnya semakin lemah karena dimakan usia..,
Sementara tubuhmu yang berotot kekar,
dahulu telah di basuh kotorannya dengan tangannya yang kini tak bertenaga…
Duhai sungguh ruginya..
Rosululloh saw bersabda :
” Celaka,celaka,celaka !
dikatakan pada beliau,
siapa wahai Rosululloh?,
maka beliau bersabda :
”Siapa saja yang menjumpai kedua orang tuanya, baik salah satu atau kedua-duanya di kala mereka lanjut usia, akan tetapi
(perjumpaan tersebut)
tidak memasukannya ke surga.
(HR. Muslim).
Ya اَللّهُ....,
berilah kami rizki untuk berbakti kepada kedua orang tua kami, dan kumpulkanlah kami bersama mereka di surga Mu.
Semoga bermanfa'at...smile emotikon
Dan semoga dapat memotifasi kita untuk selalu sayang kpd orang tua,
آمِينْ... آمِينْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Tahukan anda, mengapa kita tidak menangis saat membaca al-Qur`an ?

Sampai kabar kepada Imam Ahmad bin Hanbali bahwa salah seorang muridnya selalu bangun malam dan mengkhatamkan al-Qur`an secara sempurna hingga terbit fajar. Kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh.
Imam Ahmad (A) pun ingin mengajarkannya cara mentadabburi al-Qur`an. Datanglah ia kepada muridnya itu, kemudian berkata: "Aku dengar kamu melakukan ini dan itu..?
Muridnya (M) menjawab: "Ya"
A: "Kalo gitu, coba nanti malam kamu lakukan seperti kemarin-kemarin, tapi saat membaca al-Qur`an bayangkan kamu membacanya di hadapanku, atau seakan-akan aku mengawasi bacaanmu.
Keesokan harinya, datanglah si murid, dan Imam Ahmad bertanya hasilnya. Si murid (M) menjawab: "Aku hanya bisa membaca 10 juz saja"
A: "Coba nanti malam baca al-Qur`an seakan-akan kamu membacanya di hadapan Rosulullah SAW"
Keesokan harinya si murid datang lagi dan berkata: "Ya imam, aku hanya sanggup membaca juz 'amma saja"
A: "Nah sekarang, cobalah nanti malam kamu baca al-Qur`an seakan-akan di hadapan اللَّهُ 'Azza wa Jalla"
Si murid pun kaget disuruh seperti ini.
Keesokan harinya, si murid datang dengan mata bengkak akibat dari menangis. Imam Ahmad pun bertanya : "Apa yg kamu lakukan anakku?"
Si murid menjawab sambil menangis : "Ya imam, demi اللَّهُ , sepanjang malam aku tidak bisa menyempurnakan bacaan surat al-Fatihah"
*****
Al-Qur`an adalah kalam اللَّهُ kepada kita.. Maka bacalah ia dengan hati, bukan hanya sekedar dengan lisan agar kita selamat dari serangan syetan untuk melakukan tidak baik.
Syetan akan masuk pada orang yg malas صَلاَتُ dan ngaji Al-quran.

SIMPLE SEDEKAH

✔ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu. Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya
✔ Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana
✔ Sisihkanlah dari penghasilanmu, sebagian untuk disumbangkan kepada anak yatim
✔ Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulan
✔ Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama keluarga dan kerabat,  belilah dos air mineral, niatkan untuk sedekah kepada orang² yang butuh minum, yang sakit, dan lainnya
✔ Jika anda mengisi bensin atau parkir, kemudian petugasnya mengembalikan uang receh sisa kembalian, berikan sisa uang itu untuknya sebagai sedekah
✔ Belilah mushaf (Al Quran) letakkan di salah satu masjid dan bayangkan berapa pahala yang akan anda dapat pada setiap huruf yang mereka baca
✔ Berikanlah perasaan gembira kepada setiap muslim, khususnya kepada mereka yang sedang tertimpa kesedihan
✔ Lemparkanlah senyum kepada orang yang anda temui, berilah salam kepada orang yang duduk dan bertuturlah dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah
✔ Jangan biarkan anda tertidur,melainkan telah memaafkan setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu (menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu
✔ Monggo dishare, siapa tahu ada orang yang mau mengamalkan ini, sehingga andapun akan mendapatkan pahala
Semoga berkenan & bermanfaat

Allah Lebih Tahu


Di sebuah desa hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang."Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.
Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.
Di tengah putus asa,terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.
Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Diayakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.
Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang,dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah.Bantulah aku, kabulkan doaku..."
Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe.Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.
Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.
Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.
Air mata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Apakah Tuhan ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.
Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.
Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...
Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"
Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."
"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, sahabat?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.
Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"
"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"
Sahabat……Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA

Selasa, 17 Februari 2015

Jika Melihat yang Mengagumkan, Begini Nih Adabnya



MELIHAT sesuatu yang mengagumkan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Entah itu berupa barang maupun seseorang yang mengagumkan. Jikalau perasaan itu muncul, tentulah wajar-wajar saja. Namun, hati-hati bisa jadi dari rasa kagum itu berubah menjadi suatu hal yang negatif.
Untuk itu, dalam Islam telah diberi pengetahuan bagaimana cara kita menyikapi rasa kagum. Jika rasa kagum itu ada, maka ada adab yang harus dilakukan. Di antaranya:
1. Mengucapkan, “Masya Allah Laaquwwata illaa billaah,” (Apa yang dikehendaki oleh Allah tidak ada kekuatan, kecuali kekuatan-Nya).
2. Mengucapkan, “Tabaara kallaah” atau “Allahu yu baari ku ka” (Semoga Allah memberkati. Yakni Allah memberkati sekalian dan apa yang telah dianugerahkan).
3. Do’a itu diucapkan ketika seseorang merasa kagum atas sesuatu karena takut kalau-kalau hal ini akan menjadikannya iri.
Itulah 3 adab yang harus dilakukan ketika mengagumi sesuatu. Jangan sampai rasa kagum itu ternodai karena ada rasa iri hati. Ikut berbahagialah dengan kebahagiaan orang lain. Jangan kita merasa sedih karena orang lain bahagia. [Sumber: Adab Islam dalam Kehidupan Sehari-hari/Karya: Mahdy Saeed Reziq Krezem/Penerbit: Media Da’wah]