Senin, 02 Februari 2015

Agar pernikahan tak merenggut separuh Agama



Pembahasan:
Nabi S.A.W bersabda:
“Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.”
(HR. Baihaqi).
Ada sebuah ungkapan: “Sayang sekali ya. Setelah nikah kok malah jadi sangat jarang ke masjid. Tidak terlihat lagi di majelis ta’lim”
Dan ada juga ungkapan lain: “Alhamdulillah. Setelah menikah, shalat tahajudku semakin rajin, membaca Al Qur’an semakin rajin”
Dua ungkapan ini adalah dua kemungkinan yang akan dialami oleh seseorang yang telah menikah. Semakin meningkat amal ibadah setelahnya ataukah malah semakin jauh dari sajadah setelah menikah?
Dalam hadits di atas sangat jelas bahwa: SEBUAH PERNIKAHAN AKAN MENGHANTARKAN SESEORANG MENDAPATKAN SEPARUH AGAMANYA ADALAH MANAKALA SEPASANG SUAMI-ISTRI TERSEBUT SHALIH/SHALIHAH
Dan bagaimana jika keduanya atau salah satunya tidak shalih? Tentu yang akan terjadi bisa SEBALIKNYA.
Jika salah satu atau keduanya (suami-istri) tidak shalih maka PERNIKAHAN AKAN MERENGGUT SEPARUH AGAMA DARI SESEORANG.
‪#‎Tidak sedikit seorang lelaki yang ‘pensiun’ dari dakwah karena memiliki istri yang selalu menghalangi dakwah suaminya.
‪#‎Banyak diantara kaum akhwat yang kehilangan kesempatan menghadiri majelis-majelis ilmu karena mendapat suami yang over protective.
Mari berbagi tips agar pernikahan tidak merenggut separuh amal agama kita.
1) Bagi yang masih jomblo, utamakanlah keshalihan di atas kemewahan dan kerupawanan, sucikan segala proses menuju pernikahan, niatkan bahwa pernikahan adalah sebuah ibadah, bukan pelampiasan.
2) Bicarakanlah EKSPEKTASI, Visi dan Misi keluarga dengan pasangan
3) Buatlah agenda ibadah/dakwah wajib masing2 dan atas kesepakatan bersama
4) Biasakan saling mendoakan/minta didoakan atas untuk tercapainya hajat masing-masing
5) Saling mengevaluasi amal yaumi masing-masing
Saling terbuka dengan segala aktifitas/agenda
6) Saling menjaga/mengingatkan agar tidak menerima rezki yang subhat/haram
7) Aktifkan diri hadir di majelis ta’lim (minimal sebulan sekali)
Bergaullah dengan orang2 shalih (ulama)
“Kesempurnaan cinta berawal dari saling menerima dan menguatkan dlm menyongsong rido dr sang Penguasa Alam Semesta”
"Seseorang setiap hari ditemani seekor harimau krn ia mmiliki istri durhaka"
(Irsyaadul 'ibaad, hal.93)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar