Selasa, 20 Januari 2015

IKHLAS ITU


menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah,
Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita
Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
 Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
 Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
 Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….
 Ikhlas itu... Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya...
◼ Semoga Bermanfaat ◼

INDAHNYA PERTEMANAN.

Kalian tahu kenapa hujan itu menyenangkan ?
Karena turunnya rame2
Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes.
Lantas satu tetes lagi, dan seterusnya.
Kalian tahu kenapa nasi itu lezat dan mengenyangkan ?
Karena dihidangkan rame2
Pasti bengong kalau hanya satu butir saja di atas piring.
Ini mau makan apa ?
Kalian tahu gigi itu berguna ?
Karena rame2 berbaris rapi
Pasti ompong nyebutnya kalau cuma satu.
Tidak bisa buat mengunyah. Cuma bisa buat tersenyum melihatnya.
Sungguh,,,
Di dunia ini sesuatu yang positif selalu spesial saat rame2 dilakukan

Gotong royong, rame2 tentu lebih oke.
Belajar, rame2 saling bantu lebih banyak yang dipelajari.
Bekerja, rame2 saling tolong menolong lebih cepat selesai.
Itulah gunanya teman2 terbaik.
Teman2 yang saling menasehati dan mengingatkan.
Rame2 menjadi selalu lebih seru.
Kalian tahu kenapa keyboard laptop atau HP harus lengkap ?
Karena hilang satu saja, rasanya tidak utuh lagi.
Begitulah pertemanan yang baik.
Hilang satu, terasa kosong semuanya.
Rame2 selalu lebih menyenangkan..
Tetap berada dalam pertemanan itu lebih baik, daripada sendirian.
Sahabat, semoga hari ini semua sehat & bersukacita menikmati hidup ini. Aamiin....
Tetap bertahan dalam indahnya kebersamaan, meski ada perbedaan diantara kita
Seorang dokter jiwa melihat pasiennya yang sedang membuat kopi, kemudian memasukkan sebutir obat ke dalamnya. Dengan penasaran, sang dokter bertanya kepada si pasien.
Dokter: “Obat apa yang kamu masukan ke kopimu?”
Pasien: “Obat penurun panas, biar kopinya cepat dingin.”
Dokter: ??? "̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ (๑ˆ⌣ˆ๑) "̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇.

Kisah pengalaman ustd. Bobby Herwibowo:


Baca Kanan ke KiriRabu 27 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014 06:00
MASA itu, saya dalam kondisi pengobatan. Trigliserid 3 kali lipat dari batas normal membuat saya sering meradang sebab vertigo. Dunia seperti jungkir balik dan saya pun berobat dengan seorang professor. Hasilnya, ada beberapa obat yang perlu dikonsumsi dan diet beberapa jenis makanan terlarang sesaat. Saya dianjurkan utk banyak konsumsi buah dan sayuran. Saya pun ‘terpaksa’ nurut demi kesembuhan.
Msh teringat jelas saat suatu pagi saya diminta berceramah. Di sebuah keluarga berada di daerah Radio Dalam, Jakarta. Usai acara saya dipersilakan menikmati makanan. Saya pun menyambut ajakan tuan rumah. Sebelum tiba di meja makan prasmanan, saya persilakan seorang yang ‘paling sepuh’ di sana untuk mengambil jamuan. Maka ‘kakek’ itu mengambil makanan dan saya berdiri kedua dalam giliran.
Saya menyaksikan betapa sang kakek mengambil semua makanan yang disajikan. Tidak ada yang terlewat, sementara saya hanya mengambil sayur dan buah.
Usai mengambil makanan, saya sengaja duduk di sisi beliau. “Masya Allah….!” Saya berdecak kagum melihat piring beliau ‘munjung’ dengan makanan. Sementara saya yang jauh lebih muda hanya seperempat piring saja terisi sayur dan buah.
Terus terang saya merasa iri kepadanya. Saat duduk di sampingnya, saya berujar, “Belum ada pantangan makan ya, Pak?”
Beliau tersenyum dan berkata, “Coba Ustadz terka berapa umur saya…?”
Saya menjawab dengan senyum seraya menerka, “Enam puluh tiga… Enam puluh lima… Enam puluh tujuh…”
Anehnya, setiap kali saya coba menerka umur, beliau selalu menggeleng dan tersenyum sambil berkata bahwa terkaan saya salah. Tiga kali saya menerka selalu salah. Demi Allah, paras tubuhnya memberi isyarat kepada saya bahwa umur beliau belum lebih dari kisaran 60-an. Hingga saya mulai menampakkan mimik bingung di wajah.
Rupanya si kakek menikmati permainan tebak umur itu dengan saya.
Dalam kebingungan yang saya alami, beliau tetap tersenyum dan mulai menjelaskan dengan ujarnya, “Coba ustadz lihat di rambut kepala saya… Adakah uban di sana…? Kacamata yang saya pakai ini bukan minus atau plus. Mata saya masih awas dan terang, Alhamdulillah. Ini saya gunakan hanya untuk menangkal sinar terik matahari…. Umur saya Alhamdulillah baru 83 tahun!”
Saya terperanjat mendengar ujar beliau. Gak masuk akal bagi saya umur beliau 83 tahun tanpa uban di kepala. Sementara saya yang berusia 30-an sudah banyak sekali uban bertabur. Apalagi saya menggunakan kacamata minus tebal. Merasa tertarik dengan fakta ini saya kejar beliau dengan tanya menyusul, “Apa resepnya bisa hidup sehat, Pak?”
Beliau tersenyum dan membalas tanya saya dengan sebuah pertanyaan, “Ustadz, suka baca Al Quran?”
Saya merasa aneh dengan pertanyaan ini. Dalam batin saya berkata, “Saya ini ustadz… Masa ditanya kayak begituan?”
Saya jawab beliau, “Ya, saya suka baca Al Quran!”
“Berapa kali dalam sehari…?” kejar beliau.
“Minimal sekali dalam sehari. Rutin ba’da subuh saya membacanya,” ujar saya.
“Oooo…., cuma sekali. Jadi lebih banyak makan dong daripada baca Al Quran?” lanjutnya.
Terus terang saya merasa terhina dengan ucapan beliau. Tapi refleks saya langsung bertanya, “Apa hubungan baca Al Quran dengan hidup sehat dan awet muda?”
Beliau jawab pertanyaan saya dengan bijak kali ini sambil menjelaskan, “Ustadz…., sampai kini guru saya masih hidup. Beliau tinggal di Sumatera Barat. Umur beliau saat ini 97 tahun, dan Alhamdulillah kemanapun ia masih menyetir mobil sendiri. Beliau sehat di usianya yang senja… Resep ini saya dapat dari beliau. Resep yang amat mudah dan simple, yaitu MEMPERBANYAK BACA DARI KANAN KE KIRI bukan sebaliknya….”
Subhanallah… Saya bergumam. Kagum dan syukur saya mendapat sebuah ilmu berharga tentang kesehatan dari seorang kakek di siang itu. Saat itu saya baru menyadari sebuah hikmah mengapa Allah pilih bahasa arab untuk Al Quran. Rupanya ayat 2 dalam surat Yusuf yang sering saya baca, baru kini saya mengerti salah satu hikmahnya.
Selamat hidup sehat dengan Al Quran, Sobatt...!!!
(Ustd. Bobby Herwibowo)

Filosofi Hiu dalam Kehidupan


Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yg sudah diawetkan dengan es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dlm perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.
Bagaimana cara mereka menyiasatinya?
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. Ajaib!!
Hiu kecil tersebut "memaksa" salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa.
Akibatnya jumlah salmon yg mati justru menjadi sangat sedikit!!
Diam membuat kita mati!
Bergerak membuat kita hidup!!
Apa yg membuat kita diam??
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman.
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena.
Begitu terlenanya sehingga kita tdk sadar bahwa kita telah mati!!
Ironis, bukan?
Apa yg membuat kita bergerak?
Masalah.. Tekanan Hidup.. dan Tekanan Kerja..
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu.
Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa.
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dlm hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup..
Itu sebabnya syukurilah "hiu kecil" yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive.
Masalah hidup adalah baik, karena itulah yg membuat kita terus bergerak. Hiu-hiu kecil itu bisa diumpamakan siapa dan apa saja dalam hidup kita.
Jangan jatuh walaupun kita dijatuhkan oleh orang lain. Justru efeknya bisa membuat kita bangkit menjadi luar biasa.

Pemimpin atau Bos?


Orang bertanya apa bedanya seorang pemimpin dan seorang boss (atasan).
Bedanya adalah, seorang pemimpin memimpin, yaitu membuat orang melakukan sesuatu dengan memberi contoh dan melakukan sendiri juga apa yang dilakukan pengikutnya. Pemimpin membuat yang dipimpin melakukan sesuatu dengan suka hati karena inspirasinya.
Sementara boss (atasan) membuat orang lain melakukan sesuatu dengan menyuruh mereka melakukannya tidak peduli mereka suka atau tidak.
Dwi Probo & Co

Jumat, 02 Januari 2015

KARENA WANITA INGIN DIMENGERTI


Saat istri marah, ia belum tentu kesal.
Ia hanya butuh pengertian
Saat istri menangis, ia belum tentu bersedih
Ia hanya butuh pelukan
Saat istri cemberut, ia belum tentu kecewa
Ia hanya butuh perhatian
Saat istri cemburu, ia belum tentu iri
Ia hanya butuh pujian
Saat istri menolak, ia belum tentu tak mau
Ia hanya butuh rayuan dan bujukan
Saat istri lelah, ia belum tentu merasa capek
ia hanya butuh diajak jalan-jalan
Saat istri sakit hati, ia belum tentu terluka
Ia hanya butuh belaian

Namun...
Saat istri tersenyum, ia belum tentu setuju
Bisa jadi ia sedang berusaha mengerti
Saat istri tertawa, ia belum tentu bahagia
Bisa jadi ia sedang berusaha membahagiakan suaminya
Saat istri diberi hadiah, ia belum tentu senang
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menghargai
Saat istri terlihat tegar, ia belum tentu kuat
Bisa jadi ia sedang mencoba untuk bertahan menghadapi ujian
Saat istri mengerjakan perintah suami, belum tentu sesuai keinginannya
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menjadi istri yang taat
Wahai para suami atau calon suami,
selami lebih dalam psikologi pasanganmu
Karena bisa jadi ada makna di balik setiap kata dan ekspresinya
Ini bukan masalah tidak adanya ketulusan dan keikhlasan
Namun belajarlah memahami tabi'at seorang wanita yang rela mengorbankan sisa usianya bersamamu.
Selalu ada pengorbanan dalam membangun cinta.
Namun insyaAllah berakhir bahagia hingga ke surga.
“Semoga kita bisa menjadi pasangan yang salin memahami kekurangan dan kelebihan pasangan kita. Aamiin.”

Membuka ‘Aurat’ Tanpa Sengaja


Tok..tok..tok..
“Cari siapa?”
“Mbak Ina ada?” Suara laki-laki.
“Mbak Ina sedang mandi. Tunggu sebentar.”
Merasa ada yang salah? Contoh lain.
Suatu siang, adzan Dhuhur berkumandang. Ada sekitar 10 orang dalam sebuah ruangan, 4 laki-laki, 6 perempuan.
“Ada yang tidak salat?” Tanya seorang laki-laki kepada teman perempuannya.
Merasa janggal dengan pertanyaan di atas? Merasa pernah mengatakannya?
Kadang kita sering dengan sengaja atau tidak sengaja membuka aurat saudara kita sendiri. Ini sering terjadi tanpa ada control dari kita. Seolah seperti sesuatu yang terbiasa. Seperti contoh percakapan diatas. Sebenarnya ada siasat bagaimana caranya kita mempersilahkan tamu tanpa kita harus membuka aurat saudara sendiri. Misalnya,
“Mbak Ina sedang dibelakang. Silahkan tunggu sebentar.”
Pesan yang kita ingin katakana tersampaikan. Aurat saudara kita juga terjaga. Lagi pula informasi tentang aktivitas saudara kita saat itu bukan hal yang penting untuk disampaikan. Ini hanya tentang pilihan kata. Bagaimanapun kita tidak pernah tahu kondisi hati dari kawan bicara. Apakah hatinya sedang bersih lalu bisa berpikir jernih. Atau sedang dalam kondisi lemah iman. Sehingga membuatnya secara tidak sengaja terpikirkan hal yang tidak seharusnya.
Pada percakapan kedua kita menemukan fenomena yang serupa, membuka ‘aurat’ saudaranya. Sekali lagi ini hanya tentang pilihan kata. Kalimat tanya tersebut sebenarnya bisa diganti dengan, “Adakah yang berjaga disini? Saya mau nitip tas.” Maksud tersampaikan dan sekali lagi tanpa harus membuka ‘aurat’.
Hal yang perlu diketahui adalah, perempuan mengalami fase penurunan intensitas berdekatan dengan Rabb-nya saat sedang haid. Tidak bisa salat, tidak bisa membaca Alquran (sebagian ulama ada yang membolehkan membaca), ditambah labilnya hormon dalam tubuh. Artinya, sebagian besar perempuan ada dalam kondisi yang tidak ‘on top level’ iman dan penjagaan.
Ucapan atau tindakan kita yang kadang kurang hati-hati seperti contoh diatas secara tidak langsung bisa membuka aurat saudara kita. Hijab itu bukan hanya selembar kain yang digunakan untuk menutupi. Tapi juga sejauh mana kehati-hatian kita untuk tidak tergoda memberikan puzzle-puzzle seperti, ‘sedang mandi’, ‘sedang tidak salat’, dan lain sebagainya.
Bukan bermaksud menggurui ....

Kamis, 04 Desember 2014

ROMANTISME

Seorang ibu setengah baya pd sebuah pengajian rutin bertanya kpd ustadnya; ustad bgmn membangun romantisme dlm keluarga" pertanyaan yg
membuat keringat sang ustad mengalir deras....namun tetap mencoba
menjawab;
Romantisme itu....
Ketika malam tinggal sepertiga,
seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu
membangunkan suaminya. “Sayang… bangun… saatnya shalat.” Maka mereka
berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.
Romantis itu…

Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu
sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak
ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi
pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.
Romantis itu…

Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik
mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih
siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”
Romantis itu…

Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di
waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup
dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati
kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan
perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah
perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”
Romantis itu…

Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi
istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari
lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di rumah makan, tak
pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya,
“Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”
_Romantis itu…

Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera
pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri
merindukan belahan jiwanya tiba.
_Romantis itu…
Ketika suami
mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai. Bertemu saling
mendoakan. Isti mencium tangan suami, dan suami mengecup kening istri
lalu saling mengecup pipi kanan dan kiri bergantian.
Romantis itu…

Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan
bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di
pundak mendadak menghilang, terbang melayang.
Romantis itu…

Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menunya sederhana,
nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.
Romantis itu…

Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ,
sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung mencetak
generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat
perpisahan selamanya telah tiba masanya.
Romantis itu…
Ketika
sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau
aktifitas da'wah.Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya,
juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya...,
Monggo ditambahi.

Kamis, 20 November 2014

Beginilah Adab untuk Meminta Izin

ISLAM mengajarkan kepada kita agar selalu meminta izin (permisi) ketika akan masuk rumah atau tempat lain. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat,” (QS. An-Nur: 27).
Maka dalam hal ini ada beberapa adab untuk meminta izin.
1. Mengetuk pintu sebelum masuk rumah, sekolah atau kantor, sebagai isyarat untuk masuk. Tidak boleh masuk seenaknya begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
2. Mengetuk pintu dengan tekanan yang sedang agar tidak selalu berisik.
3. Tidak memanggil seseorang yang sedang dicari dengan suara yang keras.
4. Ketika mengetuk pintu hendaknya posisi berdiri tidak berada di depan pintu persis, tetapi hendaknya mengambil posisi di sebelah kanan atau sebelah kiri pintu. Agar tidak langsung melihat isi rumah ketika rumahnya dibuka.
5. Memperkenalkan diri ketika ditanya, “Siapa yang mengetuk pintu?” hendaknya dijawab dengan menyebut nama, tidak dengan kalimat “Aku!”
6. Tidak langsung masuk ke dalam rumah orang kecuali setelah mendapatkan izin untuk masuk.
7. Bila mengetuk pintu rumah orang hendaklah dilakukan dengan tiga kali ketukan. Jika tidak ada jawaban dari dalam atau tidak mendapat izin untuk masuk hendaklah langsung pulang.
8. Ketika mengetuk pintu hendaklah tidak mengintip ke dalam rumah. Karena hal ini akan membuka aib dan rahasia orang.
9. Tidak boleh mendengarkan pembicaraan orang yang ada di dalam rumah.
10. Meminta izin atau mengetuk pintu kamar ibu, istri ketika hendak memasuki kamar mereka meskipun itu rumah sendiri.
11. Wajib mendidik dan mengajari anak tata cara meminta izin yang baik dan senantiasa untuk membiasakannya. [Sumber: Adab Islam dalam Kehidupan Sehari-hari/Karya: Mahdy Saeed Reziq Krezem/Penerbit: Media Dakwah]

5 “S” yang Membunuh Remaja Islam

TIDAK pelak dan tidak diragukan lagi, kalau remaja Islam saat ini sudah diserang dari berbagai arah dan berbagai cara oleh mereka yang tidak suka terhadap Islam. Hanya sayangnya, kebanyakan remaja Islam banyak yang tidak menyadari bahaya tersebut. Tampaknya, apa-apa yang terjadi dan disodorkan hanyalah sebuah pilihan hidup yang sudah sewajarnya. Tentu saja banyak faktor yang menyebabkannya, salah satunya adalah kurangnya pihak yang seharusnya memberikan informasi dan mengajarkan hal-hal yang sekarang tengah terjadi.
Nah, berikut ini adalah hal-hal yang seringkali membuat remaja Islam pada akhirnya menemukan ‘jalan’ yang sangat modern-metropolis namun kebablasan, semuanya dalam bahasa Inggris dimulai dengan huruf “S”.

1). Song (lagu)
Rasanya tidak ada dari remaja yang tidak dekat dengan hal ini. Setiap remaja dipastikan menyukai satu jenis musik tertentu. Yang tengah ngetop saat ini adalah grup musik Noah, Smash atau 1 Direction. Musik atau lagu bisa jadi dijadikan sebagai ungkapan gejolak perasaan dan jiwa remaja—remaja merasa terwakili olehnya. Padahal sesuatu yang ada dibalik lagu-lagu yang ada dan atau tengah beredar banyak menabrak tembok-tembok aqidah. Misalnya saja lagu Imagine-John Lennon, yang mengajarkan untuk hidup tanpa Tuhan, gila apa? Dan semua lagu cinta yang ada sekarang selalu menunjukkan “penghambaan” yang mendalam terhadap lawan jenis.

2). Sport (olahraga)
Tidak pelak lagi kalau olahraga telah menjadi suatu budaya global yang merasuk ke semua pelosok. Olah raga sudah dibuat jadi semacam ritual dan modernitas bagi anak-anak muda, dan para atlet adalah nabi-nabinya. Sekarang, seorang atlet sepakbola sudah tidak ada ubahnya dengan artis yang juga banyak digilai oleh para remaja. Nama-nama atlet seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, atau petenis Novak Djokovic, dan pembalap Jorge Lorenzo bahkan diidolai oleh para remaja putri. Tingkat “pemujaan”nya, bahkan sudah ke tahap yang sangat pribadi. Sedangkan orang yang dikagumi itu nyata-nyata jelas Yahudi atau Kristen. Gaya hidup mereka pun sangat tidak pantas ditiru, misalnya Ronaldo dan Messi yang memiliki memilih gaya hidup kumpul kebo dengan pacarnya. Na’udzubillahi min dzalik.

3). Smoke (Rokok)
Ini mungkin banyak yang melanda remaja kaum Adam. Tahu kan, ada semacam aturan tertulis dalam pergaulan anak muda bahwa merokok bakalan bisa menaikan “derajat” dan “status sosial” seorang remaja di antara teman-temannya. Aturan yang kebablasan. Nah, yang bersangkutan tampaknya ngerasa cool saja ketika bisa melakukannya. Padahal jika kita lihat dari segi manfaat dan ruginya, merokok bagi siapapun lebih banyak ruginya. Selain mencemari dan meracuni lingkungan, orang lain, dan diri sendiri, ditambah hampir pasti remaja masih bergantung kepada orang tua dalam hal ini buat beli rokok. Alangkah mubazirnya setiap receh yang dicari dengan susah payah oleh orang tuanya, kemudian dibelanjakan atau dipergunakan untuk membeli sesuatu yang benar-benar tidak ada manfaatnya sama sekali.

4). Style (Busana)
Remaja hampir selalu saja pasti ingin kelihatan gaya. Istilah kerennya banci tampil. Artinya, sudah bukan rahasia lagi kalau remaja benar-benar tergila-gila oleh barang-barang yang bermerek dan harganya mahal. Dunia fesyen mengajarkan remaja untuk jadi konsumtif dalam menggunakan uang. Remaja akan merasa cekak atau bokek manakala pergi ke pusat pertokoan dengan hanya bermodal Rp. 50.000 aja, tapi ironisnya jumlah uang itu bagi mereka dirasakan terlampau besar jika harus diinfaqkan untuk kegiatan Islam.
Kita tentu tahu bahwa pangsa pasar Internasional untuk remaja di Indonesia termasuk besar sekali—bahkan cukup besar untuk ukuran negara-negara Asia lainnya. Saat ini di Indonesia tercatat ada sekitar 40 juta remaja. Jika hanya setengahnya saja menjadi korban mode, berapa keuntungan yang bisa dikeruk oleh para produsen pakaian?
Masalahnya dalam hal ini tidak cukup sampai di situ. Saat ini kita melihat dimana-mana bahwa perkembangan mode benar-benar sudah menabrak nilai- nilai Islam. Dari gaya rambut saja sekarang beneran macem-mcem. Mulai dari gaya rambut Firman yang terkenal yang muntir-muntir kayak ekor ayam. Sampai model kriting panjang a la atau Giring-Nidji. Terus, coba lihat remaja-remaja perempuan yang berpakaian sangat ketat, bahkan bisa juga memakai celana pendek, baju  you can see (tidak ada lengannya), hingga—maaf— pakaian dalamnya bisa kelihatan. Astagfirullah!

5). Seks
Seks adalah menu paling akhir yang disajikan oleh mereka yang berminat menghancurkan remaja Islam. Kita tentu tahu sekali bahwa salah satu misi bangsa Yahudi dalam Protocols of Zion adalah membuat pemuda dan remaja Islam dekat dengan pornografi. “Ketika seorang remaja Islam mati kelak,” begitu tulisnya kira-kira, “kita bakalan membuat mereka tengah mengantongi buku porno, bukannya Alquran.” Sudah dapat dipastikan bahwa generasi muda bangsa ini tengah berada di ambang kehancuran moral yang sangat dahsyat.[sa/islampos]




Logika (Pemerintah) Menaikkan BBM

Olex Ustadz Felix Siauw

dulu logika pemerintah naikin BBM karena harga minyak dunia naik | harganya turun, tetep aja dinaikin, alasan lagi, udah niat itu mah

alasannya naikin BBM karena rakyat kecil | lha sekarang rakyat kecil sekedar beli cabe aja susah, justru mereka kena dampak paling parah

yang paling untung harga BBM naik siapa? ya yang punya pom bensin asing | akhirnya investasinya maknyus, harga minyaknya sekarang bersaing

bukti lagi bahwa selama ini demokrasi hanya khayalan saja | mayoritas yang nggak setuju BBM naik nggak didengar dan diperhatikan

dalam Islam, Nabi bersabda, pemimpin itu layaknya penggembala | ia bertugas menjaga, melindungi, melayani, bukan hitung-hitung untung rugi

layaknya ayah bagi anak-anaknya, walaupun makan harus disubsidi ya tetep dilakoni, ngutang juga ayo | itulah pemimpin dalam Islam

Nabi bersabda bahwa "Muslim berserikat pada 3 hal, padang rumput, air, api" (HR Abu Dawud) | artinya energi bagian dari milik umum

hutang banyak, produksi minyak terus menurun, over-consumption, itu bentuk salah kelola negara | tapi yang disalahkan malah rakyat, aneh

negara yang tak efisien karena korupsi meraja, mafia migas melenggang | yang harus nanggung malah rakyat dengan naikin BBM, logika?

nyata-nyata sekarang, bukan orang kaya yang terpengaruh dengan naiknya BBM kan? | semua yang terpengaruh yang pendapatan menengah ke bawah

pengusaha mah mudah, tinggal masukin naiknya BBM jadi bagian beban biaya, harga jual produk naikin | yang karyawan mau naikin harga apa?

solusinya gimana? oke, nih cuma contoh aja ya | Hugo Chavez Venezuela, nasionalisasi semua perusahaan asing, hasilnya? BBM Rp. 585/liter

yang sosialis kayak Chavez aja berani nasionalisasi perusahaan asing | kita nggak perlu sosialisme, kita punya yang lebih baik, sistem Islam

cuma ngasih pandangan aja sih, setuju boleh, nggak ya dipikir lagi aja.. hehe.. | coba deh pelajari bagaimana Islam sejahterakan ummat

yang terima naik BBM silakan, itu hak anda, yang mau protes juga boleh, itu juga hak | asal semua diselesaikan dengan pemikiran, bukan fisik

yang dukung naik BBM bisa salah, yang tolak naik BBM juga nggak selalu bener | yang bener dan pasti itu cuma hukum Allah, cuma Islam

Islam diturunkan sempurna, pasti juga ada cara mengatur negara dan BBM | yuk pelajari, yuk ngaji, biar wawasannya luas, biar cerah

Tausiah

Jangan panik, saat BBM naik, Allah sudah mengatur rezeki pada hamba-Nya"
"Tenang saja, Allah tidak akan menimpakan beban lebih daripada yang mampu kita tanggung"
Kita tentu menemui pernyataan serupa diatas, terlepas apapun maksudnya, kita coba menangkap baik sajalah. Maksudnya mungkin, kenaikan BBM ini sudah terjadi, yang berlalu ya sudah, yang penting bagaimana kita menyikapinya
Namun, sebagai seorang Muslim, kita pun khawatir ada pemahaman yang salah mengenai konsep rezeki yang dicampuradukkan pemahamannya dengan konsep dakwah, amar ma'ruf dan nahi munkar, khawatir dengan logika semisal ini ummat jadi berpikir seperti kaum fatalis jabariyyah atau murji'ah yang menganggap bahwa kemunkaran dan kedzaliman pun sudah ditakdirkan Allah
Pertama, keyakinan seorang Muslim terhadap jatah rezeki tentu bagian daripada keimanan, bahwa bila dia masih hidup, maka Allah pasti akan mencukupinya, pasti masih ada jatah perutnya. Ini bagian keyakinan yang harus dimiliki oleh seorang Muslim, karena dalam Al-Qur'an Allah hanya menisbatkan rezeki pada diri-Nya yang menanggungnya.
Namun berbeda dengan menyikapi kemunkaran, ini pun bagian daripada kewajiban kaum Muslim yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, termasuk menasihati pemimpin, ini adalah bagian daripada perintah agama
"Rasulullah bersabda, "Agama adalah nasihat", kami bertanya : "Bagi siapa?" Rasulullah menjawab : "bagi Allah, bagi kitabNya, bagi Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum Muslimin dan kaum muslimin pada umumnya" (HR Muslim)
"Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim" (HR Abu Dawud)
Artinya saat kita menasihati penguasa bahwa kenaikan BBM ini adalah kedzaliman dan bertentangan dengan cara Islam mengatur sumberdaya alam, dan menyusahkan ummat, bukan berarti kita tidak beriman dengan rezeki Allah, namun melaksakan sebagaian kewajiban dari Allah dan Rasulullah, yaitu menasihati penguasa.
Maka dalam konteks kenaikan BBM lalu meminta agar rakyat beriman pada takdir Allah, agaknya kurang pas. Karena hal ini akan diterima sebagai "menerima kedzaliman" bukan "menerima takdir", karena yang harus dilakukan tatkala melihat kemunkaran hanya 3 hal: 1) mengubah dengan tangan (kekuasaan), 2) menasihati dengan lisan, atau 3) mengingkari dengan hati.
Inilah jalan para salafus salih saat menghadapi kemunkaran
Maka mendiamkan kemunkaran padahal kita tahu dan mampu untuk menyampaikan dakwah adalah perbuatan yang tidak dicontohkan para sahabat dan ulama salaf.
Hanya saja, memang penting sekali bagi para penyampai ayat Allah dan peringatan ini untuk berucap santun dan bijak, menasihati dengan penuh kelembutan dan kasih sayang bukan malah mencela, melaknat, berkata kotor dan menghina yang justru menjauhkan para pemimpin ini dari mendengar nasihat
"Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut" (QS 20: 43-44)
"Qaulan layyina" menurut Ibnu Katsir adalah "perkataan yang lemah lembut, santun, mudah dimengerti, dan bersahabat, agar lebih mudah meresap ke dalam jiwa serta lebih tepat dan pas"
Kita berdakwah bukan karena tidak beriman pada takdir, bukan pula memprovokasi, tapi inilah kewajiban menasihati penguasa, yang Allah wajibkan saat kita melihat kemunkaran, termasuk kemunkaran yang jelas saat BBM naik seperti ini.
Kita berdakwah bukan tersebab benci tapi karena peduli, bukan karena berang namun karena kasih sayang
Maka kita pun menyampaikan kepada penguasa, nasihat Nabi saw, dalam doanya,
doa Nabi saw, "Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia" (HR Muslim)

Harga BBM di Indonesia Paling Tinggi se-Asia Tenggara

PRESIDEN Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sukses cetak rekor seusai mengeluarkan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Rekor yang terukir ialah, Indonesia kini menjadi negara dengan harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi termahal se-Asia Tenggara. Seperti yang dilansir oleh tribunnews.com
Untuk diketahui, pemerintah akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter. Harga tersebut berlaku mulai Selasa (18/11/2014).
Dengan kenaikan harga premium menjadi Rp 8.500 per liter, harga BBM bersubsidi kita lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia.
Di Malaysia, harga bensin RON 95 dan solar diesel saat ini masing-masing sebesar 2,30 ringgit (sekitar Rp 8.400) dan 2,20 ringgit (Rp 8.100) per liter.
Alhasil bensin premium yang memiliki RON 88 di Indonesia lebih mahal dari bensin di Malaysia yang memiliki RON 95. Sedangkan solar di Indonesia relatif lebih murah dari Malaysia.
Sedangkan harga BBM non subsidi, yakni Pertamax Plus yang sama-sama memiliki RON 95 masih lebih mahal dari Malaysia. Di Indonesia, harga Pertamax plus per Senin kemarin Rp 11.600 per liter.
Juga harga Pertamax yang beroktan 92, lebih mahal dari bensin Malaysia karena masih dijual seharga Rp 10.200 per liter. Padahal oktan bensin ini lebih rendah dari bensin di Malaysia.
Sedangkan bensin di Thailand dan Singapura, masing-masing mengandung oktan 91, 92 dan 95. Berdasarkan catatan Kontan, di Singapura, harga BBM RON 95 saat ini sebesar Rp 19.643 per liter, lebih tinggi dari Pertamax Plus di Indonesia.
Sementara harga minyak paling murah di Asia Tenggara ialah Brunei Darussalam, dengan RON 98 seharga BND 0,53 atau Rp 4.100 per liter.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menolak mengatakan harga BBM di Indonesia terlalu mahal. Hitungan Bambang, harga pasar atau harga keekonomian BBM bersubsidi saat ini sebesar Rp 10.000 per liter, karena menghitung rata-rata harga minyak selama setahun. Alhasil harga BBM bersubsidi bagi Bambang adalah harga yang sesuai pasar. [irma/islampos/bringislam]

Detik-detik Kematian Mustafa Kamal Ataturk

MUSTAFA Kamal Ataturk adalah penggagas Republik Turki . Ia didapuk sebagai pemimpin revolusi, negarawan dan Presiden Turki yang pertama.
Ataturk pula yang memindahkan ibu negara Turki dari Istanbul ke Angora yang kini dikenali sebagai Ankara.
Mustafa Kamal telah membentuk semula aspek kehidupan rakyat Turki agar sesuai dengan tuntutan ideologi Kemalist. Ideologi ini bertujuan membawa Turki ke arah negara modern, demokratik dan negara sekular.
Ataturk memerintah dari tahun 1918 hingga 1934. Di saat kematiannya, ada beberapa penyakit kepadanya, di antara ialah:
1. Dilanda penyakit kulit hingga ke kaki di mana ia merasa gatal-gatal seluruh badan.
2. Sakit jantung.
3. Penyakit darah tinggi.
4. Panas sepanjang waktu.
Pada 26 September 1938, ia pingsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas, lalu ia sempat siuman, namun kemudian hilang ingatan secara permanen.
Pada 9 November 1938, ia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu ia meninggal, konon tidak seorang pun yang memandi, mengafani dan menshalatkannya. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengafani dan menshalatkannya.
Menurut banyak sumber, ketika dibawa ke pemakaman, mayatnya tidak mau masuk ke liang lahat. Disebabkan putus asa, akhirnya orang-orang yang menguburkan mayatnya mengawetkan mayat Ataturk sekali lagi dan dimasukkan ke museum yang diberi nama EtnaGrafi di Ankara selama 15 tahun atau sampai tahun 1953.
Setelah 15 tahun mayatnya kembali hendak dikuburkan, namun masih juga susah. Akhirnya, jenazahnya dibawa ke satu bukit dan ditanam dalam satu bangunan marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer. [sumber: akuislam]

Ketika "Satrio Piningit" Menaikkan Harga BBM

Oleh: Azzam Mujahid Izzulhaq
Jam makan siang...
Saya sengaja mampir di sebuah warteg di sudut bangunan tinggi ibukota. Masuklah tiga orang pria dan duduk di samping saya memesan nasi campur.
Sambil makan, ketiga ini mengobrol tentang naiknya harga BBM.
"Gua sih, kalau pun Jokowi naekin harga BBM 100% pun gua dukung. Lah dia itu Satria Piningit yg dijanjikan Tuhan," kata seorang diantara tuga orang pria tadi.
Dan nampaknya diamini oleh kedua orang temannya. Mereka juga menambahkan bahwa kenaikan harga adalah pemicu semangat kerja.
Si ibu warung tampak memandang mereka dengan sinis. Karena mungkin dia yg merasakan dampak kenaikan harganya saat belanja ke pasar.
"Udah Bu. Jadi berapa semuanya?," tanya pria pertama yg bilang bahwa ia setuju kenaikan harga BBM bahkan sampai 100% pun.
"Tiga nasi campur sama teh tawar ya?," tanya si ibu penjual nasi.
"Iya bener," jawab pria tadi.
"Semuanya jadi 100rebu," kata si ibu.
Pria tadi nampaknya kaget. Ia pun memastikan dengan bertanya,
"Eh buset! Yg bener? Mahal amat! Biasanya cuma 10 rebu seporsi."
Si ibu penjual nasi pun menjawab kalem, "Iya. Belum tahu kalian harga serba naik? Bilangin ama Satria Piningit sana! Dan bilangin juga, di warung sini gak terima kartu-kartuan!"
Saya yg lagi nyeruput es jeruk batuk menahan tawa.
Ketiga pria tadi setelah membayar melengos sambil menggerutu. Dalam hati saya bilang, "Rasakan! Hehehe".
Saat giliran saya membayar, saya tanya berapa semuanya.
Si ibu menjawab, "12.000 saja, Mas. Yg tadi memang saya mahalkan. Biar kapok dan tahu rasa mereka."
Dan tak kuat saya menahan tawa... Hahaha...
Sumber tulisan: https://www.facebook.com/azzam.izzulhaq/posts/10202944814606287al

Kejahatan-kejahatan Mustafa Kamal Ataturk terhadap Islam

MARET 1924, Khilafah Uthmaniah dihapuskan secara resmi oleh Mustafa Kamal Ataturk dari bumi Turki. Ini adalah awal kelam sejarah Islam.
Setelahnya, selama 15 tahun (1923-1938) Ataturk berkuasa. Ia secara konstan dan terstruktur mengasingkan terhadap Khilafah Uthmaniah Turki.  Kamal Ataturk berpendirian bahwa segala masalah yang dihadapi oleh bangsa Turki ketika itu disebabkan oleh Islam. Islam dipersalahkan sebagai puncak kemunduran dan kehinaan yang dialami oleh bangsa Turki, walaupun sejarah dengan jelas telah membuktikan bahwa Islamlah yang membuat Turki begitu terpandang.
Menurut Dr Abdullah Azzam dan Dr. Mohammad Redzuan Othman, setelah berkuasa pada 29 Oktober 1932, Ataturk melahirkan republik Turki moden dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Mengikuti segala model Barat dalam pemerintahan.
2. Sistem yang menjadi dasar adalah sistem republik sekular.
3. Menghapuskan sistem pemerintahan khilafah.
4. Pemakaian hijab dilarang di kalangan kaum wanita. Jika bersikeras dipakai, maka muslimah dihukum berat.
5. Pemakainan tarbusy oleh lelaki diganti dengan topi. Juga dianggap menentang hukum jika dipakai.
6. Menggantikan huruf arab dengan latin.
7. Menukar sistem pemerintahan Islam dengan sekular sebagaimana termaktub dalam perlembagaan tahun 1933.
8. Memansuhkan Artikel 2 yang menyatakan ‘Agama Bagi Negara Turki Adalah Islam.’
9. Memansuhkan Kementerian Kehakiman Syariah dan diganti dengan Badan Kehakiman Sipil.
10. Melarang poligami dan menyamaratakan hak pewarisan harta dan pernikanah antara lelaki dan wanita.
11. 3 Maret 1924 sistem pendidikan sekular menjadi dasar dan sebaliknya dia menutup dan memansuhkan semua madrasah, sekolah agama rakyat, gerakan tariqat dan amalan sufi.
12. Menggantikan budaya Islam dengan budaya berasaskan Turki dan Barat.
13. 6 Febuari 1933 azan harus digemakan dalam bahasa Turki dan tidak lagi dalam bahasa Arab.
14. Masjid Aya Sophia diubah statusnya menjadi museum.
15. Melatih tentera dengan latihan a la Barat.
16. Merobohkan semua masjid dekat istana disebabkan suara azannya dianggap bising dan menganggunya beristirahat.
17. Melarang kaum muslimin mengerjakan Haji di Makkah.
18. Mendirikan patungnya di setiap tempat.
19. Menghapuskan Kementerian Wakaf.
20. 26 November 1925 menghapuskan penggunaan Kalender Hijrah dan menggantikannya dengan kalender Barat.
22. Mengganti hari libu Jumat dengan hari Ahad sebagaimana hari libur di Barat. [

Senin, 17 November 2014

Jenis Koreksi Fiskal Positif

Pengertian Koreksi  Fiskal Positif Yaitu :
koreksi fiskal yang menyebabkan penambahan penghasilan kena pajak dan PPh terutang.

Jenis Koreksi Fiskal Positif antara lain :
a.     Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi.
b.     Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota.
c.      Pembentukan atau pemupukan dana cadangan kecuali :
1.    Cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain yang menyalurkan kredit, sewa guna usaha dengan hak opsi, perusahaan pembiayaan konsumen, dan perusahaan anjak piutang.
2.    Cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
3.    Cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjamin Simpanan.
4.    Cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan.
5.    Cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan.
6.    Cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk usaha pengolahan limbah industry.
d.     Premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan.
e.     Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
f.       Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan.
g.     Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b, kecuali sumbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf i sampai dengan huruf m serta zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.
h.     Pajak Penghasilan.
i.       Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya.
j.       Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham.
k.      Sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan
l.       Persediaan yang jumlahnya melebihi jumlah berdasarkan metode penghitungan yang sudah ditetapkan dalam Pasal 10 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh.
m.    Penyusutan yang jumlahnya melebihi jumlah berdasarkan metode penghitungan yang sudah ditetapkan dalam Pasal 10 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh.
n.     Biaya yang ditangguhkan pengakuannya.

Jenis Koreksi Fiskal Negatif

Pengertian Koreksi Fiskal Negatif Yaitu :
koreksi yang menyebabkan pengurangan penghasilan kena pajak dan PPh terutang.

Jenis Koreksi Fiskal Negatif antara lain :

1.     Penghasilan yang telah dikenakan PPh Final antara lain :
a.    Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi.
b.    Penghasilan berupa hadiah undian.
c.    Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura.
d.    Penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau bangunan.
2.     Penghasilan yang bukan merupakan objek pajak antara lain :
a.    Bantuan atau sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima zakat yang berhak atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima sumbangan yang berhak, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan.
b.    Harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan.
c.    Warisan.
d.    Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan  sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal.
e.    Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah, kecuali yang diberikan oleh bukan Wajib Pajak, Wajib Pajak yang dikenakan pajak secara final atau Wajib Pajak yang menggunakan norma penghitungan khusus (deemed profit).
f.     Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa.
g.    dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, badan usaha milik negara, atau badan usaha milik daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat :
-       Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan.
-       bagi perseroan terbatas, badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah yang menerima dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang disetor.
h.    Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan Menteri Keuangan, baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai.
i.      Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun sebagaimana dimaksud pada huruf h, dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.
j.      Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.
k.    Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia, dengan syarat badan pasangan usaha tersebut :
-       Merupakan perusahaan mikro, kecil, menengah, atau yang menjalankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
-       sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia.
l.      Beasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
m.  Sisa lebih yang diterima atau diperoleh badan atau lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan/atau bidang penelitian dan pengembangan, yang telah terdaftar pada instansi yang membidanginya, yang ditanamkan kembali dalam bentuk sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan, dalam jangka waktu paling lama 4 (empat) tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
n.    Bantuan atau santunan yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kepada Wajib Pajak tertentu, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
o.    Persediaan yang jumlahnya kurang jumlah berdasarkan metode penghitungan yang sudah ditetapkan dalam Pasal 10 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh.
p.    Penyusutan yang jumlahnya kurang jumlah berdasarkan metode penghitungan yang sudah ditetapkan dalam Pasal 10 UU No.36 Tahun 2008 tentang PPh.