PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI
DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI
Penyusunan program merupakan proses
perencanaan jangka panjang yang di dalamnya manajemen merencanakan alokasi
sumber daya (recources) kepada
berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang untuk
pelaksaan strategi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Sebelum manajemen
menetapkan jumlah sumber ekonomi yang akan di alokasikan kepada program-program
tertentu di masa yang akan datang, manajemen menghadapi masalah pemilihan
program-program yang akan di laksanakan. Untuk memungkinkan pemilihan program
yang secara otomatis terbaik bagi perusahaan diantara berbagai alternative
program yang mungkin dilaksanakan oleh perusahaan, manajemen memerlukan
informasi akuntansi diferensial. Setelah manajemen melakukan pemilihan program
yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu panjang dimasa yang akan datang,
manajemen memerlukan informasi akuntansi penuh untuk mengukur dan mengalokasikan
sumber ekonomi kepada program-program yang telah di pilih tersebut.
Dalam perencanaan jangka panjang,
manajemen puncak menghadapi masalah mesin dan ekuipmen baru untuk memenuhi
bertambahnya permintaan terhadap produk-produk perusahaan, dan masalah
penggantian aktiva tetap yang sudah tidak ekonomis pemakaiannya, serta
masalah-masalah lain yang berhubungan dengan investasi atau penanaman modal (capital expenditure). Karena pada
umumnya investasi membutuhkan dana yang relative besar, dan keterkaitan dana
tersebut dalam jangka waktu yang relative panjang, serta mengandung resiko,
maka di perlukan pertimbangan yang masak sebelum investasi tersebut
dilaksanakan. Diantara berbagai informasi yang dipertimbangkan dalam
pengambilan keputusan investasi, informasi akuntansi manajemen, yang berupa
aktiva diferensial, pendapatan diferensial, dan atau biaya diferensial
merupakan informasi penting untuk menilai kelayakan ekonomis suatu rencana
investasi.
INVESTASI
Investasi
adalah pengkaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di
masa yang akan datang
Jenis-Jenis Investasi
Investasi dapat di bagi menjadi
empat golongan berikut ini:
1. Investasi yang tidak menghasilkan laba (non- profit investment)
2.
Investasi yang tidak dapat diukur
labanya (non-measurable profit investment)
3.
Investasi dalam penggantian ekuipmen
(replacement investment),
4.
Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment)
Investasi yang Tidak Menghasilkan
Laba
Investasi
jenis ini timbul karena adanya peraturan pemerintah atau karena syarat-syarat
kontrak yang telah disetujui,yang mewajibkan perusahaan untuk melaksakan tanpa
mempertimbangkan laba atau rugi. Misalnya karena air limbah yang telah digunakan
dalam proses produksijika dialirkan keluar pabrik akan mengakibatkan munculnya
pencemaran lingkungan, maka perintah mewajibkan perusahaan untuk memasang instalasi pembersih air
limbah, sebelum air tersebut dibuang keluar pabrik.
Investasi yang Tidak Dapat Diukur Labanya
Investasi
ini dimaksutkan untuk menaikan laba, namun laba yang diharapkan akan diperoleh
perusahaan dengan adanya investasi ini sulit untuk dihitung secara teliti.
Sebagai contoh pengeluaran biaya promosi produk untuk jangka panjang, biaya
penelitian dan pengembangan, dan biaya program pelatihan serta pendidikan
kariawan.
Investasi
Dalam Penggantian Mesin dan Ekuipmen
Investasi
jenis ini meliputi pengeluran untuk penggantian mesin dan ekuipman yang ada.
Penggantian mesin dan ekuipmen biasanya dilakukan atas dasar pertimbangan
adanya penghematan biaya (biayadiferensial) yang diperoleh atau adanya kenaikan
produktivitas (pendapatan difernsial) dengan adanya penggaantian tersebut
Investasi Dalam Perluasan Usaha
Investasi
jenis ini merupakan pengeluaran unuk menambah kapasitas produksi atau operasi
menjadi lebih besar dari sebelumnya. Tambahan kapasitas memerlukan aktiva
diferensial berupa tambahan investasi dan menghasilkan pendapatan diferensial,
yang berupa tambahan pendapatan (revenues), serta memerlukan
diferensial, yang berupa tambahan biaya karena tambahan kapasitas
INFORMASI AKUNTANSI
MANAJEMEN
Dalam
pengambilan keputusan investasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi
manajemen berupa aktiva penuh, pendapatan penuh, dan biaya penuh yang akan
datang. Informasi aktiva penuh memberi ukuran berapa jumlah dana yang akan
ditanamkan dalam proyek atau kegiatan tertentu, sedangkan pendapatan dan biaya
penuh masa yang akan datang memberikan ukuran tingkat kemampuan menghasilkan
laba dari investasi dalam proyek atau kegiatan yang direncanakan tersebut.
Dalam
pengambilan keputusan, biaya kesempatan memegang peran yang sangat penting.
Biaya kesempatan adalah pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan
sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Analisi biaya dalam keputusan investasi lebih
dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penerimaan kas dalam investasi
memiliki nilai waktu uang.
PAJAK
PENGHASILAN DAN KEPUTUSAN INVESTASI
Karena
keputusan investasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba (pajak
penghasilan) merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam
perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan investasi. Oleh karena itu
perhitungan dalam aliran kas keluar dari investasi, perlu diperhitungkan pula
tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan
biaya atau penambahan pendapatan tersebut.
Dalam
pergantian aktiva tetap, perusahaan akan memiliki kesempatan memperoleh kas
masuk dari penjualan aktiva tetap lama dan kemungkinan memperoleh laba atau
menderita kerugian dari aktiva tetap lama tersebut. Dengan demikian biaya kesempatan
dan pajak yang diperhitungkan dalam keputusan penggantian aktiva tetap adalah
sebagai berikut:
Kas masuk dari penjualan aktiva
tetap lama Rp1.000.000
Pajak penghasilan atas laba
penjualan aktiva tetap:
Harga jual aktiva tetap lama Rp1.000.000
Nilai
buku aktiva tetap lama Rp 800.000
Laba
penjualan aktv tetap lama Rp 200.000
Pajak penghasilan atas laba
penjualan
Aktiva tetap lama 35%× Rp200.000 Rp 70.000
Kas masuk bersih dari penjualan
aktiva tetap lama Rp 930.000
Ada beberapa untuk menilai perlu
tidaknya suatu investasi atau untuk memilih berbagai macam alternative
investasi. Ada empat metode untuk menilai suatu usulan investasi:
1.
Pay-back.
2.
Average return on investment.
3.
Present value.
4.
Discount cash flows
Pay-back Metodh
Salah
satu metode yang pada umumnya digunakan untuk menentukan perlu tidaknya
penambahan atau pergantian aktiva tetap perusahaan adalah pay-back method.
Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti: pay off method dan
pay-out method.
Rumus perhitungan pay-back (dalam
tahun) dapat dibagi menjadi dua kelompok:
·
Rumus
perhitungan pay-backperiod yang belum memperhitungkan unsur pajak penghasilan.
·
Rumus
perhitungan pay-back period yang memperhitungkan unsur pajak penghasilan
Rumus
perhitungan pay-back period yang belum memperhitungkan unsur pajak
penghasilan.
Jika pajak penghasilan belum
diperhitungkan dalam contoh penentuan pay-back period dalam investasi
untuk perluasan usaha, pay back
period dihitung dengan rumus
sebagai berikut:
Pay back period (dalam
tahun) = investasi / Laba tunai rata-rata pertahun
Contoh 3
:
Tuan A
mempunyai rencana akan menginvestasikan uangnya dalam usaha tarsport. Menurut
rencana dia akan membeli sebuah mobil penumpang dengan harga Rp 72.000.000
(sudah termasuk bea balik nama). Untuk memperkirakan dalam jangka waktu berapa
tahun investasi tersebut akan kembali, tuan A memperkirakan pendapatan diferensial
dan biaya diferensial tunai perbulan dari usahanya sebagai berikut:
Taksiran pendapatan diferensial Rp5.000.000
Taksiran biaya diferensial tunai
(berupa biaya keluar kantong) Rp3.800.000
Laba tunai per bulan Rp1.200.000
Jika dampak penghasilan akibat
tambahan laba tunai tidak di perhitungkan dalam pengambilan keputusan,
investasi tersebut akan kembali lagi dalam jangka waktu:
Pay-back = 72.000.000/ 1.200.000 = 60 bulan
Rumus perhitungan pay-back period yang
memperhitungkan unsur pajak penghasilan
Adapun rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
Pay-back period =
investasi / Kas masuk bersih
Dalam rumus perhitungan pay-back
tersebut, pembilang yang berupa investasi merupakan aktiva diferensial yang
direncanakan dalam usulan investasi penggantian aktiva tetap atau perluasan
usaha, dan penyebut yang berupa kas masuk bersih.
Dalam perhitunga pay-back period terdapat dua unsur yang harus
diperhitungkan:
1.
Pengeluaran
kas bersih (net cash outlay).
2.
Penghematan
tunai (cash savings)
Kebaikan
pay-back method
a.
Untuk
investasi yang besar resikonya dan sulit untuk diperkirakan, maka tes dengan
metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengambilan
investasi.
b.
Metode
ini dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate
of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang
jangka waktu pengembaliannya paling cepat.
c.
Metod ini
merupakan alat yang sederhana untuk memilih investasi sebelum meningkat
kepenilaian lebih lanjut dengan mempertimbangkan kemampuan investasi untuk
menghasilka laba seperti dalam present value method dan discounted cash flow method.
Kelemahan
Pay-back Method
a. Metode ini tidak memperhitngkan
nilai waktu uang. Karena adanya perubahan tenaga beli uang,maka nilai uang yang
diterima skarang akan lebih berharga bila dibandingkan dengan jika uang
tersebut diterima setahun kemudian.
b. Metode ini tidak memperlihatkan pendapatan
selanjutnya setelah investasi pokok kembali.
Metode Rata-rata Kembalian Investasi (average
return of investment method atau Unadjusted Rate of
Return Method).
Metode
ini sering disebut accounting method atau financial statement method,
karena dalam perhitungannya digunakan angka laba akuntansi (accounting
profit). Rumus perhitungan rata rata kembalian investasi (average return on
investment) adalah:
Rata-rata kembalian investasi = laba sesudah
pajak / Rata-rata investasi
Kebaikan metode rata-rata kembalian investasi. Metode ini telah memperhitungkan
aliran kas selama umur proyek investasi.
Kelemahan metode rata-rata kembalian investasi
1.
Tidak
memperhitungkan nilai waktu uang
2.
Di
pengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi
3.
Metode
ini tidak dapat di terapkan jika investasi dilakukan dalam beberapa tahap.
Present Value Method
Metode ini digunakan untuk memperhitungkan nilai waktu uang dimana
dalam keputusan penambahan aktiva tetap, informasi akuntansi manajemen yang
dipertimbangkan adalah besarnya selisih antara pendapatan diferensial dengan
biaya diferensial serta dampak pajak penghasilan sebagai akibat dari adanya
pendapatan diferensial dan biaya diferensial selama umur ekonomis aktiva tetap
tersebut.
Kebaikan Present Value Method
1.
Metode
ini memperhitungkan nilai waktu uang.
2. Dalam present value method semua
aliran kas selama umur proyek investasi diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan investasi.
Kelemahan Present Value Method
1.
Membutuhkan
perhitungkan yang cermat dalam menentukan tarif kembalian investasi
2. Dalam
membandingkan dua proyek investasi yang tidak sama jumlah investasi yang di
tanamkan di dalamnya, nilai tunai aliran kas bersih dalam rupiah tidak dapat di
pakai sebagai pedoman
Discounted Cash Flows Method
Pada dasarnya discounted cash flows method sama dengan present
value method karena keduanya memperhitungkan nilai waktu uang dimasa yang
akan datang. Perbedaannya adalah dalam present value method tarif kembalian (Rate of return) sudah
ditentukan lebih dulu sebagai tarif kembalian, sedangkan dalam discounted
cash flows method justru tarif kembaliannya di hitung sebagai dasar untuk
menerima atau menolak suatu usulan investasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar