Wahai para suami, cobalah ngobrol berdua dengan istrimu. Bicaralah dari
hati ke hati. Ungkapkan kekagumanmu, sampaikan pula kegelisahanmu.
Jangan lupa, dengarkan cerita, keluhan, dan ungkapan isi hati istrimu.
Kemudian berdoalah, “Ya Allah, satukan kami dalam cinta-Mu.”
Wahai para suami, sekali-kali biarkan istrimu menangis di pelukanmu. Rasakan getaran cintanya, hapus air matanya
dengan tanganmu. Biarkan ia terus menangis dan jangan kau tanya
“mengapa kau menangis?” Biarkan ia menangis sepuas-puasnya hingga ia
lega. Ketahuilah, tak semua tangisan harus punya alasan.
Wahai
para suami, sekali-kali bacalah Kitab Suci dihadapan istrimu. Biarkan ia
mendengarkan bacaanmu. Izinkan dia meluruskan kesalahan apa yang kau
baca. Rasakan getaran suara saat ia meluruskan bacaanmu. Masukan suara
itu kedalam memori dan hatimu. Setelah itu bisikan ke dalam hatimu,
“Betapa bahagianya aku didampingi istriku. Sungguh aku akan berusaha
keras untuk membahagiakanmu.”
Wahai para suami, bila kau
bekerja atau punya bisnis pasti kau akan berusaha melayani dan memuaskan
pelangganmu. Ketahuilah, istrimu bukan hanya pelangganmu, ia juga
pendampingmu, asistenmu, penasihatmu, terkadang ia mentormu. Oleh karena
itu, ia lebih berhak mendapat layanan terbaik darimu.
Wahai
para suami, ada hal-hal kecil yang kau anggap sederhana tetapi itu
bermakna bagi istrimu. Kecuplah keningnya, godalah ia. Di tengah
kesibukanmu, kirim sms atau pesan singkat. Boleh jadi hanya berupa tiga
kata “I Love You” atau “I Miss You”. Akan tetapi, bila itu keluar dari
lubuk hatimu maka itu akan membahagiakanmu dan tentu menambah cinta
istrimu kepadamu.
Wahai para suami, perhatianmu kepada istrimu
bukan karena istrimu memperhatikanmu tetapi karena itu kenikmatan
bagimu. Semakin besar perhatianmu maka semakin besar kenikmatan dan
kebahagian hidupmu. Bila kau hanya fokus pada kehidupanmu dan
mengabaikan istrimu maka perlahan namun pasti kenikmatan dan kebahagian
akan menjauh darimu. Camkan ini wahai para suami…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar