Sabtu, 14 Februari 2015

No Valentine Day


01. banyak yang baru tahu bahwa ‪#‎VDAY‬ berasal dari kebudayaan pagan Romawi | yang memuja kenikmatan badaniyah semisal sex dan nuditas
02. asalnya #VDAY adalah perayaan pagan Lupercalia | untuk memuja Lupercus sang dewa kesuburan Romawi | dirayakan 13-18 Feb tiap tahunnya
03. Lupercus dikenal juga Dewa Pan digambarkan berkepala kambing | persis Baphomet sesembahan Yahudi
04. perayaan Lupercalia selain memuja Dewa Pan (Lupercus) juga sebagai persembahan pada Dewi Juno (Hera) | dewi pernikahan dan kesuburan
05. karena inti perayaan Lupercalia ini ialah KESUBURAN | maka aktivitas SEX menjadi hidangan utamanya
06. pada bentuk klasiknya | Lupercalia Festival dilakukan dengan memasang-masangkan lelaki dan wanita | lalu mereka semalaman bercinta
07. jadi festival Lupercalia (13-18 Feb) ini identik dengan bersenang-senang | ialah mabuk, wanita, dan kenikmatan sex
08. perayaan ini berlangsung bertahun-tahun | mendarah daging dan sulit dihentikan | hingga Kristen dijadikan agama negara Romawi
09. pada 496 M Paus Gelasius mengesahkan Lupercalia ini menjadi hari raya gereja | karena tak sanggup menghapuskan tradisi pagan ini
10. diperkenalkanlah nama baru Festival Lupercalia, yaitu Valentine's Day | dan dikaranglah cerita St. Valentinus yang mati demi cinta
11. Festival Lupercalia muncul dengan nama baru #VDAY | namun esensi perayaan itu tetap bertahan | KESUBURAN yang dilambangkan dengan sex
12. baru pada 1969 M gereja kembali melarang perayaan #VDAY | karena dianggap hanya pembenaran dari perayaan Lupercalia
13. namun telat bagi pengikut Kristiani | cerita St. Valentinus lalu melegenda | dan maksiat mulai dilegalkan #VDAY atas nama cinta
14. pertanyaannya bagi kamu yang Muslim | asal mula #VDAY jelas Festival Lupercalia yang nyata-nyata pagan | masih ikutan?
15. bagi kaum yang Muslim? | nyata-nyata #VDAY itu pernah jadi perayaan kaum Nasrani juga | masih mau ikutan juga?
16. "Aaaah, itu kan zaman dulu! sekarang mah hari kasih sayang!" | ohya? | yuk kita simak dulu fakta-fakta berikut
17. di Inggris, Amerika, Eropa dan Dunia pada umumnya | terdapat lonjakan hubungan seks seminggu sebelum dan sesudah tanggal 14/02
18. tiap 14 Feb di Inggris diperingati sebagai "The National Impotence Day" | yang menghimbau muda-mudi tidak hubungan seks seminggu itu
19. di USA tiap 14 Feb diperingati "National Condom Week" | karena mereka tahu persis bahwa #VDAY samadengan SEXDAY
20. "Aaaah, itu kan luar negeri! Indonesia beda dooong!" | ohya? alasanmu! | perhatikan beberapa fakta berikut
21. dari 413 orang dsurvei 26,4% rayakan #VDAY sama gebetan atau kekasih dengan jalan-jalan, makan-makan, ciuman lalu seks (Koran PR, 2005)
22. 54% remaja bandung pernah hubungan seks | kota lain seperti Jakarta (51%), Medan (52%) Surabaya(47%) (Kompas, 2006)
23. dan hampir di tiap daerah penjualan kondom menjelang Tahun Baru dan Valentine meningkat 40-80% | tidak jarang yang soldout
24. bukti berita semisal ini banyak | yang sudah-sudah terlalu berserakan di internet untuk dicari | dan tahun ini akan sama pula
25. bagi kamu yang Muslimah, RENUNGKAN | kondom yang ludes saat #VDAY itu siapa yang beli? dan buat siapa? untuk apa?
26. ribuan tahun berlalu | ternyata #VDAY masih sama dengan perayaan Lupercalia asalnya | menjadi budak dari nafsu syahwat
27. #VDAY tidak diragukan lagi meneruskan tradisi pagan | dimana kehormatan wanita tidak dihargai dan kemuliaannya diinjak
28. bila langkah sudah salah dibuat, dan engkau tiada lagi terhormat | ribuan sesal tiada guna, dan isakan tangis tiada manfaat |
29. MAWAR dan COKLAT memang nggak bahaya | tapi ia pintu menuju kebinasaan | awal pembenaran nafsu syahwat
30. jangan sampai penyesalan datang belakangan | segera MENIKAH bukannya pacaran | pelajari ‪#‎CintaMulia‬ bukannya ikut-ikutan #VDAY
31. bila belum siap menikahi segeralah SUDAHI | jaga dirimu tetap TERHORMAT agar datang padamu lelaki yang juga TERHORMAT
32. karena lelaki TERHORMAT tiada main-main dengan KEHORMATAN wanita | dan lelaki MULIA menginginkan wanita yang terjaga MULIA
33. bila pernikahan yang lebih dahulu maka ia TERHORMAT | bila pernikahan yang dibelakang maka namanya diambil KEHORMATANNYA | pilih mana?
34. apapun alasan lelaki mendekati, menggoda, memacari | dia bukan lelaki TERHORMAT, karena sudah membahayakan KEMULIAAN wanita
35. #CintaMulia | jaga cintamu, mulia dirimu

Jumat, 13 Februari 2015

PESONA ISTIGHFAR‬

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan:

Tidaklah hati seorang hamba selalu beristighfar melainkan akan disucikan.
Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya.
Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan.

Sepeninggal Rasulullah, Istighfar merupakan satu-satunya benteng aman yang tersisa untuk kita (dari adzab Allah)

”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

Ibnu katsir -rahimahullah - berkata :
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan memperbanyak istighfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.
Maka apa lagi yang kau tunggu...?
(Perbanyaklah istighfar....)

Ibnul Qayyim - rahimahullah - mengatakan, "Bila engkau ingin berdo'a, sementara waktu yang kau miliki begitu sempit, padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan, maka jadikan seluruh isi do'amu istighfar, agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya.

Ya Allah.. Sesungguhnya engkau Maha pemaaf, mencintai kemaafan, maka ampunilah kami. (*)(*)
_________

Madinah 16-04-1436 H
Ditulis oleh Ustadz Aan Chandra Thalib

SESUATU YANG MUNGKIN PERLU UNTUK ANDA KETAHUI !!




🐜 Masalah Semut:
Semut membenci Mentimun.
"Letakkan kulit Ketimun dekat Tempat di mana mereka berada atau Lubang semut".
🎆 Untuk membuat Cermin Bersinar:
"Bersihkan dengan Sprite"
Untuk menghapus permen karet dari Pakaian:
"Simpan Kain di Freezer selama Satu Jam "
💭 Untuk Memutihkan Pakaian putih:
"Rendam Pakaian Putih
dalam air panas dengan potongan jeruk nipis untuk 10 Menit "
🙇 Untuk membuat Rambut Anda bersinar:
"Tambahkan satu sendok teh Cuka untuk rambut lalu cuci rambut"
🍋 Untuk mendapatkan hasil maksimal Juice dari Lemon:
"Rendam Lemon di Air panas untuk Satu Jam,
dan kemudian jus mereka "
Untuk menghapus Tinta dari Pakaian:
" Taruh odol pada noda tinta dan biarkan benar-benar kering, kemudian cuci "
🐀 Untuk menghilangkan Tikus : "Taburkan Lada Hitam
di tempat di mana Anda menemukan tikus, Mereka akan pergi "
Minum Air Sebelum Tidur ..
"Sekitar 90% dari Serangan jantung terjadi pada awal Pagi & itu bisa dikurangi dengan minum Air sebelum pergi tidur di malam hari "
Kita Tahu Air penting tetapi tidak pernah tahu tentang waktu2 khusus harus meminumnya .. !!
Minum Air di Waktu yang tepat dapat Memaksimalkan efektivitasnya pada Tubuh Manusia;
1. Segelas Air setelah bangun tidur membantu mengaktifkan organ tubuh bagian dalam.
2.  Segelas Air 30 Menit sebelum makan membantu pencernaan
3.  Segelas Air sebelum mandi  membantu menurunkan tekanan darah.
4.  Segelas Air sebelum tidur  hindarkan Stroke atau serangan Jantung.

Peribahasa Cina:
"Ketika seseorang berbagi sesuatu nilai dengan Anda dan Anda mendapatkan keuntungan dari itu, Anda memiliki moral dan kewajiban untuk berbagi dengan orang lain

PENTING

The American Association Dokter telah memberikan jawaban untuk penyebab kanker:
1. Jangan minum teh dalam gelas plastik.
2. Jangan makan apa pun yang panas dalam kantong plastik misalnya chip.
3. Jangan memanaskan bahan makanan dalam microwave menggunakan bahan plastik.

INGAT ketika plastik kontak dengan panas, akan menghasilkan bahan kimia yang dapat menyebabkan 52 jenis kanker.
Oleh karena itu, info ini lebih baik dari 100 ingo lain yg kurang berguna.
informasikan pada orang yang Anda cintai sehingga bebas dari efek tersebut.

»JANGAN MENUNGGU«


1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.
5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapii pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu. )
7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa! Semoga Kita dapat menjalankannya...
Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin

Kriteria Manusia yang Dibenci Allah


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya Alloh membenci setiap orang yang ja’dzari, jawwadz, sakhab di pasar, bangkai di malam hari, himar di siang hari, pinter masalah dunia, dan bodoh masalah akhirat. (HR. Baihaqi dalam sunan al-Kubro no. 20593 dan dishahihkan dalam shahih al-Jami’)
Keterangan:
Ada 7 kriteria manusia yang Alloh benci,
1. Ja’dzari
Ada beberapa keterangan tentang maknanya, orang yang sombong, keras, tidak mau menerima nasehatOrang yang keras kepala, alot, suka menguasai milik orang lain.
2. Jawwadz
Orang yang banyak makan, banyak minum, suka menolak kebenaran, Sombong ketika berjalan, dan keras kepala.
3. Sakhab di pasar
Suka teriak di pasar, dan selalu memaksa ketika bersengketa dengan orang lain. Suka membuat masalah, maunya menang sendiri dan galak.
4. Bangkai di malam hari
Ungkapan untuk menunjukkan karakternya yang banyak tidur, pemalas, dan tidak pernah shalat malam.
5. Himar di siang hari
Himar, lambang kebodohan. Dia bodoh pemahamannya, sekalipun pinter cari dunia. Sangat rakus terhadap dunia, hingga tidak pernah perhatian dengan aturan dan ibadah.
6. Pinter masalah dunia
Bicara masalah dunia, dia ahlinya. Bicara masalah harta, dia juga ahlinya.
7. Bodoh masalah akhirat
Tidak pernah perhatian dengan agama, tidak pernah belajar, maupun bertanya tentang sesuatu yang tidak dia pahami.
Kita berlindung kepada Alloh dari semua karakter di atas.
Semoga Bermanfaat.

Jangan Khawatirkan Rezekimu, Khawatirkanlah Amalanmu

Janganlah khawatirkan rezekimu, karena Allah sudah menjaminnya untuk semua yang hidup.
Tapi khawatirkan amalanmu, karena Allah tidak menjamin Anda masuk surga.
Simaklah dengan seksama uraian indah Ibnul Qayyim rahimahullah berikut ini:
"Fokuskanlah fikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Janganlah menyibukkan dengan rizki yang sudah dijamin untukmu. Karena rizki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin Allah. Selama masih ada ajal, rizki pasti datang. Jika Allah dengan hikmahNya berkehendak menutup salah satu jalan rizkimu, Dia pasti dengan rahmatNya membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu." (Kita Al-Fawaid, hal 57)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Allah dan perbaguslah usaha mencari rezeki, karena jiwa tidak akan mati sampai sempurna rezekinya walaupun kadang agak tersendat-sendat. Maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mengusahakannya, ambillah yang halal dan buanglah (jauh-jauh) yang haram." (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah no. 1741)
"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (An-Nahl: 114).
"Jauhi oleh mu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak akan mampuh bersabar atas neraka." Ini adalah perkataan seorang istri kepada suaminya pada zaman generasi Salaf dahulu ketika ia mengantar suaminya keluar rumah. (Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin)
وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur." (Al-A’raf: 10).

Terima Kasih Karena Masih Membuat Rumah Kita Berantakan


“Aku heran sama istriku!” Suatu hari seorang teman mengunjungi saya dan mulai menceritakan
keluhan-keluhannya tentang istrinya. “Aku sudah bingung harus bagaimana?” Katanya.
Sebenarnya saya tidak enak untuk membicarakan masalah pribadi seperti ini. Tetapi teman saya terus mengajak bicara. Tampaknya ia perlu teman bicara.
“Apa masalahnya?” Tanya saya.
Raut wajahnya tampak kesal. Kemudian berubah kecewa, “Banyak,” jawabnya pendek.
“Apa yang paling membuatmu kesal?”
“Istriku pemalas!” Jawabnya.
Saya tak memberi komentar apa-apa, menunggunya melanjutkan pembicaraan.
“Setiap hari, sepulang kerja, rumah kami selalu berantakan.”
Benar saja, ia melanjutkan ceritanya, “Padahal istriku seharian di rumah saja bareng anak-anak. Apa dia nggak bisa menyisihkan sedikit waktu buat ngurusin rumah?”
“Rumahku juga sering berantakan. Wajar aja, kan? Kita tidak tinggal di rumah kosong!” Jawab
saya. Berusaha menenangkan.
Teman saya tampak berpikir. “Iya, sih. Tapi… ini beda!” Katanya kemudian, “Istriku memang dasarnya saja pemalas! Dulunya dia anak orang kaya, nggak pernah kerja ini-itu, termasuk
mungkin nggak pernah beres-beres rumah.”
“Hmmm… Mungkin kalian butuh asisten rumah tangga?” Saya berusaha memberi pendapat.
“Sayangnya, kita belum bisa bayar asisten rumahtangga… Tapi, harusnya dia ngerti kondisiku,
dong! Aku mempercayakan urusan rumah kepadanya. Harusnya dia bisa handle!”
Saya berusaha memahami perasaannya. Saya jugasering merasakan hal yang sama, kadang-kadang mengeluhkan masalah yang sama pada istri saya.
Wajar saja sepulang kerja suami ingin melihatrumah dalam kondisi yang bersih dan rapi. Tetapi, bukankah wajar juga jika istri kita kelelahan seharian bermain dengan anak-anak, juga barangkali mengurusi hal lainnya, sehingga urusan rumah kadang-kadang terabaikan?
“Kadang-kadang, aku juga mengeluhkan hal yang sama,” jawab saya kemudian. “Tetapi mungkin kita perlu kacamata baru?”
“Kacamata baru?”
“Ya, semacam sudut pandang baru.” Jawab saya.
“Maksudmu?”
“Kadang-kadang, kita mungkin tidak bisamengubah masalah yang kita hadapi. Tetapi kita
bisa mengubah cara pandang kita dalam melihat masalah itu.”
Teman saya membetulkan posisi duduknya, ia mulai tertarik pada pembicaraan ini.
“Kita tidak tinggal di rumah kosong,” sayaberusaha menjelaskan, “Mungkin kita justru
perlu melihat rumah yang berantakan denganperasaan yang bahagia.”
“Kenapa?” Tanya teman saya. Heran.
“Bayangkan jika tak ada mereka di rumah.
Bayangkan tak ada istri dan anak-anak.
Misalnya, karena satu dan lain hal, mereka sudah tidak ada lagi di tengah-tengah kehidupan kita.
Di ruang tengah tak ada lagi anak-anak yangberlarian mengotori karpet dengan kaki
berlumpur, tak ada lagi sisa-sisa makanan di sofa karena mereka lompat-lompat sambil makan, tak ada lagi mainan yang tidak dibereskan… Karena mereka telah tiada. Lalu di dapur, tak ada lagi noda masakan yang menempel di kompor, atau cucian piring yang menumpuk, atau apa saja…Sebab istri kita sudah pergi untuk selama-lamanya…”
Teman saya menarik nafas panjang, kemudian menundukkan kepalanya.
“Kita tidak tinggal di rumah kosong. Kita tidak tinggal sendirian,” Ujar saya, “Barangkali rumah
yang berantakan harus kita lihat sebagai semacam pemberitahuan bahwa kita masih
bersama istri dan anak-anak kita. Rumah yang berantakan adalah bukti kehadiran mereka…
Bahwa anak-anak kita masih berbahagia bermaian dan berlarian di rumahnya. Bahwa istri
kita selalu berbaik hati menghabiskan waktunya di rumah, menemani anak-anak bermain, dan tak meminta apa-apa lagi yang boleh jadi kita tak sanggup untuk mewujudkannya.”
Tiba-tiba teman saya menangis. Agak lama sehingga saya juga merasa sedih. Saya merasa apa yang baru saja saya bicarakan berlaku untuk diri saya sendiri.
“Makasih banyak, Fahd. Seringkali kita memang butuh kacamata baru untuk melihat sesuatu.
Seringkali kita butuh temen ngobrol.” Ujar teman saya.
Saya menganggukkan kepala. “Aku juga terima kasih. Ini seperti mengingatkan diri sendiri. Aku
juga sering gagal melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain…”
Tak lama, teman saya meminta pamit. Katanya, ia ingin segera menemui istri dan anak-anaknya.
Ada perasaan yang sama hadir dalam diri saya.
Saya ingin segera menemui Rizqa, Kalky dan Kemi. Saya ingin segera melihat rumah saya yang
masih berantakan… Dengan sisa-sisa makanan di sofa, mainan dan potongan-potongan kertas di atas karpet di ruang bermain Kalky, baju-baju Kemi yang basah terkena muntahnya sendiri…
Lalu saya akan ke dapur, melihat noda-noda bekas Rizqa memasak, piring-piring kotor bekas mereka makan bersama… atau apa saja yang memberi tahu saya bahwa istri dan anak-anak saya masih ada di rumah dan baik-baik saja.
Saya ingin memeluk mereka sambil berbisik, “Terima kasih karena masih membuat rumah kita berantakan…”
Demikianlah, kadang-kadang kita memang tak membutuhkan kehidupan lainnya, yang
seringkali kita bayangkan sebagai kehidupan yang sempurna. Kita hanya perlu mensyukuri apa yang ada, yang sudah kita punya, sambil sesekali membersihkan lensa kacamata agar lebih baik dalam melihat apa saja yang indah di sekeliling kita.


Melbourne, 9 Februari 2015
FAHD PAHDEPIE


Selasa, 10 Februari 2015

SEDERHANA



1) #Sederhana itu memperindah semua. Yang berkuasa jadi mulia. Yang jelata bermartabat. Yang kaya kan dicinta. Yang miskin terhormat.

2) #Sederhana itulah; bukan kemegahan gemerlap; yang lebih mudah mengundang doa-doa yang tulus lagi rahasia. Dan juga cinta.

3) #Sederhana memang membuat kita rendah; di mata para pihak yang mengukur kemuliaan dengan dunia fana. Ia kehinaan semu; tak ada ruginya.

4) #Sederhana dalam makan, meringankan badan. Sederhana dalam pakaian, meringankan perjalanan. Sederhana dalam papan, meringankan perjuangan.

5) #Sederhana dalam fikir, memudahkan tindakan. Sederhana dalam tutur, memudahkan hubungan. Sederhana dalam tampil, memudahkan kepemimpinan.

6) #Sederhana dalam takut, menjauhkan maksiat. Sederhana dalam harap, menguatkan taat. Sederhana dalam cinta, melezatkan ibadat.

7) #Sederhana dalam tabligh memudahkan fahaman; sederhana dalam tazkiyah menjernihkan ma'rifat; sederhana dalam ta'lim mengokohkan agama.

8) #Sederhana dalam dakwah menyentuh bagi ruh; sederhana dalam hijrah meluaskan berkah; sederhana dalam jihad menggelorakan pengorbanan.

9) #Sederhana dalam keluarga, mengeratkan ikatan; sederhana dalam berteman, mengikis dengki; sederhana dalam bermasyarakat, menegaskan hormat.

Inilah Perbedaan Mac, Linux dan Windows

MEMPUNYAI laptop pasti memiliki OS yang berbeda beda, nah setiap spesifikasi laptop yang berbeda pastinya OS yang digunakan pun berbeda. inilah perbedaan OS yang ada saat ini.
1. Windows
Kelebihan Windows :
– Pengguna bisa menjalankan lebih dari satu aplikasi pada saat yang bersamaan
– Bisa membuka lebih dari satu file dalam waktu yang bersamaan
– Bisa sharing data aplikasi yang lain dengan mudah
– Terdapat Banyak aplikasi yang kompetibel dengan windows
– Enduser / orang yang awam tentang komputer mudah untuk menjalankannya
– Banyak didukung oleh vendor hardware dan software
– Digunakan oleh mayoritas pengguna komputer di dunia
Kekurangan Windows :
– Menyebabkan ketergantungan penggunaan produk microsoft
– Space hardisk yang dibutuhkan besar
– Sistem security yang lemah dan mudah dijebol oleh para hacker
– Membutuhkan memori fisik besar
– Membutuhkan kecepatan prosesor yang tinggi
– Harga lisensi yang mahal
2. Linux
Kelebihan Linux :
– Licensi yang gratis (Terbuka dan Bebas) bahkan banyak yang bisa didapat dengan cara download
– Linux bisa berinteraksi dengan operating system lain dengan cara kompabilitas file system, kompabilitas network, dan emulasi operating system
– Virtual memori membuat linux mempunyai kemampuan untuk menjalankan program-program yang lebih dari seharusnya karena penggunaan swap memori
– Stabilitas linux sangat luar biasa stabil, jika dikonfigurasi dengan benar, sysitem linux akan hidup terus menerus hingga hardwarenya tidak memadai (rusak), lain dengan windows yang memerlukan reboot berkala untuk menjaga stabilitas
– Linux mewarisi tradisi Unix dengan mendukung adanya file permission, yang dapat mencegah pengubahan atau penghapusan file tanpa izin dari pemiliknya, karena itu virus pada dasarnya tidak dikenali didunia linux
– Didukung oleh ribuan programmer di seluruh dunia
Kekurangan Linux :
– Aplikasi yang tersedia belum sebanyak windows
– Operating system yang tidak sepenuhnya GUI (Graphical User Interface)
– Meskipun sudah menggunakan X-windows seperti GNOME dan KDE
– Dan yang tidak lupa menurut pengalaman saya operating system yang lumayan sulit untuk dipelajari. (huft,,kecuali mau belajar, hehe )
3. Mac OS
Kelebihan Mac OS :
– Mac OS Tidak mudah terkena virus. Dirancang dengan security oriented, Mac OS tidak diganggu oleh serangan konstan dari PC virus dan malware. Namun tidak juga memperlambatanda dengan peringatan keamanan konstan dan interupsi lainnya.
– High Performance. Khusus pada Mac Os X- dengan prosesor Intel terbaru dan inovasi terbaik lainnya, Mac OS dapat melakukan semua hal yang hanya dapat dilakukan Mac dengan kecepatan yang menakjubkan
– User-Friendly. Dengan tampilan GUI yang sangat menarik, menjadikan Mac OS sebagai salah satu OS yang banyak diminati khususnya oleh para graphic desainer
Kekurangan Mac OS :
– Mac OS tidak bisa dirakit sendiri karena apple sudah tidak memberi lisensi untuk perusahaan lain untuk membuat hardware yang bisa menggunakan Mac OS
– Software di Mac OS tidak begitu lengkap. Pengaruh dominasi Microsoft windows selama bertahun-tahun membuat user sudah sangat terbiasa dan enggan beradaptasi dengan OS terbaru.
– Biayanya mahal
– Hanya berguna untuk graphic desaigner
– Tidak dapat digunakan dalam waktu bersamaan
– Softwarenya tidak lengkap dan tidak cocok bermain game karena tampilannya kurang bagus.
Semua itu adalah perbedaan antara 3 OS yang sedang populer saat ini.

Memaafkan Lebih Baik

Interaksi dengan orang-orang di sekitar kita tentunya tak lepas dari konflik yang menimbulkan sakit hati. Sebagai manusia, ada saja kemungkinan kita memendam kekesalan menjadi dendam. Bukan hanya kepada satu-dua orang saja, dendam yang dibiarkan bertumpuk lama-lama akan menggerogoti jiwa.
Lalu, bagaimana sebaiknya sikap kita terhadap orang yang telah berbuat zalim pada kita? Allah telah menjawabnya dalam ayat berikut ini:
“Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri (ayat 39). Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim (ayat 40). Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka (ayat 41). Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih (ayat 42). Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan (ayat 43).” [QS As Syuura: 39-41]
Dalam ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa memaafkan lebih baik dan diutamakan. Meskipun kita diberi kempamuan untuk membalas perbuatan zalim tersebut, Allah memberikan peluang kepada kita untuk meraih pahala yang besar di sisi-Nya dengan memaafkan orang yang telah menyakiti kita. Pahala yang banyak telah disiapkan bagi orang yang mau memaafkan dan bersabar.
Di tempat kerja misalnya, ketika ada teman kerja yang lebih senior semena-mena terhadap kita, merasa bisa menyuruh kita ini itu (karena kita masih junior), maka sikap ramah dan mudah memaafkan akan mejadi akhlak baik yang menguntungkan kita. Tentu senior kita lama-lama akan berpikir, orang yang dia zalimi bisa begitu baik padanya. Bisa jadi, suatu hari nanti akhlak mulia kita yakni memaafkan perbuatan senior kita tersebut menjadi jalan kesadaran untuknya. Syukur-syukur dia bisa jadi sahabat kita nantinya.
Beda kejadiannya ketika kita membalas perbuatan buruknya dengan hal yang setimpal. Kita balik menjahatinya. Lalu, apa bedanya kita dengan orang yang berperilaku tercela tersebut?
Ada kalanya orang yang telah menyakiti kita sama sekali tidak berniat menyakiti kita. Hati kita sakit karena kita terlalu sensitif dan mudah tersinggung. Ditambah lagi sifat buruk sangka menjadikannya “selalu salah” di mata kita.
Oleh karena itu, memaafkan adalah jalan yang dianjurkan. Jadilah pemaaf, agar kita mendapat ketenangan hati dengan tidak dibebani oleh sakit hati dan dendam. Hati yang pemaaf, bisa diibaratan dengan samudera yang luas. Seberapapun “sampah” yang orang buang kepada kita, maka tidak akan ada artinya jika hati kita seluas samudera.

Jangan Bersedih, Hidup di Dunia Ini Begitu Singkat

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya negeri akhirat itu adalah terlebih baik bagi orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” [Al-An’am ayat 32]
Kehidupan ini begitu singkat. Seberapa umur kita, sepanjang itulah kehidupan kita berjalan. Baik itu suka maupun duka. Tahu-tahu sudah menikah. Tahu-tahu sudah punya anak. Tahu-tahu sudah punya cucu. Hidup jadi terasa begitu singkat.
Singkatnya hidup makin terasa saat aja menjemput. Kita tinggal di alam barzakh. Berapa lama? Wa’llahua’lam. Hanya Allah yang tahu. Saat kita dibangkitkan, masih ada perjalanan panjang sebelum kita diputuskan untuk tinggal di mana. Di taman syurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, atau di neraka yang membara. Namun, penantian di yaumul hisab tersebut masih merupakan permulaan dari kehidupan panjang kita di akhirat.
Firman Allah dalam surat  Al-Ma’arij [70] ayat 4:
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.”
Apabila 1 hari di akhirat sama dengan 50.000 tahun di akhirat, maka bukankah waktu 60-70 tahun kita di dunia ini sangat singkat? Kita hidup di dunia hanya sekejap saja. Lantas, apa yang akan kita perbuat dalam hidup yang singkat ini? Banyak manusia yang lalai di dunia, lupa menyiapkan diri untuk bekal hidup kekal di akhirat.
Jika kita ditimpa musibah di dunia, apakah lantas kita berdiam diri dan bersedih? Kalau bahasa anak muda sekarang, galau tiada berujung. Bahkan ada yang putus asa dan memilih untuk mengakhiri hidup. Naudzubillah. Musibah bukanlah untuk bersedih, namun sarana bagi kita untuk bermuhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jangan bersedih, wahai saudaraku. Kita tidak tahu berapa lama lagi kita hidup, karena mati itu pasti dan tak bisa dihidari. Oleh karena itu, isilah hari-harimu dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kita bisa menabung pahala, mempersiapkan bekal perjalanan untuk akhirat kita yang kekal abadi.

Kenali 3 Jenis Nafsu Pada Manusia

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Sahabat shalehku mari kenali “nafsu” yang bersemai pada setiap insan dan diri kita:
1- Nafsu Ammarah (QS Yusuf 53), ini adalah nafsu yang hanya puas kalau sudah maksiat, sangat tidak suka ibadah, benci nasihat kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Seperti, senang berzina, sangat pemarah, hobi mabuk, benci ulama, ketagihan makan haram, korupsi, dan sebagainya.
2. Nafsu Lawwamah (QS al Qiyamah 2), nafsu standar ganda, dari kata “laima” mencela dirinya setelah berbuat maksiat lalu sangat menyesal tetapi tidak lama kemudian ketagihan lagi. Seperti, shalatnya rajin tetapi masih suka berzina, tentu yang salah bukan shalatnya, pelakunya yang belum paham tujuan, makna dan hikmah shalat.
Kalau shalat itu benar benar dihayati buahnya jauh dari maksiat, “Sesungguhnya shalat itu mencegah zina dan mungkar” (QS al Ankabut 45) atau sudah haji tetapi korupsi, dan sebagainya.
3. Nafsu muthmainnah, ini nafsu hamba Allah yang shaleh (QS Ar Ro’du 28) “almuqorrobuun” (QS al Waqiah 88) senangnya ibadah, semangatnya beramal, hatinya lebut, dermawan, rendah hati, istiqomah, suka sekali duduk di masjid, majelis ilmu, cinta ulama, sangat takut maksiat, malah ia heran melihat orang berani maksiat.
Sedih sekali kalau bangun terlambat shalat malam, muhasabah diri sama sekali tidak tertarik melihat aib orang lain, dan air matanya mudah menetes saat sholat, membaca Alquran, dan berzikir.
Allahumma ya Allah jauhkan kami dari nafsu yang membuat kami maksiat kepada-Mu dan bimbinglah nafsu kami menjadi muthmainnah nafsu mendekat kpdMU…aamiin”. Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur dan berazam untuk shalat malam.

Ustadz Arifin Ilham

Waspada, Tahi Lalat Bisa Jadi Pertanda dari Kanker

Banyak orang yang memiliki tahi lalat di kulit, baik di wajah maupun bagian tubuh yang lainnya. Tahi lalat merupakan hal biasa, namun dalam beberapa kondisi, tahi lalat bisa menjadi pertanda kanker. Kondisi yang seperti apakah itu?
Adanya kelainan warna (warna yang tidak beraturan) pada tahi lalat seperti warna hitam dan cokelat dalam satu tahi lalat bisa menjadi pertanda. ahi lalat tersebut harus di cek apakah tergolong tumor jinak atau tumor ganas. Hal ini disampaikan oleh dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK seperti yang dilansir oleh detikHealth (4/2/2015).
Panduan untuk melihat apakah tahi lalat bisa jadi pertanda kanker adalah dengan memerhatikan kriteria ABCD (asymetrie, border irregularity, color, diameter, dan evolving). Tahi lalat yang normal ukurannya simetris, kalau bentuknya agak oval tidak simetris dapat dicurigai sebagai tumor ganas. Ciri lain dari tahi lalat normal adalah permukaannya halus.
Jika tahi lalat memiliki garis tepi yang tidak rata (border irregularity), warna tidak merata, warna berubah menjadi kebiruan, diameter melebihi ukuran normal (lebih dari 6 mm), maka tahi lalat tersebut bisa berpotensi menjadi tumor ganas.
Cara mendeteksi apakah tahi lalat berpotensi tumor ganas atau tidak, jaringan tahi lalat diambil dan diperiksa di laboratorium (biopsi). Kalau tumor ganas terlambat mendapat penanganan, dapat menyebar dengan cepat. Pengobatan tidak cukup dengan cara biasa seperti operasi, namun harus menggunakan kemoterapi. Jika tumor tergolong tumor jinak, aka operasi saja sudah cukup untu menyembuhkannya.
Terahir, jika tahi lalat mudah berdarah, juga harus diwaspadai. Bisa jadi hal ini adalah pertanda penyakit lainnya yang lebih serius. Oleh karena itu, kenali tahi lalat yang ada pada kulit Anda.

Riya’ Seorang Muslim dan Munafik

Kita tahu bahwa riya’ adalah salah satu perusak amal dan tergolong dalam kesyirikan. Karena memamerkan ibadah atau melakukan riya’s, amalan seseorang jadi sia-sia. Namun ternyata ada bedanya antara riya’ seorang muslim dan orang munafik.
Berikut keterangan dari Syaikh Sholeh Alu Syaikh mengenai tingkatan riya’.
Pertama, riya’ orang munafik, yaitu menampakkan Islam dan menyembunyikan kekafiran. Ia menampakkan keislaman, Islamnya hanya kepura-puraan di hadapan manusia. Ini adalah bentuk munafik dalam tauhid dan menghilangkan iman secara total. Perbuatan ini termasuk dalam kufur akbar (kafir besar). Allah menyifati orang munafik seperti ini,
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An Nisa': 142). Yang dimaksud riya’ di sini adalah riya’ akbar (riya’ besar), yaitu menampakkan keislaman, menyembunyikan kekafiran dalam batin.
Kedua, riya’ yang dilakukan oleh seorang muslim. Riya’ di sini dilakukan dengan maksud menampakkan amalan di hadapan orang lain. Ini termasuk syirik khofi, yaitu syirik yang tersembunyi (tidak nampak). Syirik ini meniadakan kesempurnaan tauhid. Allah Ta’ala mengatakan mengenai syirik,
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. ” (QS. An Nisa': 48). Ayat “sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik“, termasuk juga di dalamnya syirik khofi (syirik yang tersembunyi), begitu pula syirik ashgor. Artinya, jika tidak bertaubat dari riya’ hingga mati, syirik tersebut akan masuk dalam timbangan kejelekan.
Penjelasan di atas menunjukkan akan bahayanya mencari pujian dalam beramal. Namun demikianlah tidak sedikit yang senang akan pujian saat beribadah. Padahal riya’ yang samar dapat membahayakan ibadah seorang muslim. Dan perlu para pembaca ketahui bahwa riya’ ternyata lebih berbahaya dari musibah Dajjal yang akan muncul di akhir zaman. Karena Dajjal bisa dilihat dan nyata. Namun amalan yang riya’, tak ada satu pun yang tahu pelakunya itu riya’ karena riya’ adalah di hati dan tersembunyi. Abu Sa’id Al Khudri pernah berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar menemui kami dan kami sedang mengingatkan akan (bahaya) Al Masih Ad Dajjal. Lantas beliau bersabda, “Maukah kukabarkan pada kalian apa yang lebih samar bagi kalian menurutku dibanding dari fitnah Al Masih Ad Dajjal?” “Iya”, para sahabat berujar demikian kata Abu Sa’id Al Khudri. Beliau pun bersabda, “Syirik khofi (syirik yang samar) di mana seseorang shalat lalu ia perbagus shalatnya agar dilihat orang lain.” (HR. Ibnu Majah no. 4204, hasan).
Muhammad Abduh Tuasikal

Karena Ukuran Kita Tak Sama

Seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi
Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.
Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,
“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”
Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.
”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,
“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”
Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras.
”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.
“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman,“Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.
”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”
“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“
“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”
Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya & bergumam,
”Demi Allah, benarlah Dia & RasulNya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”
‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.
‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras & bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab & ringan tangan turun gelanggang – dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.
‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah & dibekalinya bertimbun dinar.
Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda.
Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.
“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”
Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.
Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahasa Ibrani dalam empat belas hari.
Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.
“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”
“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku.
Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”
Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.
Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.
Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.
Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.
Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi
tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.
Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.
Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.
Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. “Pendapatku ini benar,” ujar beliau,”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”
Salim A. Fillah

Majelis Ilmu adalah Hiburan Terbaik

Di saat mendengar kata hiburan, apa yang terlintas di kepala kita? Pergi ke tempat wisata, bermain game, menonton film, mendengarkan musik, dan hiburan lainnya. Di saat itu juga kita langsung bertanya-tanya dalam hati, di mana tempat wisata yang paling indah yang belum kita kunjungi? Apa game bagus yang belum kita mainkan? Apa film yang sedang tren yang belum kita tonton? Apa lagu favorit yang belum kita dengarkan? Benar begitu?
Ketika kita disibukkan dengan hiburan kita masing-masing, berwisata, bermain game, menonton film, mendengarkan musik, dan hiburan lainnya, bahkan tak jarang terjerumus ke hiburan negatif: diskotek, seks bebas, miras, narkoba, dengan dalih menghilangkan kejenuhan, ingatlah bahwa sebaik-baik hiburan adalah majelis ilmu.
Kesenangan hiburan duniawi akan sirna seiring berakhirnya hiburan tersebut. Ketika bermain game, atau menonton film, mungkin di saat itu kita akan merasa senang, jenuh hilang, masalah terlupakan. Namun, setelah selesai apa yang terjadi? Kesenangan hilang, jenuh datang, dan masalah terpikir kembali. Begitu juga dengan hiburan lainnya.
Berbeda halnya dengan majelis ilmu. Di saat hadir, kita bertemu dengan saudara-saudara kita, berbagi senyum dan tawa, berbagi masalah dan solusi. Di saat hadir, kita juga mendapatkan kesenangan, bahkan ketenangan. Kita mendapatkan ilmu dan pencerahan. Apakah setelah majelis ilmu selesai, ketenangan pada diri kita juga akan selesai? Tentu tidak, pasti banyak hal yang membekas di hati dan kepala kita. Solusi dari saudara, ilmu baru yang kita dapat, dan ketenangan itu sendiri. Dari situlah kita dapat mencari jalan keluar dari masalah yang sedang kita hadapi. Bukankah kunci dari setiap permasalahan dan sumber dari setiap solusi adalah ketenangan?
Seorang ulama salaf, Hasan Al Bashri rahimahullah pernah berkata, “Mempelajari satu bab ilmu (agama) lebih baik dari dunia dan seisinya.” Lalu, masih adakah hiburan duniawi yang lebih baik daripada majelis ilmu dari seorang yang mengaku dirinya muslim? Lantas mengapa masih enggan sekali kita menghadiri majelis ilmu (majelis zikir) dan sangat bersemangat dalam urusan (kesenangan) duniawi di saat diri merasa jenuh dengan masalah-masalah yang ada.
Tidakkah kita ingat, bukankah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang? Ya, ketenangan yang hakiki.