Rabu, 29 Mei 2013
DOSEN JIL -Jaringan Islam Liberal vs MAHASISWA.
Dosen : "Saya bingung. Banyak Umat Islam diseluruh dunia lebay. Kenapa
harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika
menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Quran? Wong yang dibakar kan
cuma kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok. Yang Quran nya
kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti
dicerdaskan." Meskipun pongah, namun
banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. Memang
Quran kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz. Tak lama sebuah langkah kaki
memecah kesunyian kelas. Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian
mengambil diktat kuliah si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali
menatap tajam si dosen. Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu
apa yang akan terjadi selanjutnya. Mahasiswa: "Wah, saya sangat
terkesan dengan hasil analisa bapak yg ada disini." ujarnya sambil
membolak balik halaman diktat tersebut. "Hhuuhhh...." semua orang di
kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres. Namun Tiba-tiba sang
mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injakdiktat
dosen tsb. Kelas menjadi heboh. Semua orang kaget, tak terkecuali si
dosen liberal. Dosen: "kamu?! Berani melecehkan saya?! Kamu tahu apa
yang kamu lakukan?! Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?!
Lancang kamu ya?!" Si dosen melayangkan tangannya ke arah kepala sang
mahasiswa kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan menangkap
tangan si dosen. Mahasiswa: "Marah ya pak? Saya kan cuma nginjak kertas
pak. Ilmu dan pikiran yang bapak punya kan ada di kepala bapak. Ngapain
bapak marah kalau yang saya injak cuma media kok. Wong yang saya injak
bukan kepala bapak. Kayaknya bapak yang perlu dicerdaskan ya??" Dosen:
"#%&/&%@%&*/@##???.." (speechless) Si dosen merapikan
pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat
sangat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar