Jika dinasihati untuk tidak sombong, dia malah bilang bahwa dia takut menjadi minder.
Jika dinasehati jangan minder, dia malah bilang dia takut jadi sombong.
Jika dinasihati untuk segera bertindak, dia malah bilang bahwa berdoa lebih penting.
Jika dinasihati untuk lebih banyak berdoa, dia malah bilang doa tidak
penting jika tidak bertindak, lagian… berdoa udah lama juga gak ada jawaban.
Jika dinasihati untuk berhemat, dia malah bilang hidup ini untuk enjoy.
Jika dinasihati untuk lebih menikmati kehidupan, dia malah bilang bahwa hidup ini untuk prihatin.
Jika dinasihati untuk menjaga kesehatan dan menghentikan kebiasaan
merusak kesehatan, dia malah bilang mati hidup di tangan Tuhan.
Jika dinasihati untuk merencanakan kehidupan jangka panjang, dia malah bilang besok juga bisa mati.
Apa-apa yang wajib dibilang itu cuma sunnah. Apa-apa yang sunnah
dibilang tak penting. Apa-apa ajakan kebaikan dibilang "ntar aja..masih
banyak waktu" tanpa sadar iya besok pagi bisa mati, atau bahkan satu jam
lagi..
Mungkin itu sebabnya ada anak yang dibuang oleh orang
tuanya, murid yg diusir oleh gurunya, atau anak yg dijauhi oleh banyak
temannya. Ada pasangan yg bercerai, beberapa kali. Ada orang yg terus
menerus merokok, minum atau bahkan nge-boat walau sangat tau itu
perbuatan merusak diri, bahkan ada orang yang memperkosa anaknya
sendiri....A'udzubillah.
Orang2 seperti ini sangat disukai oleh
penyakit, perilaku urakan tiada henti, dan kemiskinan terutama miskin
jiwa miskin hati. Hancur lebur di dalam, walau kosmetik dunia terus
gemerlap menutupinya.
Tuhan Yang Maha Penyayang, Maha Pemberi Rahmat & Rahim....
Jangan sampai kami punya anak seperti itu, punya ayah atau ibu seperti
itu, punya pasangan hidup seperti itu, punya menantu seperti itu, punya
saudara seperti itu, punya sahabat seperti itu, atau bahkan … jangan
sampai kami tidak sadar bahwa kami sangat memiliki sifat seperti itu.
Tuhan Yang Maha Melindungi, Mohon peliharalah kami selalu di dalam kebaikan-kebaikan. Aamiin Yaa Robbal'alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar