Selasa, 20 Januari 2015

DUA TIRAI


Kita sudah berusaha untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW dan pula melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Walau kadang sadar bahwa kita berbuat dosa, tapi kita hanyut dalam nikmatnya. Kita bukanlah Rasulullah yang Allah bersihkan noda-noda hitam dihatinya. Oleh karenya, sering kali kita tertipu oleh indahnya duniawi. Terlena dengan nikmat yang Allah larang. Terbujuk oleh rayuan setan yang melakukan kemunkaran di hidup yang sangat singkat ini.
Ingatlah, hati ini diliputi oleh dua tirai. Tirai inilah yang selalu menghalangi kita untuk mendapatkan sinar-Nya Allah. Tirai pertama yang sangat tebal dan gelap adalah kekufuran. Kita sering menyalahkan Allah jika Dia berikan musibah dan cobaan kepada kita. Banyak mengeluh saat doa kita tak Allah ijabahi. Padahal di balik yang kita anggap tak nyaman itu Allah uji kita, dan Allah simpan nikmat yang lebih nikmat, nikmat yang lebih dari setiap doa yang kita panjatkan setiap saat.
Apabila tirai ini sirna, tinggal satu tirai lagi yang menghalangi hati dari Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia yaitu tirai kelalaian yang menyebabkan orang lalai dan lupa kepada-Nya. Kita sering lalai dengan perkataan kita sendiri. Bulan Ramadhan taubat, setelahnya kambuh lagi. Udah manteb berubah, pertengahan jalan balik lagi. Itulah yang dimaksud dua tirai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar