Jumat, 24 Februari 2012

Jika AL QUR'AN bisa bicara...

Waktu engkau masih kanak-kanak,kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu kau sentuh aku dalam keadaan suci
Aku engkau pegang penuh kasih sayang dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih dan jelas setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menaruhku disebelah sajadahmu

Namun sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku
Apakah aku kini hanya bacaan using yang tinggal sejarah?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah ilmu pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil untuk belajar mengaji saja?

Sekarang engkau simpan aku rapi sekali
Hingga kadang engkau lupa dimana aku kau simpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku hanya dijadikan sebuah mas’kawin
Agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku hanya kau buat sebagai penangkal
Untuk menakut-nakuti hantu dan syaithon
Kini aku lebih banyak tersingkir terabaikan
kau biarkan diriku dalam kesendirian penuh kesepian
aku sengkau padamkan tak sedikitpun kau sentuh

kini waktu senggang kau sempatkan membaca buku karangan manusia
sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang langsung
dari Allah Yang Maha Perkasa, engkau campakkkan
engkau abaikan dan engkau lupakan

Dimeja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca
Yang ada hanya seonggok komputer dengan berbagaimacam tampilan
Handpone keluaran terbaru dan Laptoppun tak jauh dari sisimu
Tipudaya dalam dunia mayapun kau dekap dalam berbagai obrolan
Lewat istilah email,Friendster,Facebook,YahooMail,Hi’five,Blog
Yach’ di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita-berita murahan dan bermain game
Kau semakin sibuk dengan urusan duniamu


Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam didepan televisi
Menonton sinetron,acara musik atau pertandingan Liga Italia/Inggris
Sedikitpun engkau kini tak menghiraukan kehadiranku

Waktu cepat berlalu,aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Menumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku setelah kau dewasa,hanya awal Ramadhan engkau membacaku
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak sebagus dulu
Bacaanmu kini terbata-bata dan kurang lancer

Apakah Koran,televise,radio,computer dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau dikubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para Malaikat-Nya
Dan hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku
Engkau dapat selamat melaluinya

Bila aku engkau baca selalu dan engkau pahami maknanya
Dikuburmu nanti,aku akan dating sebagi pemuda yang gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan Koran yang kau baca yang akan membantumu dialam akhirat
Tapi akulah “Al-Quran” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi, bacalah kembali aku setiap hari
Karna ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan-Nya melalui Jibril kepada Muhammad ya’Rasulullah

Sentuhlah aku kembali
Baca dan pahami lagi aku
Setiap datangnya pagi dan sore ataupun malam
Seperti dulu, dulu sekali . . .
Jangan engkau biarkan aku sendiri lagi
Dalam bisu yang kian hening dalam sepi
Maha Benar Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar