Kamis, 27 Desember 2012

PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI



PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI

Penyusunan program merupakan proses perencanaan jangka panjang yang di dalamnya manajemen merencanakan alokasi sumber daya (recources) kepada berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk pelaksaan strategi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Sebelum manajemen menetapkan jumlah sumber ekonomi yang akan di alokasikan kepada program-program tertentu di masa yang akan datang, manajemen menghadapi masalah pemilihan program-program yang akan di laksanakan. Untuk memungkinkan pemilihan program yang secara otomatis terbaik bagi perusahaan diantara berbagai alternative program yang mungkin dilaksanakan oleh perusahaan, manajemen memerlukan informasi akuntansi diferensial. Setelah manajemen melakukan pemilihan program yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu panjang dimasa yang akan datang, manajemen memerlukan informasi akuntansi penuh untuk mengukur dan mengalokasikan sumber ekonomi kepada program-program yang telah di pilih tersebut.
Dalam perencanaan jangka panjang, manajemen puncak menghadapi masalah mesin dan ekuipmen baru untuk memenuhi bertambahnya permintaan terhadap produk-produk perusahaan, dan masalah penggantian aktiva tetap yang sudah tidak ekonomis pemakaiannya, serta masalah-masalah lain yang berhubungan dengan investasi atau penanaman modal (capital expenditure). Karena pada umumnya investasi membutuhkan dana yang relative besar, dan keterkaitan dana tersebut dalam jangka waktu yang relative panjang, serta mengandung resiko, maka di perlukan pertimbangan yang masak sebelum investasi tersebut dilaksanakan. Diantara berbagai informasi yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi, informasi akuntansi manajemen, yang berupa aktiva diferensial, pendapatan diferensial, dan atau biaya diferensial merupakan informasi penting untuk menilai kelayakan ekonomis suatu rencana investasi.

              INVESTASI
Investasi adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang
Jenis-Jenis Investasi
Investasi dapat di bagi menjadi empat golongan berikut ini:
1.    Investasi yang tidak menghasilkan laba (non- profit investment)
2.    Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non-measurable profit investment)
3.    Investasi dalam penggantian ekuipmen (replacement investment),
4.    Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment)


 Investasi yang Tidak Menghasilkan Laba
Investasi jenis ini timbul karena adanya peraturan pemerintah atau karena syarat-syarat kontrak yang telah disetujui,yang mewajibkan perusahaan untuk melaksakan tanpa mempertimbangkan laba atau rugi. Misalnya karena air limbah yang telah digunakan dalam proses produksijika dialirkan keluar pabrik akan mengakibatkan munculnya pencemaran lingkungan, maka perintah mewajibkan perusahaan untuk memasang instalasi pembersih air limbah, sebelum air tersebut dibuang keluar pabrik.

 Investasi yang Tidak Dapat Diukur Labanya
Investasi ini dimaksutkan untuk menaikan laba, namun laba yang diharapkan akan diperoleh perusahaan dengan adanya investasi ini sulit untuk dihitung secara teliti. Sebagai contoh pengeluaran biaya promosi produk untuk jangka panjang, biaya penelitian dan pengembangan, dan biaya program pelatihan serta pendidikan kariawan.

Investasi Dalam Penggantian Mesin dan Ekuipmen
Investasi jenis ini meliputi pengeluran untuk penggantian mesin dan ekuipman yang ada. Penggantian mesin dan ekuipmen biasanya dilakukan atas dasar pertimbangan adanya penghematan biaya (biayadiferensial) yang diperoleh atau adanya kenaikan produktivitas (pendapatan difernsial) dengan adanya penggaantian tersebut

 Investasi Dalam Perluasan Usaha
Investasi jenis ini merupakan pengeluaran unuk menambah kapasitas produksi atau operasi menjadi lebih besar dari sebelumnya. Tambahan kapasitas memerlukan aktiva diferensial berupa tambahan investasi dan menghasilkan pendapatan diferensial, yang berupa tambahan pendapatan (revenues), serta memerlukan diferensial, yang berupa tambahan biaya karena tambahan kapasitas


 INFORMASI  AKUNTANSI  MANAJEMEN
Dalam pengambilan keputusan investasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi manajemen berupa aktiva penuh, pendapatan penuh, dan biaya penuh yang akan datang. Informasi aktiva penuh memberi ukuran berapa jumlah dana yang akan ditanamkan dalam proyek atau kegiatan tertentu, sedangkan pendapatan dan biaya penuh masa yang akan datang memberikan ukuran tingkat kemampuan menghasilkan laba dari investasi dalam proyek atau kegiatan yang direncanakan tersebut.
Dalam pengambilan keputusan, biaya kesempatan memegang peran yang sangat penting. Biaya kesempatan adalah pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Analisi  biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penerimaan kas dalam investasi memiliki nilai waktu uang.

PAJAK PENGHASILAN DAN KEPUTUSAN INVESTASI
Karena keputusan investasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba (pajak penghasilan) merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan investasi. Oleh karena itu perhitungan dalam aliran kas keluar dari investasi, perlu diperhitungkan pula tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan biaya atau penambahan pendapatan tersebut.
Dalam pergantian aktiva tetap, perusahaan akan memiliki kesempatan memperoleh kas masuk dari penjualan aktiva tetap lama dan kemungkinan memperoleh laba atau menderita kerugian dari aktiva tetap lama tersebut. Dengan demikian biaya kesempatan dan pajak yang diperhitungkan dalam keputusan penggantian aktiva tetap adalah sebagai berikut:

Kas masuk dari penjualan aktiva tetap lama                                       Rp1.000.000
Pajak penghasilan atas laba penjualan aktiva tetap:
Harga jual aktiva tetap lama                           Rp1.000.000
            Nilai buku aktiva tetap lama                                                   Rp    800.000
            Laba penjualan aktv tetap lama                                              Rp    200.000

Pajak penghasilan atas laba penjualan
Aktiva tetap lama 35%× Rp200.000                                      Rp       70.000
Kas masuk bersih dari penjualan aktiva tetap lama                            Rp     930.000



KRITERIA PENILAIAN INVESTASI
            Ada beberapa untuk menilai perlu tidaknya suatu investasi atau untuk memilih berbagai macam alternative investasi. Ada empat metode untuk menilai suatu usulan investasi:
1.    Pay-back.
2.    Average return on investment.
3.    Present value.
4.    Discount cash flows

 Pay-back Metodh
Salah satu metode yang pada umumnya digunakan untuk menentukan perlu tidaknya penambahan atau pergantian aktiva tetap perusahaan adalah pay-back method. Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti: pay off method dan pay-out method.
Rumus perhitungan pay-back (dalam tahun) dapat dibagi menjadi dua kelompok:
·      Rumus perhitungan pay-backperiod yang belum memperhitungkan unsur pajak penghasilan.
·      Rumus perhitungan pay-back period yang memperhitungkan unsur pajak penghasilan

Rumus perhitungan pay-back period yang belum memperhitungkan unsur pajak penghasilan.
Jika pajak penghasilan belum diperhitungkan dalam contoh penentuan pay-back period dalam investasi untuk  perluasan usaha, pay back period dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Pay back period (dalam tahun) =      investasi / Laba tunai rata-rata pertahun

Contoh 3 :
Tuan A mempunyai rencana akan menginvestasikan uangnya dalam usaha tarsport. Menurut rencana dia akan membeli sebuah mobil penumpang dengan harga Rp 72.000.000 (sudah termasuk bea balik nama). Untuk memperkirakan dalam jangka waktu berapa tahun investasi tersebut akan kembali, tuan A memperkirakan pendapatan diferensial dan biaya diferensial tunai perbulan dari usahanya sebagai berikut:
Taksiran pendapatan diferensial                                                         Rp5.000.000
Taksiran biaya diferensial tunai (berupa biaya keluar kantong)          Rp3.800.000
Laba tunai per bulan                                                                           Rp1.200.000

Jika dampak penghasilan akibat tambahan laba tunai tidak di perhitungkan dalam pengambilan keputusan, investasi tersebut akan kembali lagi dalam jangka waktu:       
            Pay-back = 72.000.000/ 1.200.000  = 60 bulan
           


Rumus perhitungan pay-back period yang memperhitungkan unsur pajak penghasilan
Adapun rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
Pay-back period  =      investasi / Kas masuk bersih
            Dalam rumus perhitungan pay-back tersebut, pembilang yang berupa investasi merupakan aktiva diferensial yang direncanakan dalam usulan investasi penggantian aktiva tetap atau perluasan usaha, dan penyebut yang berupa kas masuk bersih.
Dalam perhitunga pay-back period terdapat dua unsur yang harus diperhitungkan:
1.    Pengeluaran kas bersih (net cash outlay).
2.    Penghematan tunai (cash savings)
Kebaikan pay-back method
a.    Untuk investasi yang besar resikonya dan sulit untuk diperkirakan, maka tes dengan metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengambilan investasi.
b.    Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya paling cepat.
c.    Metod ini merupakan alat yang sederhana untuk memilih investasi sebelum meningkat kepenilaian lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan investasi untuk menghasilka laba seperti dalam present value method dan discounted  cash flow method.

Kelemahan Pay-back Method
a.       Metode ini tidak memperhitngkan nilai waktu uang. Karena adanya perubahan tenaga beli uang,maka nilai uang yang diterima skarang akan lebih berharga bila dibandingkan dengan jika uang tersebut diterima setahun kemudian.
b.      Metode  ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali.

Metode Rata-rata Kembalian Investasi (average return of investment method atau Unadjusted  Rate of Return Method).
Metode ini sering disebut accounting method atau financial statement method, karena dalam perhitungannya digunakan angka laba akuntansi (accounting profit). Rumus perhitungan rata rata kembalian investasi (average return on investment) adalah:
            Rata-rata kembalian investasi = laba sesudah pajak / Rata-rata investasi

Kebaikan metode rata-rata kembalian investasi. Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur proyek investasi.
Kelemahan metode rata-rata kembalian investasi
1.    Tidak memperhitungkan nilai waktu uang
2.    Di pengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi
3.    Metode ini tidak dapat di terapkan jika investasi dilakukan dalam beberapa tahap.
Present Value Method
Metode ini digunakan untuk memperhitungkan nilai waktu uang dimana dalam keputusan penambahan aktiva tetap, informasi akuntansi manajemen yang dipertimbangkan adalah besarnya selisih antara pendapatan diferensial dengan biaya diferensial serta dampak pajak penghasilan sebagai akibat dari adanya pendapatan diferensial dan biaya diferensial selama umur ekonomis aktiva tetap tersebut.

Kebaikan Present Value Method
1.    Metode ini memperhitungkan nilai waktu uang.
2.    Dalam present value method semua aliran kas selama umur proyek investasi diperhitungkan dalam pengambilan keputusan investasi.

Kelemahan Present Value Method
1.    Membutuhkan perhitungkan yang cermat dalam menentukan tarif kembalian investasi
2.   Dalam membandingkan dua proyek investasi yang tidak sama jumlah investasi yang di tanamkan di dalamnya, nilai tunai aliran kas bersih dalam rupiah tidak dapat di pakai sebagai pedoman

Discounted Cash Flows Method
Pada dasarnya discounted cash flows method sama dengan present value method karena keduanya memperhitungkan nilai waktu uang dimasa yang akan datang. Perbedaannya adalah dalam present value method tarif  kembalian (Rate of return) sudah ditentukan lebih dulu sebagai tarif kembalian, sedangkan dalam discounted cash flows method justru tarif kembaliannya di hitung sebagai dasar untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar