Sabtu, 27 Februari 2016

SI PENJUAL KORAN

Pagi itu penjaja koran berteduh di emperan toko. Sejak subuh hujan turun cukup deras, yg membuatnya tidak bisa menjajakan korannya.

Terbayang di benakku, tidak ada satu sen pun uang yang akan ia peroleh kalau hari terus hujan. Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikitpun di wajah Penjual Koran Sang Teladan.

Hujan masih terus turun. Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku. Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata... KITAB SUCI AL-QURAN yg dibacanya...

+ "Assalamu 'alaikum" ...

- “Waalaikum salam"

+ “Bagaimana jualan korannya, Mas" ...

- “Alhamdulillah, sudah satu yang terjual.”

+ “Wah susah juga ya kalau hujan begini" ...

- “Insya Allah ada rizkinya.”

+ “Terus, kalau hujannya sampai sore?”

- “Itu artinya rizki saya bukan jualan koran, tapi banyak berdoa.”

+ “Kenapa?”

- “Kata Rasulullah SAW, saat hujan adalah saat mustajab untuk berdoa. Punya kesempatan berdoa, juga rizki namanya.”

+ “Lantas, kalau tidak dapat uang?”

- "Berarti, rizki saya bersabar"

+ "Kalau tidak ada yg dimakan"? .....

- “Berarti rizki saya berpuasa"

+ “Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu?”

- “Allah SWT yang memberi rizki. Apa saja rizki yang diberikan-Nya saya syukuri. Selama jualan koran, meskipun tidak laku, dan harus puasa, tapi saya blm pernah kelaparan" - katanya mantap dan ikhlas menutup pembicaraan

Saudaraku...

Hujan pun reda. Si penjaja koran bersiap-siap untuk berjualan. Ia pamit sambil memasukkan Al-Quran ke dalam tas gendongnya.

Aku termenung ... tanpa kusadari kacamataku menjadi gelap krn kucuran tangisku. Saya terenyuh thdp diri sendiri setelah menyimak kalimat tausiah yang diucapkan srorang loper koran.

Ada penyesalan di dalam hati. Kenapa kalau hujan aku masih resah-gelisah. Khawatir tidak dapat uang, ... khawatir acaranya berantakan... khawatir jemurannya tdk ada yg kering... khawatir rumahnya kebanjiran, ... khawatir tdk dpt hadir di undangan ... khawatir tidak bisa bertemu klien dan kawan seprofesi... dsb..dsb..

Kembali baru kusadari, rizki bukan semata uang. Bisa bersabar, berpuasa, berdoa, beribadah kesalehan sosial lain apa pun itu, adalah juga rizki dari Allah SWT.

Hujan, bukanlah petaka tp anugerah, rahmat & berkah dr Allah.

Dlm kesempatan hujan itu kita bs memanjatkan doa apa sj yg In syaa Allah diijabah oleh Allah..

Saudaraku...

Rizki hidayah dan bisa bersyukur adalah jauh lebih bermakna daripada pekerjaan dan uang. Dari apa pun juga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar