Senin, 12 Maret 2012

ZIKIR KUNCI KETENANGAN HATI


K.H. Abdullah Gymnastiar


 Setiap orang mendambakan ketenangan batin, dan untuk mencapai ketenangan batin bukanlah sesuatu yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir "ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah hati akan tentram" (QS. ar-Ra'd:28). Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang. Sejauhmana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam ketentraman hati, maka akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja. Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah hanya ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa itu Allah selama hidupnya. Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya dimata manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah.

 Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar dan ia rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. "Milik Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi." (QS. al-Baqarah:284) Ketika tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar makna ayat Al-Qur'an, "Bertasbih menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan dibumi." (QS.ash-Shaff:1) Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir disertai sabar dan syukur. Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat menghindarkan kita dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan hati. Dan hal ini memerlukan latihan-latihan.

Latihan pertama adalah latihan mengenal diri sendiri. Kalau seseorang ingin baik, ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin ia ubah menjadi baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan dan jawaban dari orang yang kita tanyai tentang diri kita.

Latihan kedua adalah upaya memperbaiki diri. Setelah kita tahu kondisi kita, maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang kita miliki. Bila perlu, kita tulis daftar semua keburukan yang kita miliki dan rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.

Upaya yang kita lakukan ini harus diiringi dengan cara meningkatkan kualitas membaca Al-Qur'an dan dzikir, sebab itulah yang akan membantu kita untuk berubah menjadi baik dimata manusia dan yang paling penting baik di hadapan Allah. Setelah itu carilah lingkungan yang kondusif yang dapat membantu kita untuk selalu istiqamah dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah.

Minggu, 11 Maret 2012

Tipu Daya Setan


sedikit renungan...........................di sela kesibukan.....................

Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan   dan jin, dikatakan: "Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid", "Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur'an dan mencari kebenaran", "Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad", "Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh."

"Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah".


"Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis. "Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!". "Bagaimana kami melakukannya?" tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,"

Jawab sang iblis "Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG".

 "Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong." "Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka."

 "Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja". "Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah."


"Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan". "Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini."

"Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya"

"Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid". "Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari".

"Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan". "Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.


"Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka"


"Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala".


"Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran". "Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga"


"Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat."

"Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop."


       "Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK." "Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.

"Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah." "Dan Dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)."


"PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL." "RENCANA YANG BAGUS." Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA". "Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta."

"Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya". Sekarang pertanyaan saya adalah, "APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???"


"ANDALAH YANG MENENTUKAN..!!!"

Jumat, 09 Maret 2012

Menjemput Bekal Kematian


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .

Saudaraku yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala , Renungkanlah dan simaklah artikel ini dengan hati yang Khusyuk .

Saudaraku Pejamkanlah mata kita lima menit saja dan Bayangkanlah detik-detik sakaratul maut yang suatu saat pasti menimpa diri kita . Bayangkanlah beratnya pencabutan nyawa, kesakitan dan penderitaannya. Bayangkanlah ketika nyawa kita benar-benar telah lepas dari tubuh kita . Dan itulah kematian. Bayangkanlah saat perpisahan kehidupan kita untuk selama-lamanya itu dengan isteri, orangtua, anak-anak, kerabat, orang-orang tercinta dan segenap sahabat kita . Jasad kita dibawa ke tempat pemandian. kita dimandikan dan dikafani. Selanjutnya kita dibawa ke masjid untuk dishalatkan. Lalu kita dipanggul di atas pundak orang-orang untuk dikuburkan.

Bayangkanlah bahwa malam ini adalah malam pertama anda di kuburan! Bayangkan kedatangan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menguji kita dengan beberapa pertanyaan."Siapa Tuhanmu?" Dengan tenang dan mantap ia menjawab, "Allah lah Tuhanku. Muhammad nabiku. Al-Qur'an panutanku. Ka'bah kiblatku. Ibrahim bapakku. Agamanya adalah agamaku."

Oleh kedua malaikat itu ia lalu dibawa memasuki sebuah pintu neraka. Ia diperlihatkan neraka dengan segala macam siksanya yang sangat mengerikan. Tetapi, kemudian malaikat itu berkata, "Jangan takut. karena nereka itu hanya untuk orang - orang yang kafir dan yang tak bisa menjawab pertanyaan ku .

Bayangkanlah kengerian kita seandainya tiba-tiba lidah anda kelu tak mampu menjawab. Bayangkanlah saudaraku , Renungkanlah kejadian ini ....

Maka dibukakanlah untuk suatu lubang ke arah surga, dimana dia bisa melihat gemerlapnya dan segala isinya. Maka dikatakan kepadanya, "Lihatlah apa yang telah Allah palingkan darimu." Kemudian dibukakan pula suatu lubang ke arah neraka, dimana dia bisa melihatnya, saling berbenturan satu sama lain. Maka dikatakanlah kepadanya, "Inilah tempatimu. Kamu telah menganut keraguanmu, atas itu kamu telah meninggal, dan atas itu pula kamu kelak akan dibangkitkan, insya Allah." (Shahih, menurut Al Albani)

Nabi Shallallahu alaihi wasallam lalu bersabda, "Setelah itu muncullah dua malaikat kubur yang berkulit hitam dan menggaruk tanah dengan sepasang taringnya. Rambutnya sangat panjang sehingga menyentuh tanah. Bicaranya keras bagaikan halilintar yang mengeggelagar. Matanya setajam kilat yang sedang menyambar. Napasnya bagai angin yang bertiup sangat kencang. Masing-masing membawa godam dari besi yang sangat berat, yang seandainya dipukulkan ke sebuah gunung paling besar pasti akan hancur lebur. Nyawa siapa pun yang memandangnya pasti akan menggigil ketakutan dan lari terbirit-birit lalu masuk ke tenggorokan jasadnya yang sudah menjadi mayit. Kemudian jasad itu hidup hanya pada bagian dadanya saja, seperti keadaan orang yang sedang mengalami sekarat. Ia tidak sanggup bergerak sama sekali, tetapi ia bisa mendengar dan bisa melihat.

Setelah disuruh duduk, ia lalu dibentak dengan keras oleh kedua malaikat yang menyeramkan tadi. la kemudian ditanya, ‘Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu? Apa kiblatmu?' Jika ia diberi pertolongan oleh Allah, ia akan balik bertanya kepada kedua malaikat tersebut, ‘Siapa yang memberi kalian mandat menanyaiku? Siapa yang mengutus kalian kepadaku?' Dan yang bisa memberikan jawaban seperti itu hanyalah para ulama pilihan. Mendengar pertanyaan balik seperti itu, malaikat tidak bisa berbuat apa-apa selain mempersilakan ia untuk masuk ke surga yang penuh dengan nikmat: la akan bersenang-senang di dalamnya sampai tiba hari kiamat. la selalu bertanya, kapan tiba hari kiamat? Sebab, baginya tidak ada yang lebih menyenangkan daripada tibanya hari kiamat."'

Bayangkanlah kesendirian kita , kegelapan dosa dan maksiat kita . Bayangkanlah ratusan atau bahkan ribuan tahun penantian datangnya Kiamat? Bayangkanlah apakah kuburan kita itu menjadi bagian dari taman Surga? Ataukah menjadi bagian dari jurang Neraka? Bayangkanlah keinginan kita bisa kembali ke dunia, meski sehari, untuk menambah amal shalih. Bayangkanlah betapa butuhnya kita terhadap tambahan pahala, tetapi kita sudah tidak berdaya. Bayangkanlah betapa beratnya, betapa menderitanya " Renungkanlah wahai Saudaraku "


Yakinlah kita semua pasti mengalaminya, entah kapan. Tapi bisa jadi, besok atau minggu depan kita sudah meninggalkan dunia . Kematian selalu mengintai manusia di mana saja ia berada. Tidak peduli siang atau malam, anak-anak, remaja atau sudah tua. Tidak peduli dalam keadaan sehat atau sakit, suka cita atau duka lara, aman atau perang, kaya atau miskin, raja atau rakyat jelata, pria atau wanita. Tidak peduli di rumah, di kantor, atau di perjalanan, di darat, laut atau di udara. Ya, tidak seorang pun dari kita yang bisa memastikan dirinya aman dari kematian.


Lalu, apa bekal kita dan persiapan kita untuk kematian yang sewaktu-waktu menyergap diri kita?

Bagaimana jika diri kita mati hari ini?

Pasti kita mengeluhkan dosa-dosa yang menggunung dan kebaikan yang sedikit!

Tapi bersyukurlah kita sekarang masih hidup dan di beri kesehatan , maka sebelum kita meninggalkan dunia . Jemputlah bekal kematian kita sekarang. Sebelum datang penyesalan yang menyesakkan dada, sesal yang tiada lagi berguna.

“Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang bila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun:10-11)

Bacalah Artikel ini. dengan hati khusyuk dan izin Allah- akan lebih termotivasi mencari bekal kematian. kita akan mendapatkan pelajaran kematian yang mempengaruhi jalan hidup kita. Tak berlebihan jika penulis artikel ini menegaskan, “Mudah-mudahan saja semua ini menjadi peringatan. Barangsiapa yang tidak tersentuh dengan peringatan ini, berarti hatinya telah mati. Atau bahkan mungkin ia tidak diberi anugerah hati sama sekali.”

“Dan tiap-tiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya." (QS. Al-Israa': 13)

Wallahu a’lam bishshawab, 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

EVERY DAY with HOLY QUR'AN


Ada seorang remaja bertanya kepada kakeknya:
“ Kakek, apa gunanya aku membaca Al qur’an, sementara aku tidak mengerti arti dan maksud dari Al qur’an yang kubaca “
Lalu si kakek menjawabnya dengan tenang:
“ Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku dengan sekeranjang air. “
Anak itu mengerjakan seperti yg diperintahkan kakeknya, tapi semua air yang dibawanya habis ...sebelum ia sampai di rumah. Kakeknya berkata
“ Kamu harus berusaha lebih cepat “
Kakek meminta cucunya kembali ke sungai. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong (tanpa air) sebelum sampai di rumah. Dia berkata kepada kakeknya
“ tidak mungkin bisa membawa sekeranjang air. Aku ingin menggantinya dengan ember “
“ Aku ingin sekeranjang air, bukan dengan ember “ Jawab kakek
Si anak kembali mencoba, dan berlari lebih cepat lagi. Namun tetap gagal juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.
“ Kakek ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Air pasti akan habis di jalan sebelum sampai di rumah “
Kakek menjawab:
“ Mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik apa yang terjadi dengan keranjang itu “
Anak itu memperhatikan keranjangnya, dan ia baru menyadari bahwa keranjangnya yang tadinya kotor berubah menjadi sebuah keranjang yang BERSIH, luar dan dalam.
“ Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti sama sekali. Tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupanmu.
Subhanallah..Tidak ada yang sia-sia ketika kita membaca Al Qur’an.

Mari kita lebih sering lagi membaca Al Qur’an.
Semoga Istiqamah dan diberi kemudahan. Allahumma Aamiin