Jumat, 24 Februari 2012

Siapa yang LEBIH MEMBANGKANG ???

Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnyamereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan.

Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, " Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"

Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya,setan mulai terdiam......

Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari
wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.

Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik.

Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan
persahabatan kita !" .

Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?". "Aku takut !", jawab setan dengan suara gemetar.
"Nenek moyang ku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud pada "Adam", telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil beredar pergi.

Apa yang dikisahkan pada cerita diatas sungguh sebuah gambaran untuk mengajak kita sekalian untuk menelaah bahwa sungguh besar dosa yang dilakukan ketika kita tidak lagi mau sujud kepada Yang menciptakan kita yaitu: Allah .....bukankah Pembangkangan yang dilakukan Iblis tidak sedahsyat itu? bukankah Iblis bukannya tidak mau menyembah Allah tetapi hanya tidak mau Sujud (memberikan penghormatan) kepada Adam saja? lagi-lagi kita perlu menelaah makna sujud yang sebenarnya bahwa arti SUJUD itu sendiri artinya KEPATUHAN / KETAATAN dalam dimensi yang luas bukan hanya mencakup ritual Shalat semata tetapi dalam wilayah yang begitu luas yaitu: TAAT KEPADA PERINTAH DAN LARANGAN ALLAH.

Kepatuhan atau Sujud ini direfferentatifkan kepada hampir seluruh makhluk maupun benda termasuk manusia di dalamnya meskipun hanya sebagian dan bisa kita lihat bahwa alam semesta patuh / sujud kepada Allah ....lalu mengapa sebagian dari kita tidak mau patuh? dan jawabnya pun kita tahu bahwa ada syaitan yang selalu mengitari kita dari jenis Jin dan manusia ( QS 114:1-6 ),maka reflexi di atas bisa dimaknai bahwa manusia yang melupakan Tuhannya / ingkar/Kuffur adalah seburuk-buruknya makhluk....masih lebih baik Iblis yang mengenal dan takut kepada Allah tetapi terusir karena kesombongan.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa SYIRIK (mejadikan tuhan selain Allah), dan Dia mengampuni segala dosa yang selain syirik itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar ( QS 4:48 )

Sisi lain dari cerita yang disuguhkan adalah sebuah informasi yang keliru dalam menempatkan sosok syaitan yang setelah ia mengikat perjanjian dalam beberapa saat lalu mengakhiri perjanjian itu.......... Sungguh Syaitan akan selalu menghasutmu untuk tidak melakukan hal-hal yang Allah perintahkan dari mulai Shalat,berbuat baik atau sampai hal yang dilarang, hasutan ini tidak berhenti sampai disini tetapi berhenti ketika NYAWA (RUH) KORBANNYA telah dipisahkan dari badannya.

‘Yang dilaknati Allah dan sềtan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya). dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong mereka... (QS 4:118-119)

Syaitan itu memberikan JANJI-JANJI kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal Syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain TIPUAN BELAKA. MEREKA ITU TEMPATNYA JAHANAM dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya (QS 4:120-121).

Syaitan akan senantiasa menjadikanmu tersesat untuk melupakan Perintah Allah lalu titik puncaknya untuk melupakan Allah sebagai Tuhan yang semestinya ia sembah.

‘Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain adalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka (QS 4:117)”.

Perseteruan akhir adalah puncak klaim pertanggung-jawaban terhadapan hasutan yang pernah dihembuskannya dapat kita lihat dalam ayat ini:

“Dan berkatalah SYAITAN tatkala perkara (hisab/pada hari kiamat) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan sekedar aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. AKU SEKALI-KALI TIDAK DAPAT MENOLONGMU DAN KAMUPUN SEKALI-KALI TIDAK DAPAT MENOLONGKU. Sesungguhnya Aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan Aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS 14:22).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar