Rabu, 26 Desember 2012

PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI DIFFERENSIAL DALAM PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK.

Analisis hubungan biaya – volume – laba merupakan teknik untuk menghitung dampak perubahan harga jual, volume penjualan, dan biaya terhadap laba, untuk membantu manajemen dalam perencanaan laba jangka pendek.
Kegunaan Informasi Akuntansi Diferensial salah satunya adalah sebagai alat perencanaan laba jangka pendek. Perencanaan laba jangka pendek dapat dilakukan dengan melakukan analisis biaya-volume-laba.

PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK
Dalam penyusunan anggaran manajemen memerlukan informasi akuntansi untuk mempertimbangkan berbagai dampak terhadap laba akibat dipilihnya suatu alternatif. Laba perusahaan dalam jangka pendek dipengaruhi oleh pendapatan (hasil kali volume penjualan dengan harga jual) biaya variabel, dan biaya tetap. Manajemen memerlukan informasi akuntansi differensial yang terdiri dari informasi pendapatan differensial dan informasi biaya differensial, untuk mempertimbangkan dampak perubahan volume penjualan, harga jual, dan biaya terhadap laba perusahaan.
Analisis  impas dan biaya – volume – laba merupakan teknik yang menggunakan informasi akuntansi differensial untuk membantu manajemen dalam perencanaan laba jangka pendek. Dengan mengetahui dampak terhadap laba, setiap alternatif tindakan yang dipertimbangkan manajemen akan memiliki dasar yang kuat untuk memilih, sehingga ia akan mampu mengambil keputusan secara ekonomis rasional.

Parameter-parameter perencanaan laba jangka pendek yaitu:
  1. BEP (Break Even Point)
  2. Margin of Safety
  3. Shutdown Point
  4. Degree of Operating Leverage
  5. Laba Kontribusi

Break Even Point (BEP)
·         Merupakan kondisi perusahaan dimana perusahaan tidak mengalami keuntungan dan tidak pula menderita kerugian.
·         Artinya perusahaan memiliki pendapatan dan biaya yang sama besarnya
·         Dengan kata lain, perusahaan memiliki laba sebesar 0 dan mengalami kerugian sebesar 0
·         BEP dapat dihitung dengan cara membagi biaya tetap dengan selisih antara harga dan biaya variabel (BEP dalam unit) atau dengan contribution margin ratio/CMR (BEP dalam jumlah uang)

Margin Of Safety
·         Margin of safety merupakan batas aman perusahaan untuk tidak mengalami kerugian atau batas toleransi penurunan volume penjualan dari target penjualan perusahaan agar perusahaan tidak mengalami kerugian
·         Margin of safety dapat diperoleh dengan menghitung selisih antara target penjualan perusahaan dengan Break Even Point (BEP)

Shutdown Point
·         Shutdown point merupakan kondisi dimana perusahaan harus menutup usahanya jika tidak ingin mengalami kerugian yang lebih besar.
·         Shutdown poin dapat dihitung dengan cara membagi biaya tetap tunai perusahaan dengan selisih antara harga dan biaya variabel perusahaan atau biaya tetap tunai dengan contribution margin ratio (CMR)

Degree of Operating Leverage
·         Degree of operating leverage digunakan untuk mengetahui dampak perubahan penjualan terhadap laba bersih perusahaan, yaitu berapa persentase penjualan berakibat terhadap persentase laba bersih.
·         Degree of operating leverage dapat dihitung dengan cara membagi laba kontribusi dengan laba bersih. Jika degree of operating leverage sebesar 10, maka jika penjualan naik/turun 5% maka laba bersih akan mengalami penurunan sebesar 10 x 5 = 50%


Laba Kontribusi
·         Merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan perusahaan, misalnya penjualan
·         Laba kontribusi dapat diperoleh dengan cara menghitung selisih antara pendapatan perusahaan dikurangi dengan biaya produk




Contoh:
Dalam proses penyusunan anggaran, departemen anggaran PT. X menyajikan Laporan Laba – Rugi yang diproyeksikan untuk tahun anggaran yang akan datang seperti berikut:

PT. X
Laporan Laba-Rugi yang di Proyeksikan
Tahun Anggaran 2011

Jumlah                                       %
Pendapatan Penjualan                         Rp. 500.000.000                                 100
Biaya Variabel                                    Rp. 300.000.000                                   60
Laba Kontribusi                                  Rp. 200.000.000                                   40
Biaya Tetap                                         Rp. 150.000.000                                   30
Laba Bersih                                         Rp.   50.000.000                                   10


Dalam proses penyusunan anggaran induk perusahaan, Laporan Laba-Rugi yang disusun dengan metode variabel costing sangat membantu manajemen puncak karena pengambilan keputusan jangka pendek umumnya menyangkut atau mengakibatkan penambahan atau penggurangan volume kegiatan, maka informasi biaya yang dipisahkan menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan akan sangat membantu. Dari laporan diatas manajemen dapat memperoleh berbagai parameter (gambaran sesuatu dalam bentuk angka) berikut ini:
a.      Break Even Point.
Impas dapat dihitung sebesar Rp.375.000.000 (Rp.150.000.000 : 40%). Angka itu menunjukan bahwa dari target pendapatan penjualan yang direncanakan sebesar Rp. 500.000.000 dalam tahun anggaran tersebut, minimum perusahaan harus dapat menjual Rp.375.000.000, agar perusahaan tidak rugi. Dalam proses perencanaan laba jangka pendek, manajemen memerlukan informasi impas untuk mempertimbangkan berbagai usulan kegiatan. Suatu usulan kegiatan yang mengakibatkan turunnya impas akan menarik manajemen jika dibandingkan dengan yang mengakibatkan kenaikan impas, karena semakin rendah impas berarti semakin besar kemungkinan perusahaan memperoleh kesempatan mendapatkan laba.

b.      Margin of Safety.
Manajemen memerlukan informasi margin of safety dari anggaran laba yang diproyeksikan dalam tahun anggaran yang akan datang. Dari contoh diatas karena impas dihitung sebesar Rp. 375.000.000 maka jumlah maksimum penurunan target pendapatan penjualan yang tidak menyebabkan perusahaan mengalami kerugian adalah Rp. 125.000.000 (Rp. 500.000.000 – Rp. 375.000.000) atau 25 % (Rp. 125.000.000 : Rp. 500.000.000). Semakin besar margin of safety semakin besar kesempatan perusahaan untuk memperoleh laba begitu juga sebaliknya.


c.       Titik Penutupan Usaha (Shut Down Point).
Manajemen memerlukan informasi ini, jika misalnya diketahui bahwa dari biaya tetap perusahaan sebesar Rp. 150.000.000, Rp. 100.000.000 merupakan biaya tunai, maka dalam tahun anggaran 2011, titik penutupan usaha adalah sebesar Rp. 250.000.000 (Rp. 100.000.000 : 40%), berarti dibawah  pendapatan penjualan (Rp. 500.000.000,-) maka usaha perusahaan tersebut secara ekonomis tidak pantas dilanjutkan karena pendapatan penjualan dibawah jumlah tersebut akan mengakibatkan perusahaan tidak mampu membayar biaya tunainya.

d.      Degree of Operating Leverage.
Manajemen memerlukan informasi ini yang dihitung dari data diatas adalah 4 kali (Rp. 200.000.000 : Rp. 50.000.000) yang berarti setiap 1% kenaikan pendapatan penjualan akan mengakibatkan 4% (4 x 1%) kenaikan laba bersih. Dengan demikian usulan kegiatan diharapkan akan menaikkan pendapatan penjualan sebesar 5%, maka dalam tahun anggaran tersebut laba bersih perusahaan diharapkan akan mengalami kenaikan 20% (4 x 5%).

Berikut ini proses perencanaan laba jangka pendek dan informasi akuntansi differensial yang diperlukan untuk analisis biaya – volume – laba.
Usulan Kegiatan

Perubahan: Biaya

Perubahan: Harga Jual Volume Penjualan

Biaya Differensial

Laba Differensial

Pendapatan Differensial
 
 e.       Laba Kontribusi per Unit.
Laba kontribusi merupakan kelebihan pendapatan penjualan diatas biaya variabel. Informasi ini memberikan gambaran jumlah yang tersedia untuk menutup biaya tetap dan untuk menghasilkan laba. Semakin besar laba kontribusi, semakin besar kesempatan yang diperoleh perusahaan untuk menutup biaya tetap dan untuk menghasilkan laba. Jika informasi laba kontribusi per unit dihubungkan dengan penggunaan sumber daya yang langka, manajemen akan memperoleh informasi berbagai macam untuk menghasilkan laba. Ini juga memberikan landasan dalam pemilihan produk yang mampu menghasilkan laba tertinggi dalam memanfaatkan sumber daya yang langka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar