Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh .
Saudaraku
yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala , Renungkanlah dan simaklah artikel ini
dengan hati yang Khusyuk .
Saudaraku Pejamkanlah mata kita lima menit saja dan Bayangkanlah detik-detik
sakaratul maut yang suatu saat pasti menimpa diri kita . Bayangkanlah beratnya
pencabutan nyawa, kesakitan dan penderitaannya. Bayangkanlah ketika nyawa kita
benar-benar telah lepas dari tubuh kita . Dan itulah kematian. Bayangkanlah
saat perpisahan kehidupan kita untuk selama-lamanya itu dengan isteri,
orangtua, anak-anak, kerabat, orang-orang tercinta dan segenap sahabat kita .
Jasad kita dibawa ke tempat pemandian. kita dimandikan dan dikafani.
Selanjutnya kita dibawa ke masjid untuk dishalatkan. Lalu kita dipanggul di
atas pundak orang-orang untuk dikuburkan.
Bayangkanlah bahwa malam ini adalah malam pertama anda di kuburan! Bayangkan
kedatangan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menguji kita dengan beberapa
pertanyaan."Siapa Tuhanmu?" Dengan tenang dan mantap ia menjawab,
"Allah lah Tuhanku. Muhammad nabiku. Al-Qur'an panutanku. Ka'bah kiblatku.
Ibrahim bapakku. Agamanya adalah agamaku."
Oleh kedua malaikat itu ia lalu dibawa memasuki sebuah pintu neraka. Ia
diperlihatkan neraka dengan segala macam siksanya yang sangat mengerikan. Tetapi,
kemudian malaikat itu berkata, "Jangan takut. karena nereka itu hanya
untuk orang - orang yang kafir dan yang tak bisa menjawab pertanyaan ku .
Bayangkanlah kengerian kita seandainya tiba-tiba lidah anda kelu tak mampu
menjawab. Bayangkanlah saudaraku , Renungkanlah kejadian ini ....
Maka dibukakanlah untuk suatu lubang ke arah surga, dimana dia bisa melihat
gemerlapnya dan segala isinya. Maka dikatakan kepadanya, "Lihatlah apa
yang telah Allah palingkan darimu." Kemudian dibukakan pula suatu lubang
ke arah neraka, dimana dia bisa melihatnya, saling berbenturan satu sama lain.
Maka dikatakanlah kepadanya, "Inilah tempatimu. Kamu telah menganut
keraguanmu, atas itu kamu telah meninggal, dan atas itu pula kamu kelak akan
dibangkitkan, insya Allah." (Shahih, menurut Al Albani)
Nabi
Shallallahu alaihi wasallam lalu bersabda, "Setelah itu muncullah dua
malaikat kubur yang berkulit hitam dan menggaruk tanah dengan sepasang
taringnya. Rambutnya sangat panjang sehingga menyentuh tanah. Bicaranya keras
bagaikan halilintar yang mengeggelagar. Matanya setajam kilat yang sedang
menyambar. Napasnya bagai angin yang bertiup sangat kencang. Masing-masing
membawa godam dari besi yang sangat berat, yang seandainya dipukulkan ke sebuah
gunung paling besar pasti akan hancur lebur. Nyawa siapa pun yang memandangnya
pasti akan menggigil ketakutan dan lari terbirit-birit lalu masuk ke
tenggorokan jasadnya yang sudah menjadi mayit. Kemudian jasad itu hidup hanya
pada bagian dadanya saja, seperti keadaan orang yang sedang mengalami sekarat.
Ia tidak sanggup bergerak sama sekali, tetapi ia bisa mendengar dan bisa
melihat.
Setelah disuruh duduk, ia lalu dibentak dengan keras oleh kedua malaikat yang
menyeramkan tadi. la kemudian ditanya, ‘Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa
nabimu? Apa kiblatmu?' Jika ia diberi pertolongan oleh Allah, ia akan balik
bertanya kepada kedua malaikat tersebut, ‘Siapa yang memberi kalian mandat
menanyaiku? Siapa yang mengutus kalian kepadaku?' Dan yang bisa memberikan
jawaban seperti itu hanyalah para ulama pilihan. Mendengar pertanyaan balik
seperti itu, malaikat tidak bisa berbuat apa-apa selain mempersilakan ia untuk
masuk ke surga yang penuh dengan nikmat: la akan bersenang-senang di dalamnya
sampai tiba hari kiamat. la selalu bertanya, kapan tiba hari kiamat? Sebab,
baginya tidak ada yang lebih menyenangkan daripada tibanya hari kiamat."'
Bayangkanlah kesendirian kita , kegelapan dosa dan maksiat kita . Bayangkanlah
ratusan atau bahkan ribuan tahun penantian datangnya Kiamat? Bayangkanlah
apakah kuburan kita itu menjadi bagian dari taman Surga? Ataukah menjadi bagian
dari jurang Neraka? Bayangkanlah keinginan kita bisa kembali ke dunia, meski
sehari, untuk menambah amal shalih. Bayangkanlah betapa butuhnya kita terhadap
tambahan pahala, tetapi kita sudah tidak berdaya. Bayangkanlah betapa beratnya,
betapa menderitanya " Renungkanlah wahai Saudaraku "
Yakinlah kita semua pasti mengalaminya, entah kapan. Tapi bisa jadi, besok atau
minggu depan kita sudah meninggalkan dunia . Kematian selalu mengintai manusia
di mana saja ia berada. Tidak peduli siang atau malam, anak-anak, remaja atau
sudah tua. Tidak peduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka
lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja atau rakyat jelata, pria atau
wanita. Tidak peduli di rumah, di kantor, atau di perjalanan, di darat, laut
atau di udara. Ya, tidak seorang pun dari kita yang bisa memastikan dirinya
aman dari kematian.
Lalu, apa bekal kita dan persiapan kita untuk kematian yang sewaktu-waktu
menyergap diri kita?
Bagaimana jika diri kita mati hari ini?
Pasti kita mengeluhkan dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit!
Tapi bersyukurlah kita sekarang masih hidup dan di beri kesehatan , maka
sebelum kita meninggalkan dunia . Jemputlah bekal kematian kita sekarang.
Sebelum datang penyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna.
“Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang
dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang
shalih? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang bila
telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun:10-11)
Bacalah Artikel ini. dengan hati khusyuk dan izin Allah- akan lebih termotivasi
mencari bekal kematian. kita akan mendapatkan pelajaran kematian yang
mempengaruhi jalan hidup kita. Tak berlebihan jika penulis artikel ini
menegaskan, “Mudah-mudahan saja semua ini menjadi peringatan. Barangsiapa yang
tidak tersentuh dengan peringatan ini, berarti hatinya telah mati. Atau bahkan
mungkin ia tidak diberi anugerah hati sama sekali.”
“Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana
tetapnya kalung) pada lehernya." (QS. Al-Israa': 13)
Wallahu a’lam bishshawab,
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh