RASULULLAH SAW bersabda, “Jika sebuah desa ada orang yang adzan, Allah akan menjaga desa tersebut dari adzab-Nya pada hari itu.”
Pernah air sungai di kota Baghdad meluap disertai hujan deras,
sehingga hampir menenggelamkan seluruh kota. Di saat bersamaan, ada
orang shalih di kota tersebut bermimpi. Dalam mimpinya, dia menyaksikan
dari tepi sungai Dijlah luapan air yang mulai menggenangi pemukiman
warga. Dia hanya bisa melihat sambil berkata, “La haula wala quwwata
illa billah. Baghdad akan tenggelam.”
Masih dalam mimpinya, tak selang lama, datanglah dua malaikat
berwujud manusia. Terjadilah percakapan di antara keduanya, “Apa yang
diperintahkan kepadamu?”
“Menenggelamkan kota Baghdad. Tapi perintah itu kemudian dicabut lagi.”
“Kenapa?”
“Malaikat penjaga malam melaporkan bahwa tadi malam di kota Baghdad
terjadi tujuh ratus perzinahan. Allah murka, dan memerintahkan aku
menenggelamkan Baghdad. Kemudian malaikat penjaga siang melaporkan ada
tujuh ratus adzan dan iqamah, sehingga Allah mengampuni para pelaku zina
disebabkan para pengumandang adzan dan iqomah.”
Orang shalih itu lantas terbangun dari tidurnya. Air sungai terlihat
berkurang sedikit demi sedikit. Baghdad terhindar dari musibah besar
yang akan menelan jutaan korban. [dedih mulyadi/islampos/kitab Tatsbitul
Fuad juz 1 halaman 354]
Minggu, 25 Januari 2015
Selasa, 20 Januari 2015
DUA TIRAI
Kita sudah berusaha untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW dan pula melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Walau kadang sadar bahwa kita berbuat dosa, tapi kita hanyut dalam nikmatnya. Kita bukanlah Rasulullah yang Allah bersihkan noda-noda hitam dihatinya. Oleh karenya, sering kali kita tertipu oleh indahnya duniawi. Terlena dengan nikmat yang Allah larang. Terbujuk oleh rayuan setan yang melakukan kemunkaran di hidup yang sangat singkat ini.
Ingatlah, hati ini diliputi oleh dua tirai. Tirai inilah yang selalu menghalangi kita untuk mendapatkan sinar-Nya Allah. Tirai pertama yang sangat tebal dan gelap adalah kekufuran. Kita sering menyalahkan Allah jika Dia berikan musibah dan cobaan kepada kita. Banyak mengeluh saat doa kita tak Allah ijabahi. Padahal di balik yang kita anggap tak nyaman itu Allah uji kita, dan Allah simpan nikmat yang lebih nikmat, nikmat yang lebih dari setiap doa yang kita panjatkan setiap saat.
Apabila tirai ini sirna, tinggal satu tirai lagi yang menghalangi hati
dari Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia yaitu tirai kelalaian yang
menyebabkan orang lalai dan lupa kepada-Nya. Kita sering lalai dengan
perkataan kita sendiri. Bulan Ramadhan taubat, setelahnya kambuh lagi.
Udah manteb berubah, pertengahan jalan balik lagi. Itulah yang dimaksud
dua tirai.
Ada yang masih bercita-cita menjadi kaya?
Baiknya luangkan waktu untuk menyimak konglomerat lulusan SD ini , bagaimana profil Sulaiman Ar-Rajhi bisa menciptakan bank syariah terbesar didunia dan kemudian memilih hidup miskin diusia senjanya.
Ada bebrapa point penting yang bisa dipelajari dari konglomerat bernama Sulaiman Abdul Aziz Al Rajhi kelahiran Jeddah 1920 ini :
1. Majalah Forbes menyebutkan kakayaannya 7,7 milyar Dollar (lebih dari 70trilyul rupiah) dan orang terkaya no 120 di dunia, tetapi beliau tetap tampil dengan sederhana, berpakaian jubah putih bersih yang jauh dari kesan glamour dan berlebihan.
2. Beliau memulai usaha dari Nol, kehidupan masa kecilnya sangat susah hingga pernah bekerja jadi kuli panggul dan menjual kayu bakar di masa kanak-kanaknya. Beliau tercatat hanya berpendidikan setingkat sekolah dasar (SD). Tetapi dengan ketekunan, hemat dan kerja keras serta tawakkalnya kepada Allah hingga akhirnya beliau dan saudaranya memiliki “Kerajaan Bisnis Raksasa” yang diakui eropa di KSA dan salah satunya adalah Bank Ar-Rajhi; Bank syariah terbesar di Dunia yang ATM nya tersebar menjamur dan cabangnya terdapat nyaris di semua distrik KSA.
3. Sangat-sangat dermawan, memiliki Yayasan Amal “raksasa” yang menyalurkan donasinya ke berbagai Negara –sebelum dilarang pasca 11 septmber 2002- sulit menghitung waqaf beliau dan jumlah masjid yang telah dibangunnya, serta donasinya untuk berbagai amal dakwah dan penyebaran ilmu.
4.Tidak meletakkan kekayaan di hatinya, Bahkan di masa tuanya kini beliau telah membagi sekitar 6,7 trilyun hartanya kepada ahli waris dan kerabatnya serta fakir miskin hingga diibaratkan hanya memilih “pakaian yang melekat di badan” dan asset bisnis yang dikelola para professional yang hasilnya untuk amal social dakwah Islam. Lahir tanpa membawa apa-apa dan siap tidak tergantung pada harta sebelum meninggal.
5. Dari tetangga dan orang yang tinggal di lingkungannya disampaikan bahwa konglomerat kelas kakap ini selalu termasuk orang-orang yang datang paling awal ke masjid untuk sholat 5 waktu berjamaah, sehingga jika muadzin masjid telat sedikit maka sang konglomeratlah yang adzan. Bandingkan dengan konglomerat lainnya !!
6. Diantara masjid yang dibangunnya adalah Masjid Ar-Rajhi di distrik Rabwah, masjid ini terbesar ketiga setelah Masjidil Haram Mekah dan Madinah. Bisa menampung 18 ribu jamaah sholat, terdapat berbagai sarana pelayanan masyarakat seperti pusat pemandian dan pengurusan jenazah terbesar di Riyadh, Auditorium untuk seminar dan ceramah agama, perpustakaan berisi 40 ribu jenis buku (bukan judul ya..), tempat tinggal bagi para penuntut ilmu yang datang dari luar kota untuk mengikuti berbagai kajian Islam, menyediakan air zamzam sebagai minuman jamaah dengan kuota 400 galon perminggu, dsb. Dan saat sholat jum’at di lantai dasar dikhususkan untuk sholat jum’at orang asing dimana khutbah langsung diterjemahkan ke berbagai bahasa ; termasuk bahasa isyarat untuk jamaah yang tuna rungu dan tentu saja… bahasa Indonesia..
7. Hingga menginjak usia 80-an tahun, Al Rajhi masih sangat aktif bekerja layaknya orang-orang berusia muda. Dia mulai menunaikan tugasnya sejak subuh hingga larut malam.
Semasa menjalani bisnisnya, dia tidak pernah memiliki pesawat pribadi dan selalu bepergian menggunakan kelas ekonomi. Menurut dia, Allah tidak menyukai umatnya yang angkuh dan bersikap secara berlebihan.
Uniknya, meski dia menumpang pesawat milik maskapainya sendiri, dia tetap mengeluarkan uang untuk membeli tiket layaknya penumpang lain. Tanpa pesawat pribadi sekalipun, lewat maskapainya dia tetap memiliki banyak pesawat komersial yang beroperasi atas namanya.
Bahkan semasa hidupnya, dia tak pernah keluar negeri dalam rangka berlibur. Al Rajhi lebih suka menikmati perjalanan melintasi gunung dibandingkan menikmati tempat wisata di tempat lain.
8. Prestasi dan kehidupannya di hari tua
Sulaiman Al Rajhi merupakan salah satu miliarder tertua di dunia. Saat ini, dia telah berusia 93 tahun dan masih aktif mengurus lembaga amal yang didirikannya.
Semoga menginspirasi
11 Kata Mutiara 'Goblok' Bob Sadino yang Mendunia
Rimba Laut Selasa, 20 Januari 2015, 06:23 WIB
VIVA.co.id - Gayanya yang nyentrik dengan pola pikir unik dan cenderung keluar dari pakem teori maupun buku teks ekonomi menjadikan Bob Sadino sebagai entreprenuer sejati.
Pengusaha kawakan dengan ciri khasnya, celana pendek dan kemeja itu akan
sangat dirindukan oleh banyak orang setelah menutup usia pada hari
Senin, 19 Januari 2015.
Pebisnis dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino tersebut telah memberikan inspirasi hebat bagi para generasi penerus bangsa yang ingin menjadi pengusaha sukses. Bahkan, uniknya, saat memasuki tahun 2012, Bob sempat meluncurkan berbagai buah pemikirannya yang dikenal dengan nama 'Go Blog Management' ala dirinya.
Berdasarkan kumpulan VIVA.co.id, berikut adalah 11 kata mutiara Bob Sadino yang terkenal:
"Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain"
"Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya"
"Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu ide dan itu jadi kenyataan"
"Saya bisnis cari rugi, sehingga jika rugi saya tetap semangat dan jika untung maka bertambahlah syukur saya"
"Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif"
"Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar"
"Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu"
"Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya nggak pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir, kan cuma selangkah"
"Orang goblok itu nggak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah"
"Orang pintar maunya cepat berhasil, padahal semua orang tahu itu impossible! Orang goblok cuma punya satu harapan, yaitu hari ini bisa makan"
"Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok itu berjuang keras untuk sukses bisa bisa bayar pelamar kerja".
(one)
Pebisnis dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino tersebut telah memberikan inspirasi hebat bagi para generasi penerus bangsa yang ingin menjadi pengusaha sukses. Bahkan, uniknya, saat memasuki tahun 2012, Bob sempat meluncurkan berbagai buah pemikirannya yang dikenal dengan nama 'Go Blog Management' ala dirinya.
Berdasarkan kumpulan VIVA.co.id, berikut adalah 11 kata mutiara Bob Sadino yang terkenal:
"Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain"
"Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya"
"Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnnya tidak ada satu pun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya satu ide dan itu jadi kenyataan"
"Saya bisnis cari rugi, sehingga jika rugi saya tetap semangat dan jika untung maka bertambahlah syukur saya"
"Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif"
"Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar"
"Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu"
"Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya nggak pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir, kan cuma selangkah"
"Orang goblok itu nggak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah"
"Orang pintar maunya cepat berhasil, padahal semua orang tahu itu impossible! Orang goblok cuma punya satu harapan, yaitu hari ini bisa makan"
"Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok itu berjuang keras untuk sukses bisa bisa bayar pelamar kerja".
(one)
ORANG YANG ENGGAN MASUK SURGA
Surga. Dari kecil kita sudah diberi penjelasan tentang Surga dari orang tua kita. "Surga adalah tempat terindah yang kelak kita akan berada di dalamnya. Di Surga bisa makan-makanan yang enak, minuman yang enak, belum sampai berkata ingin itu saja sudah hadir di depan kita. Di Surga gak ada yang namanya buang kotoran, hanya sekedar kentut saja dan baunya sangatlah harum. Kelak bapak, ibuk, kakak dan adik semuanya masuk Surga bareng-bareng" Itulah ungkapan Surga yang orang tua kita katakan kepada kita.
Semua orang ingin masuk Surga, karena di Surga sangatlah nyaman, dan
tentram. Berbeda dengan neraka yang penuh dengan tangisan dan siksaan.
Allah sudah memberikan pedoman bagi siapa saja yang ingin masuk Surga,
yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadits. Kedua pedoman ini merupakan acuan dan
tata cara supaya kita kelak mendapatkan Surga-Nya Allah. Tidak ada
pedoman lain, tak ada kitab lain yang lebih sempurna daripada Qur'an dan
Hadits.
Tapi ketahuilah, banyak diantara kita yang tidak mau masuk Surga. Tidak menginginkan nikmatnya dunia akhirat yang kelak kita akan hidup selama-lamanya di dalamnya. Kenapa mereka enggan masuk Surga? Entahlah, yang pasti Rasulullah bersabda: "Siapa saja mentaatiku dia masuk Surga, dan siapa saja bermaksiat kepadaku, maka dia benar-benar enggan masuk Surga" (HR. Bukhari no. 7280).
Tapi ketahuilah, banyak diantara kita yang tidak mau masuk Surga. Tidak menginginkan nikmatnya dunia akhirat yang kelak kita akan hidup selama-lamanya di dalamnya. Kenapa mereka enggan masuk Surga? Entahlah, yang pasti Rasulullah bersabda: "Siapa saja mentaatiku dia masuk Surga, dan siapa saja bermaksiat kepadaku, maka dia benar-benar enggan masuk Surga" (HR. Bukhari no. 7280).
# Jagalah pandanganmu #
Ust. Firanda Andirja MA
"Semakin engkau meninggalkan keledzatan perkara-perkara yang haram, maka Allah akan menjadikanmu semakin menikmati perkara-perkara yang halal. Dan semakin engkau menikmati perkara-perkara yang haram maka semakin engkau akan kehilangan nikmat yang halal" (Ust Maududi Abdullah, Lc)
Semakin engkau mengumbar pandanganmu maka semakin pudarlah kecantikan dan keelokan istrimu di matamu, dan semakin engkau menjaga pandanganmu maka semakin cantik paras istrimu di matamu…
Diantara doa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :
اللّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
"Yaa Allah cukupkanlah diriku dengan perkara-perkara yang halal dari (membutuhkan) perkara-perkara yang haram, dan cukupkanlah diriku dengan karuniaMu dari selainMu"
Sungguh merupakan bentuk kufur nikmat tatkala Allah telah memberikan kenikmatan yang halal baginya lantas ia mencari-cari kenikmatan yang diharamkan oleh Allah.
Diantara doa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :
اللّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
"Yaa Allah cukupkanlah diriku dengan perkara-perkara yang halal dari (membutuhkan) perkara-perkara yang haram, dan cukupkanlah diriku dengan karuniaMu dari selainMu"
Sungguh merupakan bentuk kufur nikmat tatkala Allah telah memberikan kenikmatan yang halal baginya lantas ia mencari-cari kenikmatan yang diharamkan oleh Allah.
Sayyid Qutb : Ketika Ia Jatuh Cinta
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
(As-Syahid Sayyid Qutb)
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
(As-Syahid Sayyid Qutb)
Mendekatlah... Oleh: Rochma Yulika
Dekatkan diri dengan amalan.
Dekatkan lisan dengan Al Quran.
Dekatkan jiwa dengan keikhlasan.
Dekatkan akhlak dengan ketaatan.
Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.
Dekatkan lisan dengan Al Quran.
Dekatkan jiwa dengan keikhlasan.
Dekatkan akhlak dengan ketaatan.
Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.
Bila memperbanyak amalan kan hadir keberkahan.
Bila mendekat dengan Al Quran niscaya kan raih kemuliaan.
Bila belajar tentang keikhlasan kelak akan datang kemudahan.
Dan bila keshalihan menjadi kebiasaan ridla Allah kan terlimpahkan.
Bila mendekat dengan Al Quran niscaya kan raih kemuliaan.
Bila belajar tentang keikhlasan kelak akan datang kemudahan.
Dan bila keshalihan menjadi kebiasaan ridla Allah kan terlimpahkan.
Memacu diri menjadi manusia pilihan.
Bukan lantaran haus akan pujian.
Bukan karena dahaga akan sanjungan.
Semua yang diusahakan karena kebaikan di penghujung kehidupan.
Bukan lantaran haus akan pujian.
Bukan karena dahaga akan sanjungan.
Semua yang diusahakan karena kebaikan di penghujung kehidupan.
Jika Al Quran sudah jadi santapan maka kan hadir sikap kehati-hatian.
Bila tilawah sudah jadi hiasan di lisan maka semangat hidup kan selalu terbarukan.
Berharap hidup dalam penjagaan.
Agar kelak selamat sampai tujuan.
Bila tilawah sudah jadi hiasan di lisan maka semangat hidup kan selalu terbarukan.
Berharap hidup dalam penjagaan.
Agar kelak selamat sampai tujuan.
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar: “Kami bersepuluh datang kepada Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ , ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan mendapatkan kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat. ” (HR Ibnu Majah).
wallahu a'lam bishowwab
ADA 5 TINGKAT KEBAHAGIAAN MENIKAH
1-Kebahagiaan semalam :
Yaitu Ketika Suami istri tenggelam dalam kasih sayang yang tidak bisa lagi ditahan,karena suatu cita-cita yaitu ingin memiliki keturunan.
2-Kebahagiaan seminggu :
Yaitu masa bulan madu,di mana suami-istri di sibukan dengan penyatuan hati,penyatuan tujuan,penyatuan cita-cita untuk masa depan.
3-Kebahagiaan Sebulan :
Yaitu masa penyatuan antara dua keluarga setelah pernikahan yang mana,suami istri akan memiliki dan bertambah kerabat dan saudara.
4-Kebahagiaan Setahun :
Yaitu dimana keluarga melahirkan keturunan yang membahagiakan hati dan harapan keluarga dimasa depan.
5-Kebahagiaan Seumur hidup :
Yaitu dimana keluarga saling menyemangati dan mencintai dalam keta'atan Ibadah dan tujuan Akhirat dan saling menyayangi dan saling menasehati bila ada anggota keluarganya terjerumus dalam kema'siatan dan saling mendoakan agar anggota keuarganya di selamatkan dunia akhirat dan ingin berkumpul kembali kelak di Surga.
Ya ALLAH,..
Berilah kami dan keluarga kami berkah,kebahagiaan di dunia dan di akhirat,serta.kumpulkanlah kami bersama keluarga dan anak cucu keturunan kami kelak di Surga-Mu..Dan karuniakan saudara-saudara kami (yang belum mendapatkan jodoh) pasangan terbaik dunia dan akhirat yang Engkau pilih dan Engkau ridhai. Aamiin
Yaitu masa bulan madu,di mana suami-istri di sibukan dengan penyatuan hati,penyatuan tujuan,penyatuan cita-cita untuk masa depan.
3-Kebahagiaan Sebulan :
Yaitu masa penyatuan antara dua keluarga setelah pernikahan yang mana,suami istri akan memiliki dan bertambah kerabat dan saudara.
4-Kebahagiaan Setahun :
Yaitu dimana keluarga melahirkan keturunan yang membahagiakan hati dan harapan keluarga dimasa depan.
5-Kebahagiaan Seumur hidup :
Yaitu dimana keluarga saling menyemangati dan mencintai dalam keta'atan Ibadah dan tujuan Akhirat dan saling menyayangi dan saling menasehati bila ada anggota keluarganya terjerumus dalam kema'siatan dan saling mendoakan agar anggota keuarganya di selamatkan dunia akhirat dan ingin berkumpul kembali kelak di Surga.
Ya ALLAH,..
Berilah kami dan keluarga kami berkah,kebahagiaan di dunia dan di akhirat,serta.kumpulkanlah kami bersama keluarga dan anak cucu keturunan kami kelak di Surga-Mu..Dan karuniakan saudara-saudara kami (yang belum mendapatkan jodoh) pasangan terbaik dunia dan akhirat yang Engkau pilih dan Engkau ridhai. Aamiin
Nasihat mulia Seorang Ibu agar Wanita disayangi suami:
Seorang ibu bernama Umamah binti Harits menasihati putrinya Ummu Iyas binti Auf yang ketika itu akan menikah,
beliau mengatakan kepada putrinya :
“Putriku, engkau akan meninggalkan suasana yang telah melahirkanmu,
dan engkaupun akan berpisah dengan kehidupan yang selama ini membesarkanmu.
Seandainya seorang wanita tidak membutuhkan seorang suami karena kekayaan kedua orangtuanya dan kebutuhan mereka terhadapnya,
maka engkau adalah orang yang paling tidak membutuhkan seorang suami.
Namun kenyataannya bahwa wanita itu diciptakan untuk kaum lelaki dan kaum lelaki diciptakan untukmu”.
•Makna Nasihat pertama:
Seorang istri harus mematuhi suaminya dengan penuh ketulusan dan memperhatikan perintah-perintahnya dengan penuh ketaatan.
•Makna nasihat kedua:
Seorang istri hendaknya memelihara kebersihan bagian-bagian tubuhnya yang selalu menjadi tujuan hidung dan mata suami,
jangan sampai mata suami melihat sesuatu yang tidak menyenangkan pada dirimu,
jadikan tubuhmu selalu wangi dihadapannya.
•Makna nasihat ketiga:
Seorang istri hendaknya selalu memperhatikan waktu tidur dan waktu makan suami,
buatlah suami merasa nyaman pada saat ia hendak tidur dan berikan hidangan yang sangat ia sukai.
•Makna nasihat keempat:
Seorang istri hendaklah menjaga harta suaminya,
memelihara kehormatannya dan keluarganya,
mengatur keuangan rumah tangga dengan cara yang baik dan merawat anak-anaknya dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
•Makna nasihat kelima:
Jangan pernah menentang perintahnya untuk mengajak kepada kebaikan dan juga jangan menyebarkan aib atau rahasia suami, sebab jika engkau menyebarkan rahasianya berarti engkau tidak bisa menjaga kehormatannya.
beliau mengatakan kepada putrinya :
“Putriku, engkau akan meninggalkan suasana yang telah melahirkanmu,
dan engkaupun akan berpisah dengan kehidupan yang selama ini membesarkanmu.
Seandainya seorang wanita tidak membutuhkan seorang suami karena kekayaan kedua orangtuanya dan kebutuhan mereka terhadapnya,
maka engkau adalah orang yang paling tidak membutuhkan seorang suami.
Namun kenyataannya bahwa wanita itu diciptakan untuk kaum lelaki dan kaum lelaki diciptakan untukmu”.
•Makna Nasihat pertama:
Seorang istri harus mematuhi suaminya dengan penuh ketulusan dan memperhatikan perintah-perintahnya dengan penuh ketaatan.
•Makna nasihat kedua:
Seorang istri hendaknya memelihara kebersihan bagian-bagian tubuhnya yang selalu menjadi tujuan hidung dan mata suami,
jangan sampai mata suami melihat sesuatu yang tidak menyenangkan pada dirimu,
jadikan tubuhmu selalu wangi dihadapannya.
•Makna nasihat ketiga:
Seorang istri hendaknya selalu memperhatikan waktu tidur dan waktu makan suami,
buatlah suami merasa nyaman pada saat ia hendak tidur dan berikan hidangan yang sangat ia sukai.
•Makna nasihat keempat:
Seorang istri hendaklah menjaga harta suaminya,
memelihara kehormatannya dan keluarganya,
mengatur keuangan rumah tangga dengan cara yang baik dan merawat anak-anaknya dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
•Makna nasihat kelima:
Jangan pernah menentang perintahnya untuk mengajak kepada kebaikan dan juga jangan menyebarkan aib atau rahasia suami, sebab jika engkau menyebarkan rahasianya berarti engkau tidak bisa menjaga kehormatannya.
•Makna nasihat keenam:
Jadilah seorang istri yang selalu merasa dibutuhkan suami ketika ia dirundung sedih engkau mampu membuatnya tersenyum,
dan dapat meringankan segala masalahnya.
Jadilah seorang istri yang selalu merasa dibutuhkan suami ketika ia dirundung sedih engkau mampu membuatnya tersenyum,
dan dapat meringankan segala masalahnya.
•Makna nasihat ketujuh:
riaslah matamu menjadi cantik ketika ia menatapmu maka katakan dari hatimu yang paling dalam bahwa engkau begitu mencintainya,
berikan senyuman cantikmu kepadanya saat ia didekatmu,
dan dekaplah ia dengan hangat dan curahkan seluruh kasih sayangmu kepadanya,
Niscaya suami akan jatuh cinta lagi kepadamu....
riaslah matamu menjadi cantik ketika ia menatapmu maka katakan dari hatimu yang paling dalam bahwa engkau begitu mencintainya,
berikan senyuman cantikmu kepadanya saat ia didekatmu,
dan dekaplah ia dengan hangat dan curahkan seluruh kasih sayangmu kepadanya,
Niscaya suami akan jatuh cinta lagi kepadamu....
Semoga bermanfa'at.......(^_^).
Dan semoga kita di anugerahi pasangan yg setia sholeh / sholehah,
آمِينْ... آمِينْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن
Salam DURIAN
( Dunia rehat sejenak ingatlah kematian )
Dan semoga kita di anugerahi pasangan yg setia sholeh / sholehah,
آمِينْ... آمِينْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن
Salam DURIAN
( Dunia rehat sejenak ingatlah kematian )
TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA
1. QOLBUN SYAKIRUN (hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)
2. AL-AZWAJU SHALIHAH (pasangan hidup yang sholeh). Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan, suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)
3. AL-AULADUL ABRAR (anak yg sholeh/sholehah). Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)
4. AL-BAIATU SHOLIHAH (lingkungan yg kondusif untuk iman kita). Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)
5. AL-MALUL HALAL (harta yang halal). Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)
6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)
7. UMUR YANG BAROKAH
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).
Semoga kita semua dikaruniai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Aamiinn ya Rabbal Alamin.
3. AL-AULADUL ABRAR (anak yg sholeh/sholehah). Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)
4. AL-BAIATU SHOLIHAH (lingkungan yg kondusif untuk iman kita). Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)
5. AL-MALUL HALAL (harta yang halal). Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)
6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)
7. UMUR YANG BAROKAH
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).
Semoga kita semua dikaruniai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Aamiinn ya Rabbal Alamin.
IKHLAS ITU
menentukan diterima atau tidak diterimanya aktivitas kita sebagai ibadah,
Karenanya pastikan ia senantiasa menyertai setiap aktivitas kita
Ikhlas itu…. Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.
Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….
Ikhlas itu... Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya...
Ikhlas itu… Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.
Ikhlas itu… Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.
Ikhlas itu… Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.
Ikhlas itu… Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.
Ikhlas itu… ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.
Ikhlas itu.. ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.
Ikhlas itu… ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.
Ikhlas itu… ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat kecepatan.
Ikhlas itu… ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.
Ikhlas itu… ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.
Ikhlas itu…. Gampang diucapkan, sulit diterapkan….. namun tidak mustahil diusahakan….
Ikhlas itu... Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya...
◼ Semoga Bermanfaat ◼
INDAHNYA PERTEMANAN.
Kalian tahu kenapa hujan itu menyenangkan ?
Karena turunnya rame2
Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes.
Lantas satu tetes lagi, dan seterusnya.
Karena turunnya rame2
Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes.
Lantas satu tetes lagi, dan seterusnya.
Kalian tahu kenapa nasi itu lezat dan mengenyangkan ?
Karena dihidangkan rame2
Pasti bengong kalau hanya satu butir saja di atas piring.
Ini mau makan apa ?
Kalian tahu gigi itu berguna ?
Karena rame2 berbaris rapi
Pasti ompong nyebutnya kalau cuma satu.
Tidak bisa buat mengunyah. Cuma bisa buat tersenyum melihatnya.
Sungguh,,,
Di dunia ini sesuatu yang positif selalu spesial saat rame2 dilakukan
�
Gotong royong, rame2 tentu lebih oke.
Belajar, rame2 saling bantu lebih banyak yang dipelajari.
Bekerja, rame2 saling tolong menolong lebih cepat selesai.
Itulah gunanya teman2 terbaik.
Teman2 yang saling menasehati dan mengingatkan.
Rame2 menjadi selalu lebih seru.
Kalian tahu kenapa keyboard laptop atau HP harus lengkap ?
Karena hilang satu saja, rasanya tidak utuh lagi.
Begitulah pertemanan yang baik.
Hilang satu, terasa kosong semuanya.
Rame2 selalu lebih menyenangkan..
Tetap berada dalam pertemanan itu lebih baik, daripada sendirian.
Sahabat, semoga hari ini semua sehat & bersukacita menikmati hidup ini. Aamiin....
Tetap bertahan dalam indahnya kebersamaan, meski ada perbedaan diantara kita
Karena dihidangkan rame2
Pasti bengong kalau hanya satu butir saja di atas piring.
Ini mau makan apa ?
Kalian tahu gigi itu berguna ?
Karena rame2 berbaris rapi
Pasti ompong nyebutnya kalau cuma satu.
Tidak bisa buat mengunyah. Cuma bisa buat tersenyum melihatnya.
Sungguh,,,
Di dunia ini sesuatu yang positif selalu spesial saat rame2 dilakukan
�
Gotong royong, rame2 tentu lebih oke.
Belajar, rame2 saling bantu lebih banyak yang dipelajari.
Bekerja, rame2 saling tolong menolong lebih cepat selesai.
Itulah gunanya teman2 terbaik.
Teman2 yang saling menasehati dan mengingatkan.
Rame2 menjadi selalu lebih seru.
Kalian tahu kenapa keyboard laptop atau HP harus lengkap ?
Karena hilang satu saja, rasanya tidak utuh lagi.
Begitulah pertemanan yang baik.
Hilang satu, terasa kosong semuanya.
Rame2 selalu lebih menyenangkan..
Tetap berada dalam pertemanan itu lebih baik, daripada sendirian.
Sahabat, semoga hari ini semua sehat & bersukacita menikmati hidup ini. Aamiin....
Tetap bertahan dalam indahnya kebersamaan, meski ada perbedaan diantara kita
Seorang dokter jiwa melihat pasiennya yang sedang membuat kopi, kemudian memasukkan sebutir obat ke dalamnya. Dengan penasaran, sang dokter bertanya kepada si pasien.
Dokter: “Obat apa yang kamu masukan ke kopimu?”
Pasien: “Obat penurun panas, biar kopinya cepat dingin.”
Dokter: ??? "̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ (๑ˆ⌣ˆ๑) "̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇.
Kisah pengalaman ustd. Bobby Herwibowo:
Baca Kanan ke KiriRabu 27 Zulhijjah 1435 / 22 October 2014 06:00
MASA itu, saya dalam kondisi pengobatan. Trigliserid 3 kali lipat dari batas normal membuat saya sering meradang sebab vertigo. Dunia seperti jungkir balik dan saya pun berobat dengan seorang professor. Hasilnya, ada beberapa obat yang perlu dikonsumsi dan diet beberapa jenis makanan terlarang sesaat. Saya dianjurkan utk banyak konsumsi buah dan sayuran. Saya pun ‘terpaksa’ nurut demi kesembuhan.
Msh teringat jelas saat suatu pagi saya diminta berceramah. Di sebuah keluarga berada di daerah Radio Dalam, Jakarta. Usai acara saya dipersilakan menikmati makanan. Saya pun menyambut ajakan tuan rumah. Sebelum tiba di meja makan prasmanan, saya persilakan seorang yang ‘paling sepuh’ di sana untuk mengambil jamuan. Maka ‘kakek’ itu mengambil makanan dan saya berdiri kedua dalam giliran.
Saya menyaksikan betapa sang kakek mengambil semua makanan yang disajikan. Tidak ada yang terlewat, sementara saya hanya mengambil sayur dan buah.
Usai mengambil makanan, saya sengaja duduk di sisi beliau. “Masya Allah….!” Saya berdecak kagum melihat piring beliau ‘munjung’ dengan makanan. Sementara saya yang jauh lebih muda hanya seperempat piring saja terisi sayur dan buah.
Terus terang saya merasa iri kepadanya. Saat duduk di sampingnya, saya berujar, “Belum ada pantangan makan ya, Pak?”
Beliau tersenyum dan berkata, “Coba Ustadz terka berapa umur saya…?”
Saya menjawab dengan senyum seraya menerka, “Enam puluh tiga… Enam puluh lima… Enam puluh tujuh…”
Anehnya, setiap kali saya coba menerka umur, beliau selalu menggeleng dan tersenyum sambil berkata bahwa terkaan saya salah. Tiga kali saya menerka selalu salah. Demi Allah, paras tubuhnya memberi isyarat kepada saya bahwa umur beliau belum lebih dari kisaran 60-an. Hingga saya mulai menampakkan mimik bingung di wajah.
Rupanya si kakek menikmati permainan tebak umur itu dengan saya.
Dalam kebingungan yang saya alami, beliau tetap tersenyum dan mulai menjelaskan dengan ujarnya, “Coba ustadz lihat di rambut kepala saya… Adakah uban di sana…? Kacamata yang saya pakai ini bukan minus atau plus. Mata saya masih awas dan terang, Alhamdulillah. Ini saya gunakan hanya untuk menangkal sinar terik matahari…. Umur saya Alhamdulillah baru 83 tahun!”
Saya terperanjat mendengar ujar beliau. Gak masuk akal bagi saya umur beliau 83 tahun tanpa uban di kepala. Sementara saya yang berusia 30-an sudah banyak sekali uban bertabur. Apalagi saya menggunakan kacamata minus tebal. Merasa tertarik dengan fakta ini saya kejar beliau dengan tanya menyusul, “Apa resepnya bisa hidup sehat, Pak?”
Beliau tersenyum dan membalas tanya saya dengan sebuah pertanyaan, “Ustadz, suka baca Al Quran?”
Saya merasa aneh dengan pertanyaan ini. Dalam batin saya berkata, “Saya ini ustadz… Masa ditanya kayak begituan?”
Saya jawab beliau, “Ya, saya suka baca Al Quran!”
“Berapa kali dalam sehari…?” kejar beliau.
“Minimal sekali dalam sehari. Rutin ba’da subuh saya membacanya,” ujar saya.
“Oooo…., cuma sekali. Jadi lebih banyak makan dong daripada baca Al Quran?” lanjutnya.
Terus terang saya merasa terhina dengan ucapan beliau. Tapi refleks saya langsung bertanya, “Apa hubungan baca Al Quran dengan hidup sehat dan awet muda?”
Beliau jawab pertanyaan saya dengan bijak kali ini sambil menjelaskan, “Ustadz…., sampai kini guru saya masih hidup. Beliau tinggal di Sumatera Barat. Umur beliau saat ini 97 tahun, dan Alhamdulillah kemanapun ia masih menyetir mobil sendiri. Beliau sehat di usianya yang senja… Resep ini saya dapat dari beliau. Resep yang amat mudah dan simple, yaitu MEMPERBANYAK BACA DARI KANAN KE KIRI bukan sebaliknya….”
Subhanallah… Saya bergumam. Kagum dan syukur saya mendapat sebuah ilmu berharga tentang kesehatan dari seorang kakek di siang itu. Saat itu saya baru menyadari sebuah hikmah mengapa Allah pilih bahasa arab untuk Al Quran. Rupanya ayat 2 dalam surat Yusuf yang sering saya baca, baru kini saya mengerti salah satu hikmahnya.
Selamat hidup sehat dengan Al Quran, Sobatt...!!!
(Ustd. Bobby Herwibowo)
Filosofi Hiu dalam Kehidupan
Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yg sudah diawetkan dengan es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dlm perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.
Bagaimana cara mereka menyiasatinya?
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. Ajaib!!
Hiu kecil tersebut "memaksa" salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa.
Akibatnya jumlah salmon yg mati justru menjadi sangat sedikit!!
Diam membuat kita mati!
Bergerak membuat kita hidup!!
Apa yg membuat kita diam??
Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman.
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena.
Begitu terlenanya sehingga kita tdk sadar bahwa kita telah mati!!
Ironis, bukan?
Apa yg membuat kita bergerak?
Masalah.. Tekanan Hidup.. dan Tekanan Kerja..
Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu.
Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa.
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dlm hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup..
Itu sebabnya syukurilah "hiu kecil" yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive.
Masalah hidup adalah baik, karena itulah yg membuat kita terus bergerak. Hiu-hiu kecil itu bisa diumpamakan siapa dan apa saja dalam hidup kita.
Jangan jatuh walaupun kita dijatuhkan oleh orang lain. Justru efeknya bisa membuat kita bangkit menjadi luar biasa.
Pemimpin atau Bos?
Orang bertanya apa bedanya seorang pemimpin dan seorang boss (atasan).
Bedanya adalah, seorang pemimpin memimpin, yaitu membuat orang melakukan sesuatu dengan memberi contoh dan melakukan sendiri juga apa yang dilakukan pengikutnya. Pemimpin membuat yang dipimpin melakukan sesuatu dengan suka hati karena inspirasinya.
Sementara boss (atasan) membuat orang lain melakukan sesuatu dengan
menyuruh mereka melakukannya tidak peduli mereka suka atau tidak.
Dwi Probo & Co
Dwi Probo & Co
Jumat, 02 Januari 2015
KARENA WANITA INGIN DIMENGERTI
Saat istri marah, ia belum tentu kesal.
Ia hanya butuh pengertian
Saat istri menangis, ia belum tentu bersedih
Ia hanya butuh pelukan
Saat istri cemberut, ia belum tentu kecewa
Ia hanya butuh perhatian
Saat istri cemburu, ia belum tentu iri
Ia hanya butuh pujian
Saat istri menolak, ia belum tentu tak mau
Ia hanya butuh rayuan dan bujukan
Saat istri lelah, ia belum tentu merasa capek
ia hanya butuh diajak jalan-jalan
Saat istri sakit hati, ia belum tentu terluka
Ia hanya butuh belaian
Namun...
Saat istri tersenyum, ia belum tentu setuju
Bisa jadi ia sedang berusaha mengerti
Saat istri tertawa, ia belum tentu bahagia
Bisa jadi ia sedang berusaha membahagiakan suaminya
Saat istri diberi hadiah, ia belum tentu senang
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menghargai
Saat istri terlihat tegar, ia belum tentu kuat
Bisa jadi ia sedang mencoba untuk bertahan menghadapi ujian
Saat istri mengerjakan perintah suami, belum tentu sesuai keinginannya
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menjadi istri yang taat
Wahai para suami atau calon suami,
selami lebih dalam psikologi pasanganmu
Karena bisa jadi ada makna di balik setiap kata dan ekspresinya
Ini bukan masalah tidak adanya ketulusan dan keikhlasan
Namun belajarlah memahami tabi'at seorang wanita yang rela mengorbankan sisa usianya bersamamu.
Selalu ada pengorbanan dalam membangun cinta.
Namun insyaAllah berakhir bahagia hingga ke surga.
“Semoga kita bisa menjadi pasangan yang salin memahami kekurangan dan kelebihan pasangan kita. Aamiin.”
Saat istri tersenyum, ia belum tentu setuju
Bisa jadi ia sedang berusaha mengerti
Saat istri tertawa, ia belum tentu bahagia
Bisa jadi ia sedang berusaha membahagiakan suaminya
Saat istri diberi hadiah, ia belum tentu senang
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menghargai
Saat istri terlihat tegar, ia belum tentu kuat
Bisa jadi ia sedang mencoba untuk bertahan menghadapi ujian
Saat istri mengerjakan perintah suami, belum tentu sesuai keinginannya
Bisa jadi ia sedang berusaha untuk menjadi istri yang taat
Wahai para suami atau calon suami,
selami lebih dalam psikologi pasanganmu
Karena bisa jadi ada makna di balik setiap kata dan ekspresinya
Ini bukan masalah tidak adanya ketulusan dan keikhlasan
Namun belajarlah memahami tabi'at seorang wanita yang rela mengorbankan sisa usianya bersamamu.
Selalu ada pengorbanan dalam membangun cinta.
Namun insyaAllah berakhir bahagia hingga ke surga.
“Semoga kita bisa menjadi pasangan yang salin memahami kekurangan dan kelebihan pasangan kita. Aamiin.”
Membuka ‘Aurat’ Tanpa Sengaja
Tok..tok..tok..
“Cari siapa?”
“Mbak Ina ada?” Suara laki-laki.
“Mbak Ina sedang mandi. Tunggu sebentar.”
Merasa ada yang salah? Contoh lain.
Suatu siang, adzan Dhuhur berkumandang. Ada sekitar 10 orang dalam sebuah ruangan, 4 laki-laki, 6 perempuan.
“Ada yang tidak salat?” Tanya seorang laki-laki kepada teman perempuannya.
Merasa janggal dengan pertanyaan di atas? Merasa pernah mengatakannya?
Kadang kita sering dengan sengaja atau tidak sengaja membuka aurat saudara kita sendiri. Ini sering terjadi tanpa ada control dari kita. Seolah seperti sesuatu yang terbiasa. Seperti contoh percakapan diatas. Sebenarnya ada siasat bagaimana caranya kita mempersilahkan tamu tanpa kita harus membuka aurat saudara sendiri. Misalnya,
“Mbak Ina sedang dibelakang. Silahkan tunggu sebentar.”
Pesan yang kita ingin katakana tersampaikan. Aurat saudara kita juga terjaga. Lagi pula informasi tentang aktivitas saudara kita saat itu bukan hal yang penting untuk disampaikan. Ini hanya tentang pilihan kata. Bagaimanapun kita tidak pernah tahu kondisi hati dari kawan bicara. Apakah hatinya sedang bersih lalu bisa berpikir jernih. Atau sedang dalam kondisi lemah iman. Sehingga membuatnya secara tidak sengaja terpikirkan hal yang tidak seharusnya.
Pada percakapan kedua kita menemukan fenomena yang serupa, membuka ‘aurat’ saudaranya. Sekali lagi ini hanya tentang pilihan kata. Kalimat tanya tersebut sebenarnya bisa diganti dengan, “Adakah yang berjaga disini? Saya mau nitip tas.” Maksud tersampaikan dan sekali lagi tanpa harus membuka ‘aurat’.
Hal yang perlu diketahui adalah, perempuan mengalami fase penurunan intensitas berdekatan dengan Rabb-nya saat sedang haid. Tidak bisa salat, tidak bisa membaca Alquran (sebagian ulama ada yang membolehkan membaca), ditambah labilnya hormon dalam tubuh. Artinya, sebagian besar perempuan ada dalam kondisi yang tidak ‘on top level’ iman dan penjagaan.
Ucapan atau tindakan kita yang kadang kurang hati-hati seperti contoh diatas secara tidak langsung bisa membuka aurat saudara kita. Hijab itu bukan hanya selembar kain yang digunakan untuk menutupi. Tapi juga sejauh mana kehati-hatian kita untuk tidak tergoda memberikan puzzle-puzzle seperti, ‘sedang mandi’, ‘sedang tidak salat’, dan lain sebagainya.
Bukan bermaksud menggurui ....
“Mbak Ina sedang mandi. Tunggu sebentar.”
Merasa ada yang salah? Contoh lain.
Suatu siang, adzan Dhuhur berkumandang. Ada sekitar 10 orang dalam sebuah ruangan, 4 laki-laki, 6 perempuan.
“Ada yang tidak salat?” Tanya seorang laki-laki kepada teman perempuannya.
Merasa janggal dengan pertanyaan di atas? Merasa pernah mengatakannya?
Kadang kita sering dengan sengaja atau tidak sengaja membuka aurat saudara kita sendiri. Ini sering terjadi tanpa ada control dari kita. Seolah seperti sesuatu yang terbiasa. Seperti contoh percakapan diatas. Sebenarnya ada siasat bagaimana caranya kita mempersilahkan tamu tanpa kita harus membuka aurat saudara sendiri. Misalnya,
“Mbak Ina sedang dibelakang. Silahkan tunggu sebentar.”
Pesan yang kita ingin katakana tersampaikan. Aurat saudara kita juga terjaga. Lagi pula informasi tentang aktivitas saudara kita saat itu bukan hal yang penting untuk disampaikan. Ini hanya tentang pilihan kata. Bagaimanapun kita tidak pernah tahu kondisi hati dari kawan bicara. Apakah hatinya sedang bersih lalu bisa berpikir jernih. Atau sedang dalam kondisi lemah iman. Sehingga membuatnya secara tidak sengaja terpikirkan hal yang tidak seharusnya.
Pada percakapan kedua kita menemukan fenomena yang serupa, membuka ‘aurat’ saudaranya. Sekali lagi ini hanya tentang pilihan kata. Kalimat tanya tersebut sebenarnya bisa diganti dengan, “Adakah yang berjaga disini? Saya mau nitip tas.” Maksud tersampaikan dan sekali lagi tanpa harus membuka ‘aurat’.
Hal yang perlu diketahui adalah, perempuan mengalami fase penurunan intensitas berdekatan dengan Rabb-nya saat sedang haid. Tidak bisa salat, tidak bisa membaca Alquran (sebagian ulama ada yang membolehkan membaca), ditambah labilnya hormon dalam tubuh. Artinya, sebagian besar perempuan ada dalam kondisi yang tidak ‘on top level’ iman dan penjagaan.
Ucapan atau tindakan kita yang kadang kurang hati-hati seperti contoh diatas secara tidak langsung bisa membuka aurat saudara kita. Hijab itu bukan hanya selembar kain yang digunakan untuk menutupi. Tapi juga sejauh mana kehati-hatian kita untuk tidak tergoda memberikan puzzle-puzzle seperti, ‘sedang mandi’, ‘sedang tidak salat’, dan lain sebagainya.
Bukan bermaksud menggurui ....
Kamis, 04 Desember 2014
ROMANTISME
Seorang
ibu setengah baya pd sebuah pengajian rutin bertanya kpd ustadnya;
ustad bgmn membangun romantisme dlm keluarga" pertanyaan yg
membuat keringat sang ustad mengalir deras....namun tetap mencoba
menjawab;
Romantisme itu....
Ketika malam tinggal sepertiga,
seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu
membangunkan suaminya. “Sayang… bangun… saatnya shalat.” Maka mereka
berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.
Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu
sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak
ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi
pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.
Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik
mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih
siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”
Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di
waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup
dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati
kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan
perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah
perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”
Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi
istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari
lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di rumah makan, tak
pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya,
“Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”
_Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera
pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri
merindukan belahan jiwanya tiba.
_Romantis itu…
Ketika suami
mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai. Bertemu saling
mendoakan. Isti mencium tangan suami, dan suami mengecup kening istri
lalu saling mengecup pipi kanan dan kiri bergantian.
Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan
bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di
pundak mendadak menghilang, terbang melayang.
Romantis itu…
Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menunya sederhana,
nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.
Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ,
sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung mencetak
generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat
perpisahan selamanya telah tiba masanya.
Romantis itu…
Ketika
sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau
aktifitas da'wah.Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya,
juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya...,
Monggo ditambahi.
membuat keringat sang ustad mengalir deras....namun tetap mencoba
menjawab;
Romantisme itu....
Ketika malam tinggal sepertiga,
seorang istri terbangun. Ia berwudhu, menunaikan shalat dua rakaat. Lalu
membangunkan suaminya. “Sayang… bangun… saatnya shalat.” Maka mereka
berdua pun tenggelam dalam khusyu’ shalat dan munajat.
Romantis itu…
Ketika seorang istri mengatakan, “Sebentar lagi adzan, Sayang…” Lalu
sang suami melangkah ke masjid, menunaikan tahiyatul masjid. Tak
ketinggalan ia menunaikan dua rakaat fajar. Maka ia pun menjadi
pemenang; lebih baik dari dunia seisinya.
Romantis itu…
Ketika suami berangkat kerja, sang istri menciumnya sambil membisik
mesra, “Hati-hati di jalan, baik-baik di tempat kerja sayang… kami lebih
siap menahan lapar daripada mendapatkan nafkah yang tidak halal”
Romantis itu…
Ketika suami istri terpisah jarak, tetapi keduanya saling mendoakan di
waktu dhuha: “Ya Allah, jagalah cinta kami, jadikanlah pasangan hidup
dan buah hati kami penyejuk mata dan penyejuk hati, tetapkanlah hati
kami dalam keimanan, teguhkanlah kaki kami di jalan kebenaran dan
perjuangan, ringankanlah jiwa kami untuk berkorban, maka mudahkanlah
perjuangan dan pengorbanan itu dengan rezeki halal dan berkah dariMu”
Romantis itu…
Ketika suami sibuk kerja, saat istirahat ia sempat menghubungi
istrinya. Mungkin satu waktu dengan menghadirkan suara. Mungkin hari
lainnya dengan WA dan SMS cinta. “Apapun makanan di rumah makan, tak
pernah bisa mengalahkan masakanmu.” Lalu sang istri pun membalasnya,
“Masakanku tak pernah senikmat ketika engkau duduk di sebelahku.”
_Romantis itu…
Ketika menjelang jam pulang kerja, sang suami sangat rindu untuk segera
pulang ke rumah dan bertemu istrinya. Pada saat yang sama, sang istri
merindukan belahan jiwanya tiba.
_Romantis itu…
Ketika suami
mengucap salam, sang istri menjawabnya disertai. Bertemu saling
mendoakan. Isti mencium tangan suami, dan suami mengecup kening istri
lalu saling mengecup pipi kanan dan kiri bergantian.
Romantis itu…
Ketika suami tiba di rumah, istri menyambutnya dengan wajah cerah dan
bibir merekah. Maka hilanglah segala penat dan lelah. Beban kerja di
pundak mendadak menghilang, terbang melayang.
Romantis itu…
Ketika syukur selalu menghiasi makan bersama. Meski menunya sederhana,
nikmat begitu terasa, keberkahan pun memenuhi seluruh keluarga.
Romantis itu…
Ketika suami istri kompak mengajar anak mengaji. Meski telah ada TPQ,
sang ayah dan sang ibu tidak berlepas diri dari tanggung mencetak
generasi Rabbani. Kelak, merekalah yang mendoakan sang orang tua, saat
perpisahan selamanya telah tiba masanya.
Romantis itu…
Ketika
sang istri tidak berat melepas suami. Keluar rumah. Untuk mengaji, atau
aktifitas da'wah.Sebab sang istri ingin suaminya menjadi imam baginya,
juga bermanfaat bagi Islam dan umatnya...,
Monggo ditambahi.
Langganan:
Postingan (Atom)