Sabtu, 17 Oktober 2015

BENTUK USAHA TETAP

Bentuk usaha tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia, yang dapat berupa :
  1. tempat kedudukan manajemen;
  2. cabang perusahaan;
  3. kantor perwakilan;
  4. gedung kantor;
  5. pabrik;
  6. Bengkel;
  7. Gudang;
  8. ruang untuk promosi dan penjualan;
  9. pertambangan dan penggalian sumber alam;
  10. wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi;
  11. perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan, atau kehutanan;
  12. proyek konstruksi, instalasi, atau proyek perakitan;
  13. pemberian jasa dalam bentuk apapun oleh pegawai atau oleh orang lain, sepanjang dilakukan lebih dari 60 (enam puluh) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan;
  14. orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas;
  15. agen atau pegawai dari perusahaan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi atau menanggung risiko di Indonesia;dan
  16. komputer, agen elektronik, atau peralatan otomatis yang dimiliki, disewa, atau digunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan kegiatan usaha melalui internet.
Tempat usaha tersebut bersifat permanen dan digunakan untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan dari orang pribadi yang tidak bertempat tinggal atau badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia.
Perusahaan asuransi yang didirikan dan bertempat kedudukan di luar Indonesia dianggap mempunyai bentuk usaha tetap di Indonesia apabila perusahaan asuransi tersebut menerima pembayaran premi asuransi atau menanggung risiko di Indonesia melalui pegawai, perwakilan atau agennya di Indonesia. Menanggung risiko di Indonesia tidak berarti bahwa peristiwa yang mengakibatkan risiko tersebut terjadi di Indonesia. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa pihak tertanggung bertempat tinggal, berada, atau bertempat kedudukan di Indonesia.
Contoh BUT :
adalah Perusahaan dari China yang memenangkan tender pembangunan PLTU maka untuk membangun PLTU tersebut perusahaan dari China mendirikan BUT yang akan beroperasi selama pembangunan PLTU tersebut, setelah selesai maka BUT tersebut bubar dan mengajukan penghapusan NPWP.
Dasar Hukum : Pasal 2 UU No.36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan

Warisan Yang Belum Terbagi

Warisan Yang Belum Terbagi

Berikut pasal dalam undang-udang no 36/2008 tentang pajak penghasilan, yang mengatur warisan yang belum terbagi:

  1.  Pasal 2 (1)
Yang menjadi subjek pajak adalah : a.2. warisan yg belum terbagi
Penjelasan: Warisan yang belum terbagi merupakan ‘Subjek Pajak pengganti’, yg menggantikan posisi yg ahli waris sebagai penerima warisan. Maksudnya, daripada warisan dihitung pajaknya sendiri oleh masing-masing ahli waris, lebih baik diselesaikan saja kewajiban perpajakannya saat belum dibagi. sehingga, nanti warisan yg di dapat
ahli waris tersebut bukan merupakan objek pajak bagi ahli waris.
  1. Pasal 2 (3)
Yang menjadi Subjek Pajak Dalam Negeri adalah : c. Warisan yg belum terbagi
Penjelasan: Warisan yg belum terbagi mengikuti status pewaris, dalam artian
memakai NPWP pewaris. Jika telah dibagi, kewajiban beralih ke ahli waris. jadi jika pada
saat warisan dibagi kewajiban perpajakannya belum tuntas, maka warisan yg didapatkan oleh ahli waris merupakan objek pajak, jadi menambah penghasilan netto dan penghasilan kena pajak ahli waris. Warisan dari Wajib Pajak Luar Negeri yg tidak punya penghasilan di Indonesia, dianggap sudah diselesaikan kewajiban perpajakannya di
negara asal. jadi tidak dianggap ‘Subjek Pajak Pengganti’. dalam hal ini, warisan tersebut melekat pada objek, sehingga dikecualikan dari objek pajak.
  1. pasal 2A (5)
Kewajiban pajak subjektif, dimulai sejak timbulnya warisan dan berakhir saat warisan selesai dibagikan.
Penjelasan: Kewajiban pajak subjektif warisan yang belum terbagi dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi tersebut, yaitu pada saat meninggalnya pewaris. Sejak saat itu pemenuhan kewajiban perpajakannya melekat pada warisan tersebut. Kewajiban pajak subjektif warisan berakhir pada saat warisan tersebut dibagi kepada para hali waris. Sejak saat itu pemenuhan kewajiban perpajakannya beralih kepada para ahli waris.
  1. psl 4 (3)
Dikecualikan dari objek pajak: b. warisan

Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan merupakan subjek pajak pengganti, menggantikan mereka yang berhak yaitu ahli waris. Penunjukan warisan yang belum terbagi sebagai subjek pajak pengganti dimaksudkan agar pengenaan pajak atas penghasilan yang berasal dari warisan tersebut tetap dapat dilaksanakan.

Contoh :
Tuan Ahmad adalah Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang memiliki usaha sebuah Toko dan sudah punya NPWP. Ia memiliki seorang istri dan 3 orang anak. Suatu waktu Ahmad meninggal dunia. Warisan berupa toko yang ditinggalkan oleh Tuan Ahmad selanjutnya dikelola oleh Istri dan ketiga anaknya yang merupakan ahli waris dari Tuan Ahmad. Atas penghasilan yang diperoleh oleh toko tentu harus dibayar pajaknya. Agar kewajiban perpajakan atas penghasilan yang diperoleh oleh toko tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya, maka toko itulah yang ditunjuk sebagai subjek pajak, menggantikan para ahli waris yang berhak. Siapa yang jadi pelaksana kewajiban perpajakan atas penghasilan yang diperoleh oleh toko tersebut diserahkan kepada para ahli waris.

Saat Mulai dan Berakhirnya Kewajiban Pajak Subyektif
Subjek Pajak
Mulainya kewajiban subyektif
Berakhirnya kewajiban subyektif
Warisan yang belum terbagi 
Saat timbulnya warisan yang belum terbagi (pewaris meninggal). 
Saat warisan tersebut dibagi kepada ahli warisnya. 
Sehubungan dengan dikenakannya PPh pada warisan yang belum terbagi maka pada Pasal 3 PP Nomor 74 Tahun 2011 diberi penegasan tentang warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak dalam kedudukannya sebagai subjek pajak harus menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak dari orang pribadi yang meninggalkan warisan tersebut dan diwakili oleh pihak-pihak berikut untuk melaporkan pajaknya :
  • ·      Salah seorang ahli waris;
  • ·      pelaksana wasiat; atau
  • ·      pihak yang mengurus harta peninggalan.
Berdasarkan penjelasan PP Nomor 74 Tahun 2011, khususnya mengenai penghapusan NPWP dan/atau pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, pelaksanaannya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun demikian, terhadap Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu, penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dapat  dilakukan berdasarkan Verifikasi, sebagaimana diatur pada Pasal 3 ayat (3) PP Nomor 74 Tahun 2011. Verifikasi dilakukan untuk mengetahui apakah Wajib Pajak benar-benar tidak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif. Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tertentu pada ayat tersebut, salah satunya adalah :
“Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai Subjek Pajak sudah selesai dibagi”
Penambahan dua ketentuan mengenai NPWP pada PP Nomor 74 tahun 2011 menegaskan relevansi antara ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku dengan peraturan pelaksanaannya. Penambahan pasal tentang warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak dalam kedudukannya sebagai subjek pajak dan penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak diharapkan dapat menjembatani perbedaan persepsi di dalam penerapan kewajiban ber-NPWP dalam pigura yang proporsional.

Minggu, 19 Juli 2015

3 KATA SEDERHANA

BAGI pasangan suami istri manapun, komunikasi adalah sesuatu yang sangat penting. Di antara kata-kata itu, ada tiga kata sederhana yang dalam keseharian memberikan dampak yang sangat besar.
Kata-kata itu adalah:
“SINI AKU BANTU”, relakan waktu Anda dan usahakan tanpa berpikir lebih lanjut.
“AKU MENGHORMATI KAMU”, pengaguman terhadap pasangan Anda, meninggikan statusnya di mata Anda.
“AKU RINDU KAMU”, tiga kata ini memberi tahu kepada pasangan Anda bahwa ada ruangan yang senantiasa tersedia untuknya.
“AKU SANGAT MENYESAL”, menunjukan sikap yang manusiawi sekali, bahwa dalam beberapa titik, kita berbuat salah.
“KUMOHON MAAFKAN AKU”, menerima pernyataan maaf sebagaimana kita juga selalu ingin dimaafkan untuk setiap khilaf.
“TERIMA KASIH BANYAK”, ini adalah ucapan syukur atas kebaikan pasangan Anda.
“BAGAIMANA KABARMU, SAYANG?”, kesehatan adalah kekayaan tak ternilai. Tunjukkan bahwa Anda sangat peduli terhadap pasangan Anda, sama pedulinya Anda terhadap diri Anda sendiri.
“AKU CINTA KAMU”, ini kata paling sakti dalam hubungan rumah tangga. Seharusnya, semakin lama bahtera rumah tangga, semakin kita terbiasa mengucapkan hal ini, walau dalam momen-momen tertentu. Tak ada yang bisa mengalahkan anugerah cinta. Tiga kata ini akan meyakinkan pasangan Anda bahwa mereka sangat dibutuhkan dan diinginkan dalam hidup Anda.

KISAH PARA NABI MELAWAN PENGUASA

 Oleh Ust. ANIS MATTA,

Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya yakin Antum semua di bulan Ramadhan kemarin telah mengkhatamkan Alquran. Tinggal masalahnya, berapa kali khatam?Ikhwah fillah. Interaksi kita dengan Alquran baru akan terwujud ketika kita merasa dibimbing Alquran dalam setiap interaksi kita, termasuk pengalaman-pengalaman hidup kita. Pola interaksi kita dengan Alquran itulah yang harus kita tingkatkan, agar Alquran benar-benar memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita.
Ikhwah fillah. Salah satu kandungan Alquran adalah sejarah yang berisi fakta-fakta kemudian ditafsirkan. Tujuan utamanya bukan menguasai fakta-fakta itu, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari fakta-fakta sejarah tersebut.
Kisah Alquran yang erat kaitannya dengan kehidupan bernegara, di antaranya adalah kisah Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, dan Nabi Musa vs Penguasa kala itu.
Nabi Musa mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memposisikan diri sebagai oposisi. Nabi Yusuf mengajarkan kepada kita konsep dan aplikasi tentang “musyarakah” sehingga kisahnya yang berawal di penjara dapat berujung di istana. Berbeda lagi kisah tentang Nabi Sulaiman, yang bercerita tentang bagaimana jika agama telah mampu menguasai negara.
Ketiga cerita tersebut meskipun berbeda, tetapi mempunyai persamaan:
(1) Konflik
Baik ketika beroposisi, bermusyarokah, maupun menguasai negara, konflik itu selalu ada. Bahkan (cikal bakal) konflik antara Nabi Musa dan Fir’aun telah ada jauh sebelum Nabi Musa lahir, yaitu keinginan Fir’aun melenyapkan setiap bayi laki-laki karena dikhawatirkan akan menyingkirkan kekuasaannya.
Konflik adalah salah satu bentuk cobaan Allah kepada manusia. Manusia yang paling keras cobaannya adalah para nabi dan orang-orang yang paling “mirip” dengan para nabi itu (orang-orang shalih).
Konflik itu biasa, bahkan konflik antara Yusuf dan Benyamin (satu ibu-satu bapak) dengan saudara-saudaranya yang juga anak-anak keturunan Nabi (keluarga Yusuf, 4 generasi ke atas adalah Nabi semua) hingga berujung pada skenario pembunuhan. Apalagi hanya dalam sebuah organisasi atau negara. Kata Sayid Qutb: kita tidak bisa memilih untuk tidak berkonflik, yang bisa kita pilih adalah di kubu mana kita berada.
Khusus cerita Yusuf kita dapati konflik terjadi karena kecemburuan akan kadar keikhlasan saudara-saudaranya. Maka, prinsip dakwah kita yang pertama dan utama adalah salamatush-shadr (lapang dada, wujud ukhuwah paling minimal -ed).
(2) Konspirasi
Hal yg patut dicatat: ayat-ayat yang berkaitan dengan konspirasi kepada para nabi itu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan kepada taqdir, supaya kita punya keyakinan bahwa Allah-lah yang mengendalikan semuanya. Dia-lah sebaik-baik pembuat tipu daya.
Kita lihat bagaimana kisah Nabi Musa yang diselamatkan Allah dengan mengantarkan beliau ke istana Fir’aun melalui Sungai Nil kemudian ditemukan oleh isteri Fir’aun. Siapakah yang mengendalikan pikiran isteri Fir’aun sehingga Musa diselamatkan dan diijinkan menikmati hidup di istana? Bukankah sebelumnya Fir’aun ingin agar setiap bayi laki-laki dibunuh? Mengapa dia justeru setuju untuk membesarkan Musa di istananya? Allah telah mengubah persepsi Fir’aun dan isterinya sehingga menyelisihi niatnya sendiri.
Ingat pertempuran Fir’aun dan Musa, ketika Musa terjepit Ia justru lari ke laut. Logika perang modern dimana-mana kalau terjepit larinya ke gunung atau hutan bukan ke laut. Maka tatkala Fir’aun mengetahui hal itu, ia dan pasukannya besorak karena sangat mudah menghancurkan Musa dan pengikutnya. Tapi Allah punya rencana, diperintahkan Musa memukulkan tongkat ke laut dan terbelah-lah lautan. Fir’aun pun tak sempat berpikir panjang, mengejar ke tengah lautan yang terbuka, dan ia pun binasa ditelan lautan.
Demikian pula, siapakah yang mengendalikan pikiran saudara Yusuf sehingga mereka hanya menceburkan Yusuf ke dalam sumur, dan bukan membunuhnya? Ingat, sebab utama konflik antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya adalah KECEMBURUAN, yang berakhir pada konspirasi untuk membunuh Yusuf as.
Jika kita punya kesadaran tentang kekuasaan Allah, tidak boleh ada ancaman yang membuat kita berhenti bergerak dan berjuang. Maka, jangan pernah memandang besar dan kuat terhadap musuh-musuh kita. Allah-lah yang memberikan kita kekuatan dan persepsi itu.
(3) Jarak
Yang dimaksud di sini adalah jarak antara mimpi dan realisasi atas mimpi itu. Kita harus punya optimisme bahwa mimpi kita pasti terwujud. Harus punya nafas perjuangan yang panjang agar mimpi kita terwujud. Berapa lama jarak antara mimpi Nabi Yusuf dan realisasi kekuasaan beliau? Salah satu riwayat menjelaskan, jarak itu adalah 40 tahun. Kesabaran Yusuf itulah yang menjadikannya dimenangkan oleh Allah SWT.
Kesabaran adalah faktor yang sangat penting dalam suatu perjuangan. Kisah nabi Yusuf antara dibuang saudara-saudaranya dengan realitas mimpi ayahnya nabi Yakub, bahwa saudara-saudara akan menyembah/sujud ke nabi Yusuf, adalah sekitar 40 tahun (8x pemilu), riwayat lain 80 tahun (16x pemilu).
Jatuh bangun dalam pilkada, pileg, adalah biasa dalam pendakian menuju kemenangan. Yang pasti, kita harus terus naik, meskipun dlm perjalanan naik itu kadangkala butuh istirahat. Kalaupun kita menang pilkada bahkan memenangkan negara ini masih akan panjang perjuangan (tantangan dan konfliknya). Usai memenangi negara kita harus berjuang dan berkonflik memenangkan tahap berikutnya hingga sampai ustadziyatul ’alam.
Jadi miliki nafas yang panjang, jangan pernah patah arang apalagi hanya karena survey.
Siapa yang akan menang, adalah mereka yang berumur lebih panjang: stamina tetap, teknik semakin baik. Pemimpin Bosnia kala tahun 1994 diwawancarai oleh Fox News ditanya tentang masa depan Bosnia, beliau mengatakan, “Yang memenangi peperangan ini bukanlah yang membunuh lebih banyak jiwa, tetapi siapa yang bisa hidup lebih lama.” Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada
akhirnya Serbia pergi dan Bosnia berdiri merdeka.
Yakinlah kapanpun itu kita akan tetap menang pada akhirnya. Mana lebih lama umur negara atau agama? Imperium Romawi-Yunani sekarang mana? Tapi agama yang dulu pernah mereka kalahkan sampai hari ini masih tetap ada. Maka karena kita berjuang untuk agama ia akan selalu menang! Politisi menciptakan voters, tapi agama menciptakan Followers. Kuat mana voters dan followers?
(4) Mindset
Baik Nabi Yusuf, Musa, maupun Sulaiman, ketiganya punya mindset sebagai PEMENANG, bukan pengabdi. Coba perhatikan, Doa Nabi Sulaiman yang sangat dahsyat: Robbii hablii mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba’dii. Sulaiman minta negara dan ia minta negara itu tidak diberikan kepada selainnya.
Kita doanya apa? kita doa minta istri, anak-anak sholeh, dan semua itu diberikan oleh Allah. Tapi pernahkah kita berdoa minta negara?
*Sulaiman bukan hanya minta negara, tapi negara/kekuasaan yang tak diberikan Allah kepada setelahnya*
Kalau kita tak pernah meminta (berdoa) minta negara akankah Allah berikan kita negara ini? Oleh karena itu mari kita tambah doa-doa kita dengan doa Sulaiman.
*Kalau kita minta negara maka Allah akan sertakan segala isinya, tapi kalau kita hanya minta suami, istri, anak sholeh belum tentu negara akan diberikan pada kita. Sulaiman karena doanya itu menurut riwayat istrinya 99, bahkan Daud istrinya 1000*
Berdoalah kepada Allah agar kita diberikan kekuasaan yang dengannya kita memperbaiki umat dan bangsa ini. Bahkan lebih daripada itu, kita akan tunjukkan peran kita di muka bumi ini.
Apakah Antum siap untuk mengubah MINDSET sebagai PEMENANG ?
Apakah Antum siap MEMENANGKAN DAKWAH ini ?
Yakinkah Antum dengan KEMENANGAN yang akan ALLAH BERIKAN ?
Inspirasi Dari Kisah Nabi Musa, Yusuf dan Sulaiman

Mereka berkata

Mereka berkata:
(1) "Kalau dakwah itu, mbok ya pake cara yang baik, agar tidak menimbulkan kontroversi."
(2) "Kamu sering dibully dan dihujat gara-gara kamu sendiri yang suka menjelek-jelekkan pihak lain."
Padahal Faktanya:
(1) Dulu Rasulullah berdakwah dengan cara yang SANGAT BAIK, namun tetap saja banyak yang menghina beliau, menuduh beliau pemecah belah bangsa Arab, dst.
(2) Rasulullah adalah manusia terbaik, akhlaknya paling mulia, dia tentu saja tak pernah menjelek-jelekkan pihak lain. Namun tetap saja: beliau dibully, dihujat, dicaci-maki, difitnah, bahkan hendak dibunuh.
Saya sangat setuju, bahwa dakwah yang bertujuan baik seharusnya disampaikan dengan cara yang baik pula. Namun FAKTA MEMBUKTIKAN bahwa REAKSI PUBLIKlah yang seringkali menyebabkan dakwah mendapat citra buruk.
Karena itu, kita sebagai Muslim yang sedah berdakwah, lebih baik fokus saja dengan tugas kita. Gunakan cara-cara yang baik, luruskan niat demi Allah semata. Jika kemudian banyak komentar maupun reaksi negatif, ya biarkan saja. Iklhas dan tawakkal saja. Namanya jalan dakwah, memang tak pernah mulus.
Semoga teman-teman sekalian tetap istiqomah di jalan dakwah...

Mayoritas Yang Di-Minoritaskan

Mayoritas Yang Di-Minoritaskan... Kami mau berpuasa, diminta menghargai yang tidak puasa.. Kami mau mendengar lantunan ayat suci Al-Quran, kakek renta itu menyebut "polusi udara".. Kami mau takbir keliling, dihambat dengan berbagai alasan.. Kami mau merayakan hari kemenangan, masjid dibakar.. Kami meminta hak kami, disebut Gak Toleransi Kami membela diri, disebut Teroris Kami diserang, Media Bungkam Mereka kena gores sedikit, Beritanya sampai ke Ujung Dunia Mereka yang jelas menyerang, disebut "Hanya Oknum" Sungguh Kebathilan yang sangat NYATA Itukah Hasil Revolusi-mu? Kemanakah HAM dan Toleransi-mu? Kemanakah "Barisan Penjaga Bulan Desember" itu, sehingga tempat ibadah sendiri pun tidak dijaga ? Apakah sudah terlalu kenyang tertidur sehingga tak tau masjid dibakar ? Kami bangga dengan ilmunya AA GYM Kami bangga dengan Dzikrullahnya ARIFIN ILHAM Kami bangga dengan motivasinya YUSUF MANSYUR Kami bangga dengan kepolosannya MAMAH DEDEH Tapi.. Kami juga perlu "Singa Yang Garang" Yang Bersuara Lantang Membela Harkat, Derajat dan Martabat Umat dan Agama Ini.. Hidup Mulia.. Atau Mati Syahid.. Semoga Allah Memberkahi dan Melindungi Laskar dan Pejuang Islam Lainnya, Dimanapun Mereka Berada.. Untuk Bersama Melawan Kebathilan ini... Aamiinn Ya Rabb..

Lupa Diri

Td malam aku lupa
Lupa terbangun utk bermunajat kepadaNya
Ah, padahal baru saja dua malam lalu terjaga
Dengan berharap penuh pada ridhaNya
Seharian berkeliling silaturahmi
Makan segala apa yg tersaji
Seakan tak pernah makan berhari-hari
Padahal hari sebelumnya masih bisa menahan diri
Bertemu sanak saudara bercanda haha hihi
Diselingi ghibah sana sini
Atau membuat lelucon tak berarti
Hanya ingin jd pusat perhatian famili
Ah, padahal sebulan sdh latihan
Menahan makan juga lisan
Tak peduli teman memulai pertengkaran
Hati tetap tenang dg segala ucapan
Hari raya ini tilawah tidak kholas
Bahkan selembarpun tak tuntas
Sebulan penuh kmrn 2 kali khatam tak berbekas
Bahkan japrian adminpun malas utk dibalas
Ah..ah..ah ...
Aku kenapa
Sebulan tampak sholih
Sehari liwat sudah beralih
Aku mau berubah
Aku janji tdk lagi bertingkah
Aku ingat suatu tausiyah
Rugi diri jika makin hari taqwa tak bertambah
Ya Allah...
Tetapkan hatiku di atas jalanMu
Istiqomahkan aku
Jadikan aku termasuk bagian orang sholih
Dan berharap mendapat surgaMu
Aamiin...

Minggu, 12 April 2015

Pilihan Ibu dan Istri

Kisah yang menggugah jiwa menghunjam lubuk hati setiap insan yang merindukan jannatun na'im....
PILIH AKU ATAU IBUMU
Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah
ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya. Dari matanya yang
sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan Rafi suaminya.
Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan Rafi. Ayah Sarah yang juga
keheranan, segera menghampiri Sarah dan
menanyakan masalahnya. Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya
dengan Rafi tadi malam.
Sarah kecewa karena Rafi telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening Rafi terjatuh di
dalam mobil. Sarah baru tahu, kalau Rafi selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang
sama. Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, Rafi membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??
Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.
"Sarah..., yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para malaikat karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu" kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari
ayahnya.
"Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu
tidak berhak mengetahuinya. Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu. Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga. Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu,
meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh". Lanjut
ayahnya.
"Sarah.., Rafi menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita. Rafi tidak
menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama. Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan Rafi, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".
"Rafi meminta maaf kepada ayah karena ia hanya
berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal
watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
"Sarah..., kamu harus tahu, setelah kamu
menikah maka yang wajib kamu taati adalah
suamimu. Jika suamimu ridho padamu, maka
Allahpun Ridho. Sedangkan suamimu, ia wajib taat
kepada ibunya. Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya. Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
"Suamimu, dan harta suamimu milik ayahnya".
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya. Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan. Kemudian ia membesarkannya hingga
dewasa. Sampai anak laki-lakinya menikah, ia
melepasnya begitu saja. Anak laki-laki itu akan
sibuk dengan kehidupan barunya. Bekerja untuk keluarga barunya. Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya. Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. 1 bulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.
"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka
dengan ibu mertuamu. Kenapa? Karena rumahnya
kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana. Anak-anakmu pun tidak akan betah disana. Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".
"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana. Bagaimana dengan ibu mertuamu yang di
biarkan saja untuk tinggal disana?"
"Uang itu diberikan untuk ibunya. Rafi ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan. Dari uang itu ibunda Rafi hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin
dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.
Sarah membatin dalam hatinya, uang yang di
berikan Rafi sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar
jemput anak sekolah. Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan
tubuhnya di spa. Berjalan-jalan setiap minggu.
Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.
Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil menjadikan Rafi seorang sarjana, mendapatkan pekerjaan yang diidamkan banyak orang. Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah
yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.
"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
"Sarah, kembalilah ke rumah suamimu. Ia orang baik. Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya. Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".
Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga
Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia
menahan tangisnya. Batinnya sakit, menyesali sikapnya.
Namun Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Semoga menginspirasi...

Ingatlah, Perbuatan Kita di Dunia Akan Dihisab

PADA hari kiamat manusia akan ditanya tentang seluruh perbuatannya yang telah dilakukan olehnya saat di dunia, sebagaimana firman Allah SWT, “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka lakukan.” Allah juga berfirman, “Maka Sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus Rasul-rasul kepada mereka dan Sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-rasul (Kami).”
Dalam Sunnan At-Tirmidzi diriwayatkan dari Abu Barzah Al-Aslami r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kedua kaki seorang hamba tidak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, Pertama, umurnya untuk apa dihabiskan. Kedua, Ilmunya, apa yang ia lakukan dengan ilmu itu. Ketiga, Hartanya, dari mana ia peroleh dan dipakai untuk apa. Keempat, badannya, ia pakai untuk apa.”
Dalam Sunan At-Tirmidizi pula dari Abd’Allah ibn Masud bahwa Nabi SAW bersabda, “Keduan kaki anak adam (manusia) tidak akan melangkah dari hadapan Allah pada hari kiamat sebelum ia ditanya lima hal. Umurnya, untuk apa ia habiskan. Masa mudanya, untuk apa ia habiskan. Hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan, serta apa yang ia perbuat dengan ilmunya.
Orang yang merenungkan hadits tersebut akan mengetahui rahasia atau hikmah seruan Rasulullah kepada kaum muslimin untuk tidak bergelimang harta. Makin banyak harta seorang hamba, makin banyak dan panjang hisabnya, makin sedikit harta maka makin sebentar dan ringan hisabnya sehingga makin cepat masuk surga. Rsulullah SAW telah mengabarkan kepada kita bahwa kaum muhajirin yang miskin masuk surga 40 tahun lebih cepat dari pada orang kayanya.
Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu ar-Rahman al-Hubli yang berkata: Tiga orang termasuk saya datang kepada Abd’Allah ibn Umar ibn Ash da berkata, “Wahai Abu Muhammad, kami demi Allah tidak mempunyai apa-apa tidak ada uang, tidak ada hewan, dan tidak ada barang.” Ia lalu berkata, “Apa yang kalian mau? Kalian bisa datang lagi nanti dan akan saya berikan apa yang Allah mudahkan bagi kalian, atau saya akan menceritakan keadaan kalian pada Sultan, atau kalian bersabar. Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya orang-orang fakir miskin dari kaum muhajirin pada hari kiamat masuk surga mendahului orang-orang kayanya dengan jeda empat puluh musim gugur.” (Shahih Muslim)

Renungan

Malaikat Jibril bercerita tentang api neraka.
Bahwa اللَّهُ swt, telah menyalakan api neraka itu selama 1.000 tahun, sehingga apinya menjadi merah padam bernyala-nyala.
Lalu dipanaskan lagi 1.000 tahun, lantaran suhu panasnya, api itu berubah warna menjadi putih.
Lalu اللَّهُ swt memanaskannya selama 1.000 tahun lagi, hingga apinya berubah menjadi hitam pekat dan gelap.
"Jika ada manusia yang dilemparkan ke dalamnya, maka sekejap saja langsung akan musnah," ujar Jibril.
Kemudian malaikat Jibril pun menangis. "Mengapa engkau menangis Ya Jibril," tanya Rasulullah saw. "Aku takut kepada jiwaku," ucap Jibril.
"Bukankah engkau adalah malaikat, yang tidak mungkin berbuat maksiat kepada Allah swt," kata Nabi saw.
"Benar, akan tetapi takdir اللَّهُ bisa berlaku atas siapa saja. Bukankankah Iblis itu asalnya adalah penduduk Surga, lalu berlaku takdir Allah swt atasnya. Hingga Iblis menjadi penghuni Neraka," urai Jibril.
Yaa اللَّهُ Jauhkanlah kami dan Setiap orang Yang mengucapkan 'Aamiin' dari Siksa Kubur dan Siksan Api Neraka .

Kamis, 19 Maret 2015

RENUNGAN

Imam Masjidil Haram Asy-Syaikh Su’ud asy-
Syuraim dalam sebuah khutbah jum’at beliauberkata :
"Adakah dari kita yang tidak melihat perubahandalam kehidupannya setelah masuknya Whatsapp,
Facebook, Instagram dan yang lainnya dalamkehidupan ???
Bacalah !
Peringatan penting !!!
Hal ini merupakan Ghazwul fikri yang menyerang akal, namun sangat disayangkan, kita telah tunduk padanya dan kita telah jauh dari dien islam yang lurus dan dari dzikir kepada Allah. Kita telah
menjadi penyembah-penyembah Whatsapp, Twitter, Facebook, Instagram dan semacamnya.
Kenapa hati kita mengeras !!!
Itu karena seringnya kita melihat cuplikan video yang menakutkan dan juga kejadian-kejadian yang di share di Whatshapp. Hati kita kini mempunyai kebiasaan, yang tak lagi takut pada suatu pun.
Oleh karenanya hati mengeras bagai batu.
Kenapa kita terpecah belah dan kita putus tali kekerabatan !!!
Karena kini silaturrahmi kita hanya via Whatsapp saja, seakan kita bertemu mereka setiap hari, namun bukan begini tata cara bersilaturrahim dalam agama Islam kita.

Sangat disayangkan, kita telah menjadi para pecandu..!
Kita makan, handpone ada ditangan kiri kita...
Kita duduk-duduk bersama teman-teman, HP adadi genggaman...
Berbicara dengan ayah dan ibu yang wajib kita hormati, akan tetapi handphone ada di tangan pula...
Sedang menyetir, HP juga ada di tangan...
Sampai anak-anak kita pun telah kehilangan kasih sayang dari kita, karena kita telah berpaling dari mereka dan lebih mementingkan handphone...
Dan masih banyak lagi...
Aku tidak ingin mendengar seseorang yangmemberi pembelaan pada teknologi ini. 
Karena sekarang, jika sesaat saja HP kita tertinggal, betapa kita merasa sangat kehilangan. 
Andai perasaan seperti itu ada juga pada "shalat dan tilawatul Qur'an kita"...
Adakah dari kita yang mengingkari hal ini ?
Dan siapa juga yang tidak mendapatkan perubahan negatif di kehidupannya setelah masuknya teknologi ini pada hidupnya dan setelah ia menjadi pecandu ?
Demi Allah, siapakah yang akan menjadi teman kitananti di kubur ? Apakah HP ???
Mari kita sama kembali pada Allah, jangan sampai ada hal yang menyibukkan kita dari dien kita, kita
tak tahu berapakah sisa umur kita..!
Allah berfirman:
( ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﻋْﺮَﺽَ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِﻱ ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻪُ ﻣَﻌِﻴﺸَﺔً ﺿَﻨْﻜًﺎ )
“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit” [Qs.Thoha : 124].
Kirim pada teman-teman anda...Percayalah padaku, kalau kebanyakan manusiadalam keadaan lalai tentang hal ini...
Jangan anda sembunyikan nasihat ini, agar tidak menjadi seseorang yang menyembunyikan ilmu...
Apakah kita salah satu pecandu itu ?
Wal 'iyaadzubillaah...
Astaghfirulloh...
Semoga handphone yang kita miliki adalah wasiilah untuk kebaikan dan bukan wasiilah dalam keburukan...

Rabu, 18 Maret 2015

SPASI

Bayangkankalaupenciptamesinketikpadajamandahulutidakmenyediakanfasilitasspasidantidakadaseorangpunyangmaumemikirkantentangfungsispasiinihinggasekarang.Tentulahakanmembuatkitacukupmumet....
Mumet kan..,. ?.
Ternyata Spasi mampu membuat keteraturan dan kenyamanan Demikian juga halnya dengan kehidupan ini.
Ada Waktu dimana kita harus tidur, bangun , makan , kerja , sekolah dan ada waktu dimana kita harus ibadah tidak kita sadari itulah spasi kehidupan maka gunakanlah spasi itu sesuai dengan fungsinya , jk sudah terbiasa dgn spasi coba lakukan dgn tdk menggunakakan spasi pasti kita kesulitan.
Hidup itu terdiri ϑάrί jutaan kata & peristiwa, itu sebabnya kita perlu 'SPASI' untuk mengingatkan kita akan pentingnya PERENUNGAN ,,,

SEBUAH NILAI

Seorang guru mengangkat uang 100 ribu rupiah di depan murid-muridnya, lalu ia bertanya :
"Siapa yang mau uang ini?"

Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda ingin.....
Kemudian guru itu meremas uang 100 ribu itu dengan tangannya dan kembali bertanya :
"Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangannya.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu kelantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya, sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul-betul kotor oleh debu ia berkata :
"Sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.
Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya :
"Inilah pelajaran kalian hari ini. Betapapun kalian berusaha merubah bentuk uang ini tdk akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian dihinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan ataupun bahkan difitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh.
Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh.
Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga dirimu.
Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya.."
Tetap semangat
selamat istirahat. salam sukses selalu.
Semoga Bermanfaat....smile emotikon
Dan semoga menjadikan motifasi kita,
آمِينْ... آمِينْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Sepenggal Firdaus itu Bermula dari Rumah Kita

~Ustadz Anis Matta~
Renungan Keluarga dari Negeri Surga"
Kita berharap merealisasikan Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus bagi Dunia...
Sudahkah kita berupaya menjadikan Rumah kita sebagai Surga Dunia?
Seorang Istri yang shalihah akan menjadikan Rumah tentram dan menyenangkan...
Seorang Suami yang shalih akan menjadikan Rumah aman dan nyaman...
Anak-anak yang shalih-shalihah akan menjadi permata penghias nan menyejukkan...
Bagaimana dengan Rumah Kita?
Bagaimana dengan Suami Kita?
Bagaimana dengan Istri Kita?
Bagaimana dengan Anak-anak kita?
Sudahkah kita hadirkan Surga yang menentramkan di "Rumah" kita?
Ataukah kita lebih nyaman menghiasinya dengan gemerincing harta tanpa makna?
Jadikan momentum malam ini...
...sebagai tonggak baru menghidupkan rumah kita...
...sebagai tonggak baru menyinari rumah kita...
Saling hidupkan Tarbiyah Dzatiyah dan Ruhiyah dalam Usrah Muslimah...
Saling menjaga tilawah dan mengingatkan untuk Shalat berjama'ah...
Saling menguatkan hafalan dan membiasakan shadaqah...
Saling mendukung aktifitas dakwah dan menghidupkan nuansa harakiyyah...
Kita berharap merealisasikan Indonesia sebagai Sepenggal Firdaus bagi Dunia...
Sadarlah bahwa semua berawal dari Rumah setiap kader dakwah yang ada...
Sudahkah Rumah kita menjadi syurga bagi jiwa-jiwa fana?
Semoga Allah Azza wa Jalla memberkahi ikhtiar kita...
Menjadikan Indonesia sepenggal Firdaus bagi masyarakat dunia...
Diawali dengan menjadikan Rumah kita sebagai Surga bagi penghuninya...
Rumah yang berfungsi sebagai Busur Panah yang kokoh dan perkasa...
Ladang Penyemaian yang kelak menghasilkan anak-anak panah peradaban...
Anak panah yang berjiwa ksatria...
Penghulu Gerak dan Kerja Dakwah...
Yang siap dilepaskan mengoyak sendi-sendi kemungkaran dunia...
Rumah kita...Keluarga kita...Inspirasi Keluarga Penghulu Surga...
Wallahua'lam
Barakallahu fiik...

MUHASABAH

Yang membingungkan di dunia ini adalah "Manusia", karena dia mengorbankan "Kesehatannya" hanya demi "uang" .....
Lalu dia mengorbankan "Uangnya", demi "Kesehatan"....
Lalu ...dia "Khawatir" dengan masa depannya...
Sampai dia tidak menikmati "Masa kini"..
Akhirnya ... dia tidak hidup dimasa depan ataupun dimasa kini...
Lalu ... dia "meninggal"... tanpa benar benar menikmati apa itu "Hidup"...
Bersyukurlah .... apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati, karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok...
Ketika lahir....
Kedua tangan kita kosong...
Ketika kita meninggal pun...
Kedua tangan kita kosong...
Waktu datang...dan waktu pergi...
Kita tidak membawa apa-apa...
Jangan "Sombong" , karena kaya dan berkedudukan....
Jangan minder karena miskin dan hina...
Bukankah kita semua hanyalah tamu...
Dan semua milik kita...hanyalah titipan...
Tetaplah rendah hati ...
Seberapapun tinggi kedudukan kita
Tetaplah percaya diri ....
Seberapapun kekurangan kita
Tetaplah istiqomah pada kebaikan ..
Dengan apapun yang kita lakukan
Selami hati kita....
Tanyakan didalam hati kita....
Alloh itu ada di manapun ...
Dekat ... dekat ... bahkan teramat dekat...
Lebih dekat ....dari urat leher kita
Semoga bermanfaat

Tersedu-sedu…


Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang…
Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya…
Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan... Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…
Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya...
Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya…
Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung…
Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung…
“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…
Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”...
“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar:”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…
Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW:”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…
“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…
Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah...
Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru...
Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!
Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Amayat 32:”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...
Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…
Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi…

MANFAAT JALAN KAKI

~Jika anda selama ini malas utk jalan kaki pikirkan kembali. Krn menurut sebuah penelitian, jalan cepat bisa membantu kesembuhan 8 jenis penyakit.
Berikut 8 jenis penyakit yg bisa disembuhkan dg berolahraga yg
bertumpu pd kaki tsb :
>1. Serangan Jantung :
Jalan kaki dg cepat bisa mengalirkan darah ke dalam jantung. Dg sering jalan kaki, kolesterol baik (HDL) yg bekerja sbg spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dg berjalan kaki kaki.

>2. Stroke :
Sebuah penelitian dilakukan pd 70 ribu karyawan yg dlm bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dlm seminggu, hasilnya resiko terserang stroke menurun hingga dua pertiga.
>3. Membakar Lemak :
Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yg tersimpan didlm tubuh akan ikut terbakar, kemudian kenaikan berat badan tdk terjadi.
>4. Melangsingkan Badan :
Pergerakan kaki hingga seluruh tubuh mampu menurunkan berat badan & lemak yg ada diperut anda akan terkikis. Lakukan jalan kaki rutin selama satu jam.
>5. Kanker :
Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, shg buang
air besar lbh tertib. Jalan kaki juga bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara.
>6. Mencegah Osteoporosis :
Osteoporosis tdk cukup hanya dg rutin konsumsi vitamin D & asupan kalsium yg banyak, tubuh juga butuhkan gerak badan & merlukan waktu paling kurang 15 menit dibawah sinar matahari pagi & anda akan terhindar dr osteoporosis.
>7. Mencegah Kencing Manis :
Dg rutin jalan kaki, mampu mencegah berkembangnya diabetes, khususnya pd mereka yg bertubuh gemuk, selama gula darah bisa terkontrol. Anda hanya butuhkan jalan kaki rutin utk terus menjaga kebugaran badan & terhindar dr diabetes.
>8. Depresi :
Berjalan kaki dg cepat bisa minimalisasi depresi.

Cara Rasulullah Menghadapi Pengemis


Di zaman Rasulullah, seorang pernah datang kepada beliau meminta sedekah karena dia tidak punya uang untuk makan keluarganya.
Kepadanya Rasulullah SAW bertanya, “Barang-barang apa yang kamu miliki di rumah?” Orang itu menjawab, “Ada tempat air untuk minum keluarga dan beberapa lembar selimut tebal untuk menahan dingin.”
Rasulullah SAW menyuruhnya mengambil barang-barang itu dan membawanya kepada beliau. Setelah seseorang itu datang dan membawa barang-barang tersebut, lalu Rasulullah SAW melelang barang-barang itu kepada masyarakat. Itulah lelang umum pertama dalam Islam.
Hasil penjualan sebesar dua dirham. Satu dirham dibelanjakan makanan untuk keluarganya dan satu dirham lainnya untuk membeli kapak. Rasulullah SAW membuatkan gagang kapak dari kayu dan berkata, “Pergilah mencari kayu dan jangan menampakkan wajahmu kepadaku kecuali sesudah
lima belas hari.”
Sesudah berlalu lima belas hari, lelaki itu datang menghadap Nabi dengan membawa uang sebesar
lima belas dirham, sisa dari uang yang telah dibelanjakan untuk kebutuhan hidup keluarganya. Itulah uang hasil mencari dan menjual kayu selama lima belas hari, suatu hasil yang tidak sedikit.
Dia menghadap dan melapor kepada Rasulullah SAW dengan wajah cerah penuh percaya diri.
Rasulullah tersenyum dan berkata kepadanya, “Ini
lebih baik bagimu daripada kelak kamu datang pada hari kiamat dan bayangan minta-minta tergambar dalam wajahmu.”
Inilah pendidikan Rasulullah SAW dalam Islam.
Orang yang tidak mendapat pekerjaan harus dibantu dan ditolong. Jangan kita biarkan mereka larut dalam keadaan yang mencekam hidupnya, hingga memilih untuk mencari jalan termudah tanpa usaha, yakni meminta-minta.
Berbeda halnya antara memberi pekerjaan dengan mendorong orang untuk mengadakan lapangan pekerjaan. Karena yang kedua ini lebih baik.
Prof. Dr. M. Mutawalli asySya’rawi

Ada Pintu Surga Di Rumah Kita


Seorang tabi’in yang mulia Iyas bin Mu’awiyah menangis sejadi-jadinya ketika meninggal salah satu dari orang tuanya,
maka dikatakan pada beliau :
“Mengapa anda menangis sedemikian rupa?”

Maka beliau menjawab:
“Tidaklah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati.
Akan tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke surga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan di buka sampai Hari Kiamat,
aku memohon pada اَللّهُ Ta’ala agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua.”.
Kedua orang tua adalah dua pintu menuju surga,yang kita dapat menikmati bau harumnya setiap pagi dan petang,
Rosululloh saw bersabda:
“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia”
(HR. Tirmidzi).
Iya, pintu surga yang paling tengah, yang paling indah, yang paling elok.
Maka masihkah engkau sia-siakan pintu itu?
Bahkan engkau haramkan dirimu untuk memasukinya?
Dengan mengangkat suaramu dihadapannya?
Dengan membentaknya di kala tulang-tulangnya semakin lemah karena dimakan usia..,
Sementara tubuhmu yang berotot kekar,
dahulu telah di basuh kotorannya dengan tangannya yang kini tak bertenaga…
Duhai sungguh ruginya..
Rosululloh saw bersabda :
” Celaka,celaka,celaka !
dikatakan pada beliau,
siapa wahai Rosululloh?,
maka beliau bersabda :
”Siapa saja yang menjumpai kedua orang tuanya, baik salah satu atau kedua-duanya di kala mereka lanjut usia, akan tetapi
(perjumpaan tersebut)
tidak memasukannya ke surga.
(HR. Muslim).
Ya اَللّهُ....,
berilah kami rizki untuk berbakti kepada kedua orang tua kami, dan kumpulkanlah kami bersama mereka di surga Mu.
Semoga bermanfa'at...smile emotikon
Dan semoga dapat memotifasi kita untuk selalu sayang kpd orang tua,
آمِينْ... آمِينْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Tahukan anda, mengapa kita tidak menangis saat membaca al-Qur`an ?

Sampai kabar kepada Imam Ahmad bin Hanbali bahwa salah seorang muridnya selalu bangun malam dan mengkhatamkan al-Qur`an secara sempurna hingga terbit fajar. Kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh.
Imam Ahmad (A) pun ingin mengajarkannya cara mentadabburi al-Qur`an. Datanglah ia kepada muridnya itu, kemudian berkata: "Aku dengar kamu melakukan ini dan itu..?
Muridnya (M) menjawab: "Ya"
A: "Kalo gitu, coba nanti malam kamu lakukan seperti kemarin-kemarin, tapi saat membaca al-Qur`an bayangkan kamu membacanya di hadapanku, atau seakan-akan aku mengawasi bacaanmu.
Keesokan harinya, datanglah si murid, dan Imam Ahmad bertanya hasilnya. Si murid (M) menjawab: "Aku hanya bisa membaca 10 juz saja"
A: "Coba nanti malam baca al-Qur`an seakan-akan kamu membacanya di hadapan Rosulullah SAW"
Keesokan harinya si murid datang lagi dan berkata: "Ya imam, aku hanya sanggup membaca juz 'amma saja"
A: "Nah sekarang, cobalah nanti malam kamu baca al-Qur`an seakan-akan di hadapan اللَّهُ 'Azza wa Jalla"
Si murid pun kaget disuruh seperti ini.
Keesokan harinya, si murid datang dengan mata bengkak akibat dari menangis. Imam Ahmad pun bertanya : "Apa yg kamu lakukan anakku?"
Si murid menjawab sambil menangis : "Ya imam, demi اللَّهُ , sepanjang malam aku tidak bisa menyempurnakan bacaan surat al-Fatihah"
*****
Al-Qur`an adalah kalam اللَّهُ kepada kita.. Maka bacalah ia dengan hati, bukan hanya sekedar dengan lisan agar kita selamat dari serangan syetan untuk melakukan tidak baik.
Syetan akan masuk pada orang yg malas صَلاَتُ dan ngaji Al-quran.

SIMPLE SEDEKAH

✔ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu. Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya
✔ Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana
✔ Sisihkanlah dari penghasilanmu, sebagian untuk disumbangkan kepada anak yatim
✔ Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulan
✔ Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama keluarga dan kerabat,  belilah dos air mineral, niatkan untuk sedekah kepada orang² yang butuh minum, yang sakit, dan lainnya
✔ Jika anda mengisi bensin atau parkir, kemudian petugasnya mengembalikan uang receh sisa kembalian, berikan sisa uang itu untuknya sebagai sedekah
✔ Belilah mushaf (Al Quran) letakkan di salah satu masjid dan bayangkan berapa pahala yang akan anda dapat pada setiap huruf yang mereka baca
✔ Berikanlah perasaan gembira kepada setiap muslim, khususnya kepada mereka yang sedang tertimpa kesedihan
✔ Lemparkanlah senyum kepada orang yang anda temui, berilah salam kepada orang yang duduk dan bertuturlah dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah
✔ Jangan biarkan anda tertidur,melainkan telah memaafkan setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu (menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu
✔ Monggo dishare, siapa tahu ada orang yang mau mengamalkan ini, sehingga andapun akan mendapatkan pahala
Semoga berkenan & bermanfaat

DOSEN DILAWAN

Ada 4 orang mahasiswa yg kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yg sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.
Mahasiswa A: "Pak, maaf kami telat ikut ujian semester."
Mahasiswa B: "Iya Pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus."
Mahasiswa C: "Iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru."
Mahasiswa D: "Oleh karena itu kami mohon kebaikan hati Bapak untuk kami mengikuti ujian susulan."
Sang dosen berpikir sejenak dan akhrnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan
Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda. "Ah, mungkin biar tidak menyontek," pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru dperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.
Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum- senyum.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90 keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:
"Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?"
Dosen dilawan!

SUAMI YANG SANGAT BAIK HATI


Beberapa orang pria berada di locker room pada sebuah Club Elite Menembak. Tiba2 sebuah HP berdering...
Setelah 4-5 deringan barulah seorang pria menjwbnya dgn mengaktifkan speakernya krn ia belum selesai mengeringkan rambutnya.
Lalu terjadilah percakapan sbb:
Suami : "Halo?"
Istri : "Papi, ini mami, papi lg di club menembak ya?"
Suami :"Iya"
Istri : "Baguslah, mami lg ada di mall ga jauh dr situ, barusan mami liat ada satu tas kulit impor, keren bgt lho pi. Boleh ga mami beli?"
Suami :"Berapa duit?"
Istri : "Murah pi, cuman 20 juta n krn mami sdh langganan di-kasih diskon 25%"
Suami :"Hmm, ya udah kl mami emang suka bgt beli aja"
Istri :"Ahh, sebelumnya mami sempet mampir ke dealer mercy dan kepincut ama model gresnya.
Itu lho pi yg pernah mami tunjukin brosurnya ke papi, mami sempet ngobrol ama sales nya trus di kasih harga spesial gara2 mami cerita kalo papi ga pernah naek mobil selain mercy. Lagian kan BMW mami yg papi beli taon kmrn udah banyak yg punya."
Suami :"Emang tuh sales kasih harga brp?"
Istri :"1,5m"
Suami :"Ok, tapi dengan harga segitu papi maunya udah komplit dengan semua asesorisnya, udah dulu ya"
Istri :"Siiip! Sebenarnya msh ada lagi sih..."
Suami :"Apa?"
Istri :"Yg ini mgkn agak berlebihan, pagi tadi mami ga sengaja liat rekening bank papi lalu mami jalan ke rumah yg pernah kita liat thn lalu. Eh ternyata dijual!!! Mami sempat liat2 dalemnya, wuih keren bgt japanese garden-nya lengkap dengan bungalow cantik di atas kolam koi."
Suami :"Buka harga brp?"
Istri :"Kayaknya mereka lagi kepepet pi, masak rumah di jln utama gitu cuman minta 20 M yg penting rekening papi masih cukup kok."
Suami :"Ya udah ambil gih, tapi coba tawar dulu siapa tau 17 M dikasih"
Istri :"Ok, honey sweety Thank u Cpt pulang ya pi! I love u!"
Suami :"Bye I love u too!"
(Semua orang di sana memandangnya dgn tatapan kagum).
Pria tadi menutup HP tsb sambil membereskan barang2nya lalu bertanya: "Ada yang tau ga ini HP siapa?"wkwkwkk

KERJA KERAS SAJA, TIDAK CUKUP....

Joko dan Edi sama-sama diterima di sebuah perusahaan distribusi FMCG sebagai salesman setelah lulus. Mereka berdua bekerja keras.
Dua tahun kemudian bos Chandra mengangkat Edi menjadi Sales Supervisor. sedangkan Joko tetap saja menjadi Salesman.
Suatu hari Joko tidak tahan lagi dan mengajukan pengunduran dirinya kepada bos Chandra. Alasan Joko perusahaan ini tidak memperhatikan orang yang bekerja keras, hanya orang yang pandai menjilat bos saja yang bisa naik.
Bos Chandra tau bahwa Joko pekerja keras tetapi untuk menyadarkan Joko apa beda dia dengan Edi maka ia memberikan satu tugas kepada Joko. Ia meminta Joko untuk menemukan seorang pedagang semangka di pasar dekat kantor.
Saat Joko kembali, bos Chandra bertanya: “Sudah kau temukan Jok?” “Sudah pak” jawab Joko. “Berapa harga semangkanya?” tanya Bos Chandra.
Joko pergi ke pasar lagi untuk menanyakan harga semangka lalu kembali menghadap bos Chandra dan berkata: “ Rp 1000 per kg pak.”
Bos Chandra berkata kepada Joko bahwa sekarang dia akan memberi perintah yang sama kepada Edi.
Edi ke pasar dan setelah kembali menghadap ke bos Chandra.Edi lapor kepada bos Chandra: “Di pasar hanya ada 1 pedagang semangka, harga semangka Rp 1000 per kg, kalau beli 100 kg hanya Rp 800 per kg nya,- ia mempunyai stok 324 biji, yang 32 dipajang di counternya. Semangka didatangkan dari Indramayu 2 hari yang lalu, warnanya hijau segar dan isinya merah jingga, kualitasnya bagus.”
Joko sangat terkesan dengan laporan Edi dan memutuskan untuk tidak jadi mengundurkan diri tetapi akan belajar lebih banyak dari Edi.
Morale of the story Kawan....!!!
"Bekerja lebih keras saja tidak cukup"...
Seorang yang lebih sukses meneliti lebih banyak, berpikir lebih banyak dan mengerti lebih mendalam.
Untuk alasan yang sama seorang yang lebih sukses melihat beberapa tahun ke depan sedangkan anda hanya melihat esok hari saja.
Perbedaan antara 1 hari dan 1 tahun adalah 365 kali lipat.

Allah Lebih Tahu


Di sebuah desa hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang."Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.
Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.
Di tengah putus asa,terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.
Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Diayakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.
Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang,dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah.Bantulah aku, kabulkan doaku..."
Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe.Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.
Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.
Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.
Air mata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Apakah Tuhan ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.
Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.
Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...
Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"
Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."
"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, sahabat?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.
Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"
"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"
Sahabat……Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah SEMPURNA

Selasa, 17 Februari 2015

Jika Melihat yang Mengagumkan, Begini Nih Adabnya



MELIHAT sesuatu yang mengagumkan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Entah itu berupa barang maupun seseorang yang mengagumkan. Jikalau perasaan itu muncul, tentulah wajar-wajar saja. Namun, hati-hati bisa jadi dari rasa kagum itu berubah menjadi suatu hal yang negatif.
Untuk itu, dalam Islam telah diberi pengetahuan bagaimana cara kita menyikapi rasa kagum. Jika rasa kagum itu ada, maka ada adab yang harus dilakukan. Di antaranya:
1. Mengucapkan, “Masya Allah Laaquwwata illaa billaah,” (Apa yang dikehendaki oleh Allah tidak ada kekuatan, kecuali kekuatan-Nya).
2. Mengucapkan, “Tabaara kallaah” atau “Allahu yu baari ku ka” (Semoga Allah memberkati. Yakni Allah memberkati sekalian dan apa yang telah dianugerahkan).
3. Do’a itu diucapkan ketika seseorang merasa kagum atas sesuatu karena takut kalau-kalau hal ini akan menjadikannya iri.
Itulah 3 adab yang harus dilakukan ketika mengagumi sesuatu. Jangan sampai rasa kagum itu ternodai karena ada rasa iri hati. Ikut berbahagialah dengan kebahagiaan orang lain. Jangan kita merasa sedih karena orang lain bahagia. [Sumber: Adab Islam dalam Kehidupan Sehari-hari/Karya: Mahdy Saeed Reziq Krezem/Penerbit: Media Da’wah]