Senin, 31 Desember 2012

Pohon Pir



Suatu hari seorang ayah menyuruh anak2nya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.

Anak ke 1 disuruhnya pergi pada musim DINGIN.
Anak ke 2 pada musim SEMI.
Anak ke 3 pada musim PANAS.
dan yang ke 4 pada musim GUGUR.

Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup2 hijau yang menjanjikan.
Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga2 yang menebarkan bau yang harum.
Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bhw pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata bhw kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda.

Ayahnya berpesan: "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit."

Ketika kamu sedang mengalami masa2 sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan.

Jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bhw kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial...

Ingatlah, kamu berharga di mata ALLAH, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang percaya dan Berusaha!!

Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah ALLAH akan mengerjakan bagian-Nya...

Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.

"Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan.".

KISAH IBU PEMBUAT TEMPE



Ada ibu pembuat tempe. Hari itu si ibu sakit. Dia tetap buat tempe walau tdk bisa secepat biasanya. Wkt mau brgkt ke pasar tempe buatannya blm jadi.

Si ibu berdoa : "Ya Allah, hamba memohon kepada Mu… ubahlah kedelai2ku ini jadi tempe dengan segera ". Selesai berdoa kedelai2 itu blm juga jadi tempe.

Si ibu memutuskan utk tetap ke pasar.
Sebelum berangkat Si ibu berdoa lagi "Ya Rabbi, aku tau Engkau akan mengubah kedelai2ku jadi tempe di saat aku sdg jalan ke pasar".

Tiba di pasar dia buka salah satu dari bungkus tempenya, ternyata kedelai nya belum juga menjadi tempe.

Dgn sedih si ibu mulai mengungkapkan kekecewaannya : "Ya Rabbi mengapa Engkau belum mengubah kedelai2 ku menjadi tempe ? Katanya Engkau mengasihi umat-Mu. mana buktinya... ?!?"

Si ibu tambah sedih ketika seluruh tempe milik pedagang di kiri dan kanan nya habis tp belum satupun tempe nya terjual.

Dgn kecewa si ibu berkemas2 utk pulang. Tiba2 ada seorang ibu yg berteriak mencari siapa pedagang yg punya tempe belum jadi krn mau dikirim keluar kota.
Saat itu jg tempe si ibu di borong habis. Si ibu tersungkur minta ampun kpd Allah krn tdk percaya akan Kuasa Tuhan yg ajaib.

Inti Cerita :
Suatu hari mungkin kita pernah berdoa utk sesuatu yg kita inginkan & kita harapkan tp ternyata apa yg kita dapat tidak/belum sesuai dgn yg kita doakan.

Apa yg akan kita lakukan...? Kecewa...? Marah...?
Hari ini mari kita belajar utk percaya bhw Allah punya cara untuk menjawab setiap doa kita & rancangan yang terbaik.

Tetaplah mengucap syukur atas apa yg sudah kita terima. Selalu berdoa mengharap ridho Allah semata. Barakallah fiikum...

"FILOSOFI MATEMATIKA"



Mengapa plus dikali plus hasilnya plus & juga kalau minus dikali plus atau sebaliknya plus dikali minus hasilnya minus? Anehnya pula, kenapa minus dikali minus hasilnya plus ?

Hikmahnya adalah:

» Mengatakan/menyatakan "Benar" terhadap hal2 yang "Benar" adalah suatu tindakan yang "Benar" atau bahasa matematikanya seperti ini "+ x + = +"

» Mengatakan/menyatakan "Benar" terhadap sesuatu yang "Salah" adalah suatu tindakan yang "Salah" atau dgn kata lain "+ x - = - "

» Mengatakan/menyatakan "Salah" terhadap sesuatu yang "Benar" adalah suatu tindakan yang "Salah" atau penulisan logika matematikanya seperti ini "- x + = - "

» Terakhir, mengatakan/menyatakan "Salah" terhadap sesuatu yang "Salah" adalah suatu tindakan yang "Benar"
atau "- x - = + "

Semua rumus matematika diatas merupakan. Ketetapan Tuhan & terangkum dalam kalimat:
"Qullil haqqo wa in kaana murron"
(Katakan yang sebenarnya walau itu pahit rasanya).

Barakallah fiikum...

Jumat, 28 Desember 2012

"BERTEMU ADALAH KESEMPATAN, MENCINTAI ADALAH PILIHAN"



Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, Itu bukan pilihan, itu KESEMPATAN..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya.. Itu bukan kesempatan, itu adalah PILIHAN..

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya..Itu bukan kesempatan, itu adalah PILIHAN...

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai KESEMPATAN dalam hidup kita..
Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia adalah PILIHAN...

Mungkin KESEMPATAN mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita..
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah PILIHAN yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia.

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai.. Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang Belum Sempurna.. Dengan cara yang Sempurna...

Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang Belum SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA..

Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita.. Agar jiwa kita pun menjadi SEMPURNA di hadapan Tuhan...
Takdir yang mempertemukan. Rancangan yang indah telah disiapkan oleh-Nya ..

Berprasangka Baik kepada Allah



Seseorg mengeluh pada Ustadz, "Dimanakah keadilan اَللّهُ , telah lama aku meminta dan memohon padaNya namun tak pernah dikabulkan.. aku shalat, puasa, bersedekah, berbuat kebajikan.. tp tak satupun keinginanku dikabulkan.
Padahal seorang teman yg ibadahnya kacau, bicaranya menyinggung hati, akhlaknya buruk, tapi apa yang dimintanya terkabul dengan cepat ..... Oh sungguh
اَللّهُ tidak adil ....."

Ustad berkata, "Pernahkah engkau didatangi pengamen?"
"Pernah, tentu saja" Kata orang itu serius.
"Bayangkan jika pengamen itu berpenampilan seram, bertato, bertindik, nyanyiannya tak merdu memekakkan telinga, apa yang kau lakukan?"
Orang itu menjawab, "segera kuberi uang agar dia cepat berlalu dari hadapanku"
"Lalu bgmn jika pengamen itu besuara merdu mendayu, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yg kau lakukan?"
"Kudengarkan dan kunikmati hingga akhir lagu lalu kuminta ia bernyanyi lagi sekali lagi dan tambah lagi..", kata orang itu sambil tertawa.

"Kalau begitu bisa saja
اَللّهُ bersikap begitu pada kita hambaNya.
Jika ada manusia yang berakhlak buruk dan dibenciNya berdoa dan memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan pd malaikat "Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak dengan pintanya".

Tapi bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang sholeh yang rajin bersedekah, maka mungkin saja
اَللّهُ berfirman pada malaikatNya : "Tunggu. Tunda dulu apa yang dipintanya, aku menyukai doa2nya, Aku menyukai isak-tangis nya. Aku tak ingin dia menjauh dari Ku setelah mendapat apa yg dipintanya. Aku ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya.."

Kesimpulan kisah di atas ??
Selalulah BERSANGKA BAIK pada
اَللّهُ, karena kita sebenarnya tidak betul2 tahu apa yang terbaik bagi diri kita...