Rabu, 18 Maret 2015

Cara Rasulullah Menghadapi Pengemis


Di zaman Rasulullah, seorang pernah datang kepada beliau meminta sedekah karena dia tidak punya uang untuk makan keluarganya.
Kepadanya Rasulullah SAW bertanya, “Barang-barang apa yang kamu miliki di rumah?” Orang itu menjawab, “Ada tempat air untuk minum keluarga dan beberapa lembar selimut tebal untuk menahan dingin.”
Rasulullah SAW menyuruhnya mengambil barang-barang itu dan membawanya kepada beliau. Setelah seseorang itu datang dan membawa barang-barang tersebut, lalu Rasulullah SAW melelang barang-barang itu kepada masyarakat. Itulah lelang umum pertama dalam Islam.
Hasil penjualan sebesar dua dirham. Satu dirham dibelanjakan makanan untuk keluarganya dan satu dirham lainnya untuk membeli kapak. Rasulullah SAW membuatkan gagang kapak dari kayu dan berkata, “Pergilah mencari kayu dan jangan menampakkan wajahmu kepadaku kecuali sesudah
lima belas hari.”
Sesudah berlalu lima belas hari, lelaki itu datang menghadap Nabi dengan membawa uang sebesar
lima belas dirham, sisa dari uang yang telah dibelanjakan untuk kebutuhan hidup keluarganya. Itulah uang hasil mencari dan menjual kayu selama lima belas hari, suatu hasil yang tidak sedikit.
Dia menghadap dan melapor kepada Rasulullah SAW dengan wajah cerah penuh percaya diri.
Rasulullah tersenyum dan berkata kepadanya, “Ini
lebih baik bagimu daripada kelak kamu datang pada hari kiamat dan bayangan minta-minta tergambar dalam wajahmu.”
Inilah pendidikan Rasulullah SAW dalam Islam.
Orang yang tidak mendapat pekerjaan harus dibantu dan ditolong. Jangan kita biarkan mereka larut dalam keadaan yang mencekam hidupnya, hingga memilih untuk mencari jalan termudah tanpa usaha, yakni meminta-minta.
Berbeda halnya antara memberi pekerjaan dengan mendorong orang untuk mengadakan lapangan pekerjaan. Karena yang kedua ini lebih baik.
Prof. Dr. M. Mutawalli asySya’rawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar